JAVASATU.COM- DPRD Kabupaten Malang mendukung proyek pelebaran jalan menuju Pantai Balekambang sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Malang Selatan. Jalan yang lebih lebar dan nyaman diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi unggulan tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Malang Ahmad Andi mengatakan pelebaran jalan menjadi langkah strategis untuk memperkuat akses menuju Pantai Balekambang yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Kabupaten Malang.
“Pembangunan ini memang membutuhkan waktu, tetapi setelah selesai masyarakat akan menikmati akses jalan yang lebih baik,” kata Ahmad Andi, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sepanjang jalur menuju Balekambang.
“Dengan akses yang lebih luas, distribusi hasil pertanian akan lebih lancar dan sektor wisata juga semakin berkembang,” ujarnya.
“Kami berharap masyarakat bersabar karena pembangunan ini dilakukan untuk kepentingan jangka panjang,” tuturnya.
Ia juga meminta kontraktor pelaksana bekerja maksimal agar proyek dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat dan pelaku usaha wisata.
“Harapan kami, kontraktor dapat segera menyelesaikan pekerjaan ini agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Kusuma menjelaskan proyek pelebaran jalan mencakup ruas Gondanglegi hingga Pantai Balekambang. Pekerjaan dibagi dalam dua segmen, yakni Gondanglegi-Wonokerto dan Wonokerto-Balekambang.
“Peningkatan jalan ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Khairul.
Pemkab Malang berharap proyek pelebaran jalan tersebut mampu mempercepat pengembangan kawasan wisata Balekambang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Malang Selatan. (arf)
Saya pernah ke Balekambang untuk camping bersama keluarga. Saat malam hari ada sound horeg yg makin malam terus bertambah untuk battle. Inginnya mencari ketenangan kok malah bising akhirnya tengah malam cabut tenda pindah ke kondang merak di sana tak ada sound dan ternyata yg ngecamp disana sangat banyak , mencari tempat celah satu tenda saja gak dapat krn sdh penuh
Dari kasus ini jika bale kambang ingin menarik wisatawan lebih banyak buatlah pantainya yg tenang dari hingar bingarnya sound. Saya yakin orang yg mencari ketenangan itu jauh lebih banyak. Buktinya di pantai kondang merak