JAVASATU.COM- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University Bandung mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor tekstil di Kecamatan Arcamanik untuk mengatasi pemborosan dalam proses produksi sekaligus meningkatkan kinerja bisnis. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan pengukuran kinerja usaha, pengelolaan investasi, hingga efisiensi biaya operasional.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Deden Syarif Hidayatulloh, mengatakan masih banyak UMKM tekstil memiliki kemampuan produksi yang baik, namun belum didukung sistem pengukuran kinerja yang memadai. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengidentifikasi sumber pemborosan dan mengambil keputusan bisnis secara tepat.
“Kami ingin membantu pelaku usaha agar mampu mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki proses bisnisnya secara berkelanjutan, salah satunya melalui pengelolaan CAPEX dan OPEX,” ujar Deden, Minggu (28/6/2026).
Menurut Deden, industri tekstil dan garmen merupakan salah satu sektor padat karya yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari belum memiliki indikator kinerja yang terukur, produktivitas yang belum optimal, tingginya pemborosan dalam proses produksi, hingga lemahnya perencanaan investasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian Telkom University memberikan pelatihan penyusunan indikator kinerja bisnis dari aspek finansial maupun operasional. Peserta juga diajarkan membuat dashboard kinerja sederhana berbasis spreadsheet sebagai alat untuk memantau perkembangan usaha dan mengevaluasi efisiensi produksi.
“Peserta mendapatkan pelatihan mengenai penyusunan indikator kinerja bisnis dari aspek finansial maupun operasional, termasuk pembuatan dashboard kinerja sederhana berbasis spreadsheet,” katanya.
Selain itu, para pelaku UMKM dibekali pemahaman mengenai pengelolaan belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) dan biaya operasional atau Operational Expenditure (OPEX). Materi tersebut mencakup cara menghitung kebutuhan investasi peralatan serta menentukan prioritas investasi berdasarkan analisis biaya dan manfaat agar pengeluaran usaha lebih efisien.
Deden menjelaskan, pendampingan dilakukan melalui pendekatan partisipatif-terapan yang memadukan workshop, praktik lapangan, mentoring, hingga evaluasi secara berkelanjutan. Metode tersebut diharapkan mampu membantu pelaku UMKM menerapkan materi secara langsung dalam kegiatan usahanya.
“Program pendampingan menggunakan pendekatan partisipatif-terapan melalui workshop, praktik lapangan, mentoring, dan evaluasi secara berkelanjutan agar materi yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui program ini, Telkom University berharap UMKM tekstil mampu menekan pemborosan produksi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing usaha melalui pengelolaan bisnis yang lebih efektif dan berbasis data. (bas/nuh)