JAVASATU.COM- Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan tren positif berdasarkan Survei Litbang Kompas terbaru. Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri mengalami kenaikan signifikan.

Survei Litbang Kompas mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil survei pada 2025 yang berada di angka 76,2 persen.
Tidak hanya itu, citra kelembagaan Polri juga mengalami peningkatan signifikan menjadi 71,5 persen dari sebelumnya 64,4 persen. Berdasarkan hasil Survei Litbang Kompas, kenaikan citra positif Polri tersebut dikaitkan dengan semakin banyaknya pelibatan anggota Polri sebagai ujung tombak aparat Bhayangkara di lapangan.
Diketahui, Survei Litbang Kompas dilaksanakan pada 9 hingga 18 April 2026 dan dipublikasikan pada Jumat (26/6/2026). Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.
Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, memberikan apresiasi atas capaian hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri meningkat signifikan menjadi 82,4 persen.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja dan dedikasi tinggi Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., beserta seluruh jajaran Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek di seluruh Indonesia yang tanpa kenal lelah bekerja siang dan malam dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah kerjanya masing-masing,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Nasky, yang juga merupakan penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat, memaparkan beberapa poin penting yang menurutnya menjadi faktor meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri.
Pertama, institusi kepolisian di bawah kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dinilai konsisten membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan yang objektif serta konstruktif dari berbagai elemen masyarakat guna memperkuat kinerja dan profesionalisme institusi dalam melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat.
Kedua, Polri dinilai semakin responsif dan adaptif dalam merespons berbagai keluhan masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, Polri dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang membuat masyarakat merasa lebih dekat dan nyaman.
“Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah membawa wajah baru Polri. Tidak lagi sekadar mengedepankan tindakan represif atau penegakan hukum yang kaku, melainkan pendekatan yang persuasif, solutif, dialogis, dan mengayomi. Polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih cepat merespons aduan warga. Arah transformasi Polri Presisi saat ini kian jelas. Perubahan kultur ini yang membuat masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar Nasky.
Selanjutnya, alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menegaskan bahwa publik harus objektif dan jujur mengakui kinerja institusi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, visi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat yang diusung Kapolri bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar diwujudkan melalui reformasi internal serta arah transformasi dalam peningkatan pelayanan publik yang nyata. Kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang dinilai tenang, disiplin, tegas, dan responsif disebut menjadi salah satu kunci utama di balik meningkatnya kepercayaan publik tersebut.
Kendati demikian, Founder Nasky Milenial Center (NMC) itu mengingatkan agar capaian tingkat kepercayaan publik sebesar 82,4 persen tidak membuat jajaran kepolisian cepat berpuas diri maupun terlena.
Menurutnya, hasil survei tersebut harus dijadikan sebagai vitamin dan motivasi untuk terus mempertahankan prestasi, meningkatkan kinerja secara konsisten, memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada, serta terus menjadi pelayan, pelindung, dan pengayom bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Capaian ini harus dimaknai sebagai amanah rakyat yang mendorong institusi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta keberpihakan pada nilai-nilai keadilan, hak asasi manusia, dan demokrasi. Hal itu harus tercermin melalui pelayanan publik yang humanis, penegakan hukum yang berkeadilan, serta keterbukaan terhadap kritik sebagai bagian dari iklim demokrasi yang sehat,” pungkasnya. (arf)