JAVASATU.COM- Besalen Sanakridha Brajangga resmi berdiri di kawasan Joglo Beningsari, Bejen, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026). Kehadiran besalen tersebut diharapkan menjadi pusat penelitian, pengembangan, sekaligus pelestarian Tosan Aji Nusantara di tengah tantangan regenerasi empu dan keberlangsungan budaya keris di Indonesia.

Peresmian besalen yang merupakan kelanjutan dari Jambore Keris Nasional 2025 yang digagas Pataka Bumi Lawu itu dihadiri puluhan empu dari berbagai daerah di Pulau Jawa, di antaranya Empu Fanani Singosari dari Malang, Empu Godo dari Gunungkidul, Yogyakarta, dan Empu Teguh dari Magetan. Sejumlah tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia hingga Belanda juga hadir dalam acara tersebut.
Ketua Panitia Peresmian Besalen Sanakridha Brajangga, Dayu Handoko, mengatakan nama Brajangga merupakan simbol sekaligus harapan agar tempat tersebut mampu melahirkan generasi penerus dan jiwa-jiwa pelestari Tosan Aji Nusantara.
“Brajangga adalah jiwa Tosan Aji Nusantara. Nama Besalen Sanakridha Brajangga merupakan doa dan harapan kita bersama, agar di tempat ini bisa melahirkan banyak jiwa-jiwa Tosan Aji Nusantara,” ujar Dayu Handoko.
Menurutnya, Besalen Sanakridha Brajangga dibangun sebagai ruang terbuka bagi para pelestari budaya untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan pelestarian Tosan Aji yang menjadi salah satu warisan adiluhung bangsa Indonesia.
Peresmian Besalen Sanakridha Brajangga dibuka langsung oleh Sinuwun PB XIV Hangabehi. Raja Keraton Surakarta tersebut menegaskan bahwa Tosan Aji bukan sekadar benda budaya, melainkan simbol persatuan para pelaku dan pegiat kebudayaan Indonesia.
“Mari kita bersatu padu membangun kekuatan bangsa Indonesia melalui rajutan kolaborasi insan berbudaya dan beradab di seluruh Indonesia. Brajangga, duwung atau Tosan Aji merupakan simbol bersatunya para pelaku dan pelestari kebudayaan Indonesia,” kata Sinuwun PB XIV Hangabehi.
Besalen yang berada satu kawasan dengan Joglo Beningsari itu juga dinilai memiliki atmosfer yang mendukung lahirnya karya-karya Tosan Aji Nusantara. Tempat tersebut selama ini menjadi pusat kegiatan para penghayat aliran kejawen dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sementara itu, Empu Digital TosanAji.id, Wahyu Eko Setiawan, menilai keberadaan besalen memiliki arti lebih dari sekadar pelestarian budaya. Menurutnya, besalen merupakan mata air peradaban yang harus terus dihidupkan di berbagai daerah di Indonesia.
“Melahirkan atau mendirikan besalen bukanlah sekadar upaya pelestarian budaya belaka. Lebih jauh lagi, hal itu merupakan upaya melahirkan mata air kehidupan dan peradaban yang luhur. TosanAji.id pasti sangat mendukungnya,” ujar Wahyu Eko Setiawan.
Ia menambahkan, sejumlah besalen di daerah, termasuk Besalen Condroaji Singosari milik Empu Fanani di Malang, masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar tetap produktif melahirkan mahakarya Tosan Aji Nusantara.
Melalui peresmian Besalen Sanakridha Brajangga, para empu dan pegiat budaya berharap semangat melestarikan Tosan Aji Nusantara terus tumbuh, sekaligus melahirkan generasi baru yang mampu menjaga warisan peradaban bangsa. (arf)