JAVASATU.COM- Warga Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mulai kembali ke kampung halaman mereka setelah sebelumnya mengungsi akibat dugaan intimidasi kelompok bersenjata. Kepulangan ini berlangsung bertahap dalam beberapa hari terakhir, seiring patroli keamanan yang dilakukan Satgas Koops TNI Habema, Selasa (14/4/2026).

Kembalinya warga dilakukan dengan pendampingan langsung tim patroli guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di wilayah tersebut.
“Dengan kembalinya warga ke Distrik Kembru, diharapkan kehidupan masyarakat dapat segera pulih dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal kembali,” ujar Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna.
Warga yang kembali tampak membawa dan mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta harapan untuk hidup aman dan damai di kampung halaman.
“Kami ingin hidup tenang di tanah kami sendiri. Dengan membawa bendera Merah Putih, kami menunjukkan bahwa kami tetap setia dan berharap ada perlindungan dari pemerintah,” ujar salah seorang warga Distrik Kembru.
Sebelumnya, masyarakat mengungsi akibat adanya intimidasi yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Puncak yang dipimpin Lekagak Telenggeng.
Untuk menjaga stabilitas keamanan, Satgas Koops TNI Habema terus meningkatkan patroli serta melakukan pengamanan secara terukur sesuai prosedur di wilayah Distrik Kembru. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Kami terus melaksanakan patroli dan pengamanan guna memastikan situasi tetap stabil serta memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambah Wirya.
Pemerintah daerah setempat menyatakan kondisi keamanan mulai berangsur kondusif dan akan terus berkoordinasi dengan aparat guna menjamin keselamatan warga serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pascakejadian.
“Kami berkomitmen mendukung pemulihan kondisi masyarakat agar aktivitas bisa kembali berjalan normal,” ujar perwakilan pemerintah daerah. (nuh)