JAVASATU.COM- Keris milik Presiden RI, Prabowo Subianto dipamerkan dalam rangka Hari Keris Nasional 2026 di Gedung Bakorwil III Malang. Pameran yang berlangsung pada 17–19 April 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian soft launching VESTAWIL.ID serta peringatan Hari Keris Nasional, World Creativity and Innovation Day, dan Hari Bumi Sedunia.

Pameran ini menampilkan sejumlah keris pusaka penting, termasuk keris milik Presiden Prabowo, keris milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Keris Garuda Nuswantoro yang sebelumnya telah diserahkan sebagai keris negara.
Maestro tosan aji asal Kabupaten Malang, Empu Fanani Singosari, mengatakan kehadiran keris-keris tersebut merupakan bentuk kehormatan sekaligus momentum penting bagi pelestarian budaya nusantara.
“Untuk memamerkan keris-keris khusus seperti kerisnya Bapak Prabowo yakni Kyahi Sempana, kemudian didampingi keris menteri, termasuk juga Keris Garuda Nuswantoro yang tahun lalu kami serahkan sebagai keris negara. Ini momentum yang istimewa karena bertepatan dengan Hari Keris Nasional,” ujar Empu Fanani, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, proses peminjaman dan pameran keris-keris tersebut telah melalui koordinasi dengan pihak terkait hingga akhirnya mendapatkan izin resmi.
“Ketika ada permohonan dari panitia, ternyata mendapatkan izin dan kemudahan akses. Ini menjadi kehormatan bagi kami dan anugerah bagi Malang Raya,” tambahnya.

Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan RI, Insan Abdirrohman. Ia menegaskan bahwa digitalisasi menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya.
“Keris menjadi perhatian kami untuk terus dilestarikan melalui digitalisasi agar dapat dinikmati generasi muda. Mereka bisa memahami bentuk, deskripsi, dan nilai filosofisnya,” ujar Insan.
Ia menambahkan, upaya tersebut juga melibatkan pelajar dan komunitas muda melalui berbagai program edukasi serta kolaborasi di media sosial.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sarkowi V. Zahry, yang hadir sebagai tamu kehormatan, menegaskan pentingnya pelestarian keris melalui pendekatan digital agar dapat menjangkau generasi muda.
“Keris ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan kepada anak cucu kita. Kementerian Kebudayaan juga mendorong digitalisasi agar aset keris bisa dinikmati generasi muda, milenial, dan Gen Z,” ujarnya.
Ia menjelaskan, digitalisasi dilakukan melalui dokumentasi, deskripsi, hingga nilai filosofis keris yang kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
“Dengan begitu, keris tidak berhenti di generasi terdahulu, tetapi bisa dipahami dan dibanggakan oleh generasi penerus bangsa,” katanya. (saf)