JAVASATU.COM- Element Masyarakat Kota Patriot (Emaskot) mendesak Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI segera memeriksa oknum anggota DPR RI yang diduga terkait dalam kasus pengeroyokan terhadap warga Aceh di ruang penyidik Polda Metro Jaya.

Desakan ini mencuat setelah beredarnya informasi yang mengaitkan anggota DPR berinisial RFA dari daerah pemilihan Jawa Barat VI dengan insiden kekerasan terhadap Faisal, warga Kota Langsa, Aceh, yang terjadi pada Kamis (26/3/2026).
Koordinator Emaskot, Sandy Timur (Ncex), menegaskan pentingnya klarifikasi resmi untuk menghindari simpang siur informasi di tengah publik.
“Agar tidak menjadi simpang siur, MKD DPR RI harus segera memanggil dan memeriksa oknum anggotanya untuk dimintai keterangan terkait keberadaannya di lokasi kejadian,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, dugaan keterlibatan wakil rakyat dalam aksi kekerasan merupakan hal serius yang dapat mencoreng nama baik lembaga DPR dan menurunkan kepercayaan publik.
“Kami merasa malu dan prihatin jika benar ada oknum anggota dewan yang bertindak tidak mencerminkan etika dan hukum. Seharusnya mereka menjadi teladan bagi masyarakat,” kata Sandy.
Emaskot juga mendesak MKD melakukan penyelidikan secara transparan dan menjunjung tinggi akuntabilitas, serta menjatuhkan sanksi tegas jika terbukti terjadi pelanggaran kode etik maupun hukum.
“Kami meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan terbuka, serta memberikan sanksi tegas apabila terbukti bersalah,” tegasnya.
Selain itu, Emaskot meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dan independen dalam menangani kasus tersebut, mengingat insiden terjadi di dalam lingkungan kepolisian.
“Kami berharap penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu agar keadilan benar-benar ditegakkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap Faisal. Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
“Hukum harus ditegakkan dengan benar agar bisa diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk pihak yang diduga sebagai penggerak massa di balik insiden tersebut.
Diketahui, pengeroyokan terjadi di ruang penyidik Polda Metro Jaya saat sejumlah orang diduga masuk dan melakukan kekerasan terhadap korban. Akibatnya, Faisal mengalami luka memar di leher serta bagian tubuh lainnya.
Polda Metro Jaya telah mengamankan empat orang terduga pelaku dan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. (arf)