JAVASATU.COM- Beragam hasil karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang menjadi magnet bagi pengunjung Car Free Day (CFD) Ijen, Kota Malang, Minggu (19/7/2026). Mulai dari batik tulis, lukisan, kaos sablon, hingga produk kuliner seperti kopi, sari kedelai, tempe, dan telur asin dipamerkan dalam sebuah booth yang dipadati masyarakat.

Stan Lapas Malang yang berlokasi di Jalan Semeru, tepat di kawasan panggung utama CFD Ijen, tak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang interaksi antara masyarakat dengan hasil pembinaan warga binaan. Sejumlah pengunjung terlihat membeli produk sekaligus berbincang dengan petugas mengenai proses pembinaan di dalam lapas.
Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Malang, Agung Fajar, mengatakan pameran tersebut bertujuan memperkenalkan kualitas produk hasil karya warga binaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan kemandirian di dalam lapas.
“Kami terus berupaya mengenalkan karya warga binaan kepada masyarakat. Alhamdulillah masyarakat memberikan respons yang sangat positif. Sebagian hasil penjualan produk ini juga dikembalikan kepada warga binaan melalui buku tabungan premi sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan kreativitas mereka selama mengikuti program pembinaan,” ujar Agung Fajar.
Antusiasme pengunjung semakin meningkat saat pembina seni lukis Lapas Malang, Tri, menampilkan atraksi live painting di lokasi pameran. Selama sekitar 40 menit, ia melukis suasana Car Free Day secara langsung di hadapan masyarakat. Bahkan, beberapa pengunjung ikut mencoba menggoreskan kuas di atas kanvas sehingga menciptakan interaksi yang hangat antara masyarakat dan dunia pembinaan di lapas.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Tris Santoso. Saat meninjau pelaksanaan CFD Ijen, ia menyempatkan diri mengunjungi booth Lapas Malang dan membeli sejumlah produk hasil karya warga binaan sebagai bentuk apresiasi terhadap program pembinaan.
“CFD merupakan ruang publik yang sangat tepat untuk mengenalkan berbagai produk dan karya dari Lapas kepada masyarakat. Semoga apresiasi yang diberikan masyarakat hari ini menjadi penyemangat bagi teman-teman warga binaan untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” kata Tris Santoso.
Selain menghadirkan pameran karya, Lapas Malang bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Sebanyak 100 warga memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Kepala Seksi Perawatan Lapas Kelas I Malang, Moch. Agung Bachtiar, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari bakti sosial sekaligus upaya mendekatkan layanan pemasyarakatan kepada masyarakat.
“Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menunjukkan bahwa pemasyarakatan juga hadir untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa hasil pembinaan warga binaan mendapat apresiasi positif dari publik. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat bahwa lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat membangun keterampilan dan harapan baru bagi warga binaan.
“Melalui pameran karya warga binaan dan pelayanan kesehatan, masyarakat dapat melihat bahwa Lapas bukan semata-mata tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat pembinaan yang membentuk keterampilan, produktivitas, dan harapan baru. Dukungan masyarakat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri kembali sebagai pribadi yang lebih baik,” pungkas Christo. (dop/arf)