JAVASATU.COM- Kontingen Korps Brimob Polri berhasil menembus peringkat 7 dunia dalam ajang 4th FAI European Indoor Skydiving Championships & 6th FAI World Cup of Indoor Formation Skydiving di Lesquin, Prancis, April 2026. Capaian ini menjadi pijakan kuat bagi Indonesia untuk mengincar posisi tuan rumah Kejuaraan Skydiving Asia tahun ini.

Dari total 26 tim asal 24 negara, tim Indonesia menunjukkan performa kompetitif di tengah dominasi negara-negara Eropa dan Amerika. Tim 4-Way FS Putra menempati peringkat 7 dunia, disusul 4-Way VFS Putra di posisi 9 dan 4-Way FS Putri di peringkat 11.
Ketua Kontingen Timnas Indoor Skydiving Indonesia, Irjen Pol. Almas Widodo Kolopaking, menyebut hasil tersebut merupakan buah dari pembinaan jangka panjang yang dilakukan secara konsisten.
“Keberhasilan ini dicapai melalui latihan rutin berkesinambungan, pembentukan fisik, karakter, dan mental, serta dukungan pelatih-pelatih juara dunia,” ujar Almas, Kamis (16/4/2026).
Meski belum mencapai target lima besar dunia, Almas menegaskan capaian tersebut tetap maksimal mengingat ketatnya persaingan di level global.
“Kami menghadapi tim-tim terkuat dari Eropa dan Amerika, namun atlet kita menunjukkan semangat juang yang ulet dan pantang menyerah,” tegasnya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah Asia. Saat ini, Indonesia bersama Tiongkok menjadi kekuatan dominan dalam cabang indoor skydiving, termasuk di nomor Formation Skydiving (FS) dan Vertical Formation Skydiving (VFS).
Ke depan, Indonesia langsung mengalihkan fokus ke Kejuaraan Asia dengan target ambisius menembus tiga besar di seluruh nomor.
“Target di Kejuaraan Asia minimal kami bisa masuk tiga besar di semua tim,” imbuh Almas.
Selain itu, Indonesia juga membuka peluang besar menjadi tuan rumah Kejuaraan Skydiving Asia yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Dukungan fasilitas wind tunnel serta pengalaman menggelar berbagai kejuaraan sejak 2023 menjadi keunggulan tersendiri.
“Kita sudah melaksanakan tiga kali kejuaraan nasional dan internasional sejak 2023 hingga 2025, sehingga siap jika dipercaya menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Salah satu sorotan dalam kejuaraan ini adalah kehadiran Brigadir Nurfauziah, jumpmaster tandem perempuan pertama di Indonesia. Kehadirannya menjadi simbol kontribusi perempuan dalam olahraga ekstrem sekaligus memperkuat tim nasional di level dunia.
Dengan capaian ini, Korps Brimob Polri tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di panggung global, tetapi juga membuka peluang besar menjadikan Tanah Air sebagai pusat perkembangan olahraga skydiving di Asia. (arf)