JAVASATU.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik (Unigres) Kelompok 15 menggelar edukasi perlindungan anak sejak dini bagi para orang tua peserta didik di SPS PAUD Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pola pengasuhan positif, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran keluarga sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak.
Ketua KKN Universitas Gresik Kelompok 15 Desa Betiting, Harfinsyah Ramadlana, mengatakan edukasi perlindungan anak dipilih karena masih pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola asuh yang sehat dan perlindungan terhadap anak sejak usia dini.
“Melalui program ini kami berharap para orang tua semakin memahami pentingnya perlindungan anak sejak dini sehingga dapat menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Harfinsyah Ramadlana.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga membagikan susu dan makanan ringan kepada anak-anak sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi mereka. Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari orang tua maupun peserta didik.
Program edukasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengabdian Mahasiswa KKN Universitas Gresik Kelompok 15 yang mengusung tema “Wujudkan Gresik GEMAKARYA melalui Gerakan Desa SEMARAK (Sehat, Aman, Sejahtera, dan Kreatif) bersama UNIGRES.” Selama menjalankan KKN di Desa Betiting hingga 7 Agustus 2026, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan desa.
Tidak hanya fokus pada perlindungan anak, mahasiswa juga akan menggelar pelatihan WhatsApp Business bagi pelaku UMKM, penyuluhan hukum, optimalisasi Pos Bantuan Hukum (Posbankum), edukasi kesehatan, serta berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Harfinsyah mengungkapkan pelaksanaan KKN menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota kelompok untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Menurutnya, mayoritas anggota Kelompok 15 juga berstatus sebagai pekerja sehingga harus mampu membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Mayoritas anggota Kelompok 15 merupakan mahasiswa yang juga berstatus sebagai pekerja. Dengan waktu pelaksanaan KKN yang relatif singkat, kami dituntut mampu membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun keterbatasan waktu bukan menjadi alasan untuk mengurangi semangat kami dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Betiting,” katanya.
Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Betiting dan masyarakat, Mahasiswa KKN Universitas Gresik berharap seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya desa yang sehat, aman, sejahtera, kreatif, dan mandiri. (bas/arf)