JAVASATU.COM- Peringatan hari lahir (Harlah) ke-17 Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al Ikhlash Gresik berlangsung meriah dan penuh warna kreativitas. Kegiatan yang digelar di wilayah perbatasan Gresik–Lamongan ini diisi berbagai agenda edukatif, salah satunya lomba mewarnai yang diikuti 134 peserta PAUD dan TK usia 5–6 tahun dari Gresik dan Lamongan, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Cafetren Al Ikhlash tersebut menjadi ruang ekspresi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sejak usia dini. Suasana lomba berlangsung meriah dengan antusiasme peserta dan dukungan orang tua yang hadir mendampingi.
Ketua YPP Al Ikhlash, Istiana Hayati, M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pesantren dalam mendorong tumbuhnya kreativitas anak melalui kegiatan positif dan kompetitif.
“Dengan lomba mewarnai, para peserta memaksimalkan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki. Anak-anak perlu diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyalurkan potensi dan kreativitas sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Harlah ke-17 ini tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pengembangan bakat anak.
Sementara itu, Abdul Hamid Syah, S.Pd., selaku panitia, menyampaikan bahwa lomba ini menjadi kegiatan perdana yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al Ikhlash dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Panitia juga menghadirkan dewan juri dari kalangan seniman dan akademisi seni, yakni M. Zudi Amin, S.Pd. (Ketua III Dewan Kebudayaan Gresik), M. Fauzi, S.Pd. (seniman Madura), dan Ainun Najib, S.Pd. (seniman seni rupa Gresik), untuk menilai hasil karya peserta secara objektif.
Lomba ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Dari hasil penilaian dewan juri, juara pertama diraih Aisyah Nur Kamila dari TK Sunan Prapen Giri Gresik. Juara dua diraih Adreena Veby Mezzaluna dari TK Tabah Kranji Lamongan, sementara juara tiga diraih Hanin Sheza Elsanum dari TK B Yatamam Manyar Gresik.
Untuk kategori harapan, juara harapan satu diraih Arreta Khairen Nabila, harapan dua Ayesha Hazelea Banafsheh, dan harapan tiga Cindy Destia Aura Marwa.
Salah satu orang tua peserta, Muhammad Wahyudin, mengaku bangga atas prestasi yang diraih anaknya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan konsep yang lebih beragam.
“Saya sangat bangga. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bisa diperluas sampai jenjang SD bahkan SMP,” ujarnya. (bas/arf)