JAVASATU.COM- Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) sekaligus analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi kinerja Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Ia juga menilai narasi dan tuduhan dari sekelompok pihak yang menyudutkan Kapolrestabes Medan bersifat tendensius, provokatif, tidak proporsional, dan cenderung politis.

Menurut Nasky, kritik terhadap institusi kepolisian harus rasional, objektif, dan berbasis kepentingan publik, bukan dilandasi sentimen pribadi atau agenda politik tertentu.
“Kritik harus rasional, objektif, dan berorientasi pada kepentingan publik yang layak dijadikan dasar kebijakan dalam menjaga kamtibmas Kota Medan, bukan kritik yang didasari dendam pribadi atau bernuansa politis terhadap institusi Polri,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Ketua IYE itu menilai ada upaya mendiskreditkan kinerja Polrestabes Medan melalui narasi pergantian Kapolres. Ia menegaskan kritik seharusnya berbasis data, indikator kinerja, capaian, dan analisis kelembagaan yang komprehensif.
Paparkan Capaian 100 Hari
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta tersebut memaparkan sejumlah capaian Polrestabes Medan dalam 100 hari kepemimpinan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Pertama, pengungkapan 24 kasus narkoba dengan 34 tersangka dalam periode operasi 72 hari pada akhir 2025. Barang bukti yang diamankan meliputi sabu, ganja, ekstasi, dan lainnya.
Kedua, pengungkapan 159 kasus tindak pidana dalam operasi selama 22 hari pada Oktober 2025, dengan 219 tersangka dari berbagai kasus seperti begal, pencurian, dan narkoba.
Ketiga, penggerebekan jaringan narkoba lintas Malaysia-Indonesia oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan dengan menyita 8 kilogram sabu dan ribuan pil ekstasi di Kabupaten Asahan.
Keempat, penangkapan 14 pelaku begal dalam kurun waktu 15 hari di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Kelima, raihan penghargaan Kompolnas Awards 2025. Di bawah komando Kombes Jean Calvijn, Polsek Medan Kota meraih penghargaan kategori Polsek Gakkum Terbaik Tipe A. Prestasi ini turut mengantarkan Polda Sumatera Utara masuk nominasi lima besar kategori Polda Tipe A tingkat nasional.
Nasky menilai capaian tersebut selaras dengan program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) yang dicanangkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
“Transformasi Polri dalam 100 hari kerja Kombes Jean Calvijn ini menjadikan Polrestabes Medan mendapat kepercayaan publik melalui pelayanan terintegrasi dan penegakan hukum yang adil,” ujarnya.
Ajak Publik Jaga Stabilitas
Di akhir pernyataannya, Nasky mengajak masyarakat bersikap rasional dan tidak mudah terpengaruh framing liar. Ia menyinggung istilah decapitation strategy dan policy sabotage sebagai pola serangan terhadap figur kunci pemerintahan.
“Demokrasi dibangun dengan rasionalitas dan kepatuhan pada hukum, bukan kemarahan atau fitnah yang dikemas dalam opini,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga soliditas dan stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo serta mendukung reformasi Polri secara konstruktif demi keutuhan NKRI. (arf)