JAVASATU.COM- Pimpinan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat melalui momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi kader sekaligus penguatan kapasitas perempuan muda NU agar lebih berdaya dan berdampak.

“Melalui harlah ini kami berharap ada peningkatan kapasitas dan kompetensi kader Fatayat NU, baik secara personal maupun dalam memajukan organisasi,” ujar Ketua Pimpinan Fatayat NU Dukun, Siti Amsaroh, Rabu (29/4/2026).
Puncak peringatan Harlah digelar di Kantor MWCNU Dukun, Jalan Raya Mojopetung, dengan rangkaian kegiatan kirab kader yang melibatkan ratusan anggota Fatayat NU. Kirab tersebut menyusuri sejumlah wilayah di Kecamatan Dukun sebagai bentuk sosialisasi sekaligus penguatan eksistensi organisasi di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, kader Fatayat NU Dukun tetap guyup rukun dan kompak. Dengan kebersamaan ini, setiap persoalan organisasi insyaallah bisa cepat diselesaikan,” tambah Siti Amsaroh.
Mengusung tema “Berdaya, Berdampak dan Mendunia”, Fatayat NU Dukun menargetkan peningkatan kualitas sumber daya kader agar mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Gresik, Masruroh, menilai bahwa peran Fatayat NU sangat strategis dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berdaya.
“Fatayat NU harus memiliki orientasi yang jelas dalam setiap gerakannya. Berdaya dan berdampak harus diwujudkan dalam program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan organisasi perempuan seperti Fatayat NU menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan, terutama di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun, KH Moh Sholeh, mengapresiasi kontribusi Fatayat NU dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia berharap organisasi ini terus meningkatkan peran dan kiprahnya.
“Fatayat NU memiliki peran penting dalam masyarakat. Momentum harlah ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas kader serta memperkuat kebersamaan dalam organisasi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen NU untuk terus bersinergi dalam menjalankan program-program yang bermanfaat bagi umat.
“Mari kita perkuat koordinasi dan kerja sama agar program organisasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Selain kirab, kegiatan Harlah Fatayat NU Dukun juga diisi dengan peringatan Hari Kartini 2026 yang semakin menegaskan semangat emansipasi perempuan dalam tubuh organisasi. Acara ditutup dengan pembagian doorprize yang menambah antusiasme peserta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rois Syuriah MWCNU Dukun, Dr KH Ahmad Thoyyib Mas’udi, Kepala Desa Mojopetung Moh Nasihan, serta kader NU dari berbagai badan otonom dan lembaga di Kecamatan Dukun.
Momentum Harlah ke-76 ini diharapkan mampu memperkuat posisi Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda yang aktif, progresif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat. (hoo/arf)