JAVASATU.COM- Lulusan SMK dan SMA menjadi pencari kerja yang paling dibutuhkan perusahaan dalam Job Fair Tematik 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik di Icon Mall Gresik, Jumat (17/7/2026). Dari total 3.677 lowongan kerja yang telah difasilitasi hingga Juli 2026, sebanyak 3.145 posisi diperuntukkan bagi lulusan SMK/SLTA.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik, Zainul Arifin. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri Gresik masih didominasi lulusan pendidikan menengah yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
“Kebutuhan industri di Gresik hingga Juli 2026 masih didominasi lulusan SMK/SLTA dengan 3.145 lowongan. Selain itu tersedia 377 lowongan untuk lulusan S1, 111 lowongan D3, 20 lowongan D1/D2, 14 lowongan SMP, dan 20 lowongan bagi lulusan SD,” ujar Zainul.
Ia menjelaskan, Job Fair Tematik 2026 menjadi implementasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah tidak hanya membuka akses lapangan kerja, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja yang memiliki daya saing sesuai kebutuhan industri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Disnaker Gresik menyediakan 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut melengkapi mini job fair yang digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang difasilitasi hingga Juli mencapai 3.677 lowongan kerja.
“Job Fair Tematik merupakan bagian dari upaya pemerintah mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan pencari kerja secara lebih efektif dan terukur,” katanya.
Zainul mengungkapkan, evaluasi Job Fair 2025 menunjukkan masih terdapat 396 lowongan kerja yang belum terisi. Posisi yang paling sulit dipenuhi di antaranya crew store, sales, pengemudi, dan tenaga keamanan bersertifikat, karena membutuhkan kompetensi khusus.
Untuk meningkatkan efektivitas penempatan tenaga kerja, Disnaker Gresik mewajibkan seluruh perusahaan peserta Job Fair melaporkan hasil rekrutmen paling lambat tiga bulan setelah kegiatan berlangsung.
“Kami mewajibkan seluruh perusahaan peserta Job Fair melaporkan hasil rekrutmen paling lambat tiga bulan setelah kegiatan. Evaluasi ini penting agar efektivitas penempatan tenaga kerja dapat diukur dan menjadi dasar penyusunan kebijakan berikutnya,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Sepanjang 2025, Disnaker telah melatih 756 calon tenaga kerja, terdiri dari 466 pencari kerja dan 290 peserta program pendamping ijazah SMK.
Hasilnya, sekitar 85 persen peserta pelatihan telah berhasil terserap ke dunia kerja, sementara sisanya masih dalam proses pendataan.
“Pelatihan terus kami sesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan dan peluang kerja semakin terbuka,” ujar Zainul.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan penyelenggaraan Job Fair bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan dunia industri.
“UMK yang tinggi harus selaras dengan kualitas SDM yang tinggi. Pemerintah tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat Gresik siap mengisi peluang tersebut,” tegas Bupati Yani.
Selain bursa kerja, Job Fair Tematik 2026 juga menghadirkan seminar “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri” yang menghadirkan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, sebagai narasumber. (bas/arf)