JAVASATU.COM- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rampal Celaket, Kota Malang, memanfaatkan masa libur distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama tiga pekan untuk melakukan perawatan menyeluruh terhadap fasilitas dapur.
Meski produksi makanan dihentikan sementara selama libur sekolah, pengelola tetap mempekerjakan relawan secara bergiliran agar dapur siap kembali beroperasi pada pertengahan Juli.

“Memang diliburkan selama libur sekolah sampai 13 Juli 2026 dan akan kembali beroperasi,” kata Pemilik SPPG Rampal Celaket, Hanan Jalil, Selasa (30/6/2026).
Distribusi MBG di SPPG Rampal Celaket dihentikan sementara sejak 22 Juni hingga 13 Juli 2026 mengikuti kalender libur sekolah. Selama masa jeda tersebut, pengelola fokus melakukan berbagai pekerjaan pemeliharaan tanpa mengganggu proses produksi makanan.
Dari total 47 relawan yang tergabung di SPPG Rampal Celaket, setiap hari sebanyak enam hingga 10 orang tetap dijadwalkan bekerja secara bergiliran. Mereka bertugas melakukan perawatan dapur sekaligus tetap menerima upah selama masa libur operasional.
“Seluruh relawan ada 47 orang. Selama libur sekolah ini kegiatan dapur tetap ada, mereka kami pekerjakan dengan dibayar secara bergantian. Kami sistem shift sehari sekitar enam sampai 10 orang,” ujar Hanan.
Menurut Hanan, masa libur sekolah menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki berbagai fasilitas dapur agar kembali memenuhi standar operasional sebelum program MBG kembali berjalan.
Perawatan yang dilakukan meliputi perbaikan peralatan dapur yang mengalami kerusakan, pelapisan ulang lantai menggunakan epoxy, hingga pengecatan kembali sejumlah bagian bangunan yang mulai kusam.
“Membenahi beberapa yang rusak. Selama sudah dipakai tentu ada alat yang rusak, lantai harus epoxy ulang. Perbaikan cat, beberapa ada yang perlu dicat ulang, kami perbaiki sesuai dengan SOP,” jelasnya.
Sementara relawan yang tidak mendapat giliran bekerja dipersilakan memanfaatkan waktu untuk mencari penghasilan tambahan. Hanan mengaku justru mendorong para relawan tetap produktif selama distribusi MBG dihentikan sementara.
“Saya malah menyarankan seperti itu. Kebanyakan ada yang ngojek, ada yang jadi tukang parkir, ada juga yang buka usaha. Kalau bisa kerja di luar yang lebih banyak gajinya ya monggo,” katanya.
Hanan berharap seluruh proses perawatan dapat diselesaikan sebelum operasional kembali dimulai pada 13 Juli 2026. Dengan demikian, dapur SPPG Rampal Celaket siap melayani penerima manfaat dalam kondisi optimal dan tetap memenuhi standar operasional program MBG.
“Harapan kami, dapur SPPG dapat kembali beroperasi dalam kondisi prima dan memenuhi standar operasional saat melayani penerima manfaat,” pungkasnya. (saf)