JAVASATU.COM- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispussipda) Kota Malang menggembleng 60 penulis lokal melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT Kota Malang ke-112 dan difokuskan untuk melahirkan karya berupa buku antologi yang mengangkat kekayaan budaya daerah.

Bimtek yang dibuka langsung oleh Kepala Dispussipda Kota Malang, Ir. Yayuk Hermiati, M.H, tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa (2/6/2026) hingga Rabu (3/6/2026). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat literasi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal melalui karya tulis.
“Berharap kegiatan ini dapat melahirkan penulis-penulis lokal yang produktif, kritis, serta mampu mengangkat identitas budaya Kota Malang di tengah arus digitalisasi,” ujar Yayuk Hermiati, Rabu (3/6/2026).
Pada hari pertama, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber lintas bidang. Dosen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Asri Hayati Nufus, memaparkan pemetaan Cagar Budaya serta 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di Kota Malang.
Sementara itu, Budayawan Senior Dukut Imam Widodo membekali peserta dengan teknik penulisan kearifan lokal, mulai dari kidungan, parikan, jula-juli, hingga sejarah Osob Kiwalan (Boso Walikan). Akademisi Budi Fathony juga turut memberikan penguatan materi dalam sesi tersebut.
Memasuki hari kedua, kegiatan bertema “Menyemai Aksara, Merawat Warisan” difokuskan pada penguatan literasi digital dan teknik penulisan modern. Pemateri dari BI Mengajar, Tomi Adi Saputra selaku Asisten Manajer FPPUKIS KPw BI Malang, membahas literasi keuangan dan sejarah digital agar konten budaya lokal lebih adaptif di era teknologi.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kliktimes.com, Bagus Ary Wicaksono, mengulas teknik penulisan esai dan artikel ilmiah populer yang komunikatif dan mudah dipahami.
Penulis budaya sekaligus kurator museum, Devan Firmansyah, menegaskan pentingnya riset mendalam sebelum menulis karya sejarah maupun budaya.
“Lakukan riset dan studi pustaka dulu sebelum turun lapangan, jangan lupa susun daftar pertanyaan ke narasumber,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan antusias mengikuti setiap sesi materi. Bahkan, sejumlah peserta juga memperoleh apresiasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang.
Kegiatan Bimtek ini tidak berhenti pada tahap pelatihan. Panitia akan melanjutkan ke Technical Meeting (TM) pada 17 Juni 2026 untuk mengevaluasi hasil karya peserta sebelum diterbitkan menjadi buku antologi resmi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). (arf)