JAVASATU.COM- Indonesia keluar sebagai juara umum 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 setelah mengoleksi 5 medali emas, 4 perak, dan 17 perunggu. Tuan rumah juga sukses menggelar kejuaraan berstatus World Taekwondo (WT) G2 yang diikuti 531 atlet dari 36 negara.

Indonesia mengungguli Filipina yang berada di posisi kedua dengan raihan 4 emas, 2 perak, dan 8 perunggu. Australia menempati peringkat ketiga dengan 4 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
“Juara umum adalah hasil, legacy adalah tujuan. Asian Taekwondo Indonesia Open Championships membuktikan kita mampu menjadi tuan rumah berstandar dunia sekaligus membangun fondasi prestasi menuju Olimpiade,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, Minggu (8/8/2026).
Menurut Richard, kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional. Ia menilai prestasi besar membutuhkan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Melalui kejuaraan ini, atlet-atlet Indonesia mendapatkan jam terbang dan kami percaya, prestasi besar tidak dibangun dalam satu malam, tetapi melalui sistem yang kuat dan pembinaan yang konsisten,” ujarnya.
Indonesia Open 2026 juga menjadi momentum penting bagi taekwondo nasional. Setelah hampir dua dekade, Indonesia kembali menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo internasional yang mempertemukan ratusan atlet dari berbagai negara.
Richard menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan, termasuk Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, atlet, pelatih, ofisial, pengurus provinsi, panitia, sponsor, dan pihak terkait lainnya.
“Kami berterima kasih atas dukungan Panglima Jenderal TNI Agus Subiyanto atas dukungan yang diberikan terhadap pembinaan prestasi olahraga Indonesia, khususnya taekwondo. Indonesia Open menjadi tonggak kebangkitan prestasi taekwondo,” katanya.
Pada hari terakhir pertandingan, Indonesia menambah tiga medali perunggu. Medali tersebut diraih Diyah Maulida Putri Aliandi dan Olivia Intan Widi Prabawani dari nomor kyorugi putri kelas 73 kilogram serta Irly Ramadhan dari kelas 54 kilogram putra.
Bagi Diyah, medali perunggu tersebut menjadi pencapaian penting dalam debutnya di turnamen internasional. Taekwondoin berusia 17 tahun binaan POPDA Jawa Barat itu berhasil menembus semifinal dan naik podium.
“Rasanya sungguh luar biasa bisa meraih medali perunggu di Asian Taekwondo. Tidak nyangka banget. Event G2 seperti ini bagus sekali, dari sini saya bisa mendapatkan pengalaman dan tahu bahwa kami, atlet daerah, mampu bersaing dengan atlet-atlet luar negeri,” ujar Diyah.
Diyah berharap pengalaman tersebut menjadi modal untuk menembus skuat pelatnas dan melanjutkan kariernya di level internasional.
Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 menjadi salah satu ajang penting bagi atlet dalam mengumpulkan poin peringkat dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Turnamen tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. (tur/arf)