JAVASATU.COM- Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 Kecamatan Pesantren, Rabu (11/2/2026), di Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Pesantren. Acara ini menjadi forum strategis menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program pembangunan dengan prioritas daerah.

Dalam sambutannya, Gus Qowim menekankan pembangunan tahun 2027 harus cermat, inovatif, dan tepat sasaran, meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat perubahan kebijakan pusat terkait transfer dana ke daerah.
“Pemerintah tetap harus cermat, inovatif, dan kolaboratif agar program pembangunan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Wali Kota menjelaskan capaian Musrenbang sebelumnya, di mana dari 122 usulan, 5 sudah terakomodasi di Perubahan APBD 2025 dan 42 masuk APBD 2026. Bidang yang terserap mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan perempuan, UMKM, seni, dan budaya. Selain itu, proyek strategis seperti pelebaran Jalan Betet–Kleco menjadi Jalur Lintas Santren (JLS) telah meningkatkan konektivitas, ruang olahraga, dan perekonomian lokal.
Gus Qowim menegaskan fokus pembangunan 2027 adalah penguatan layanan dasar dan akselerasi transformasi pembangunan melalui inovasi, SDM, dan infrastruktur. Prioritas utama meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, drainase, serta pemberdayaan UMKM dan kelurahan melalui posyandu, karang taruna, PKK, forum anak, dan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak.
Seluruh hasil Musrenbang Kecamatan Pesantren akan dibahas pada Musrenbang Kota untuk memastikan usulan masyarakat selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. “Forum ini diharapkan menghasilkan program berkualitas demi terwujudnya Kota Kediri yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkas Gus Qowim. (kur/arf)