JAVASATU.COM- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghidupkan kembali permainan tradisional melalui Festival Dolanan yang digelar di Taman Dolan Batu, Jumat (27/6/2026).
Kegiatan bertema “Balik Dolanan” itu menjadi bagian dari Praktikum 3 Brand Activation sekaligus upaya mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan era digital.

“Permainan tradisional perlahan mulai dilupakan oleh generasi sekarang. Padahal di setiap dolanan terdapat nilai kebersamaan, kejujuran, kreativitas, serta kearifan lokal yang perlu terus diwariskan. Melalui Festival Dolanan, kami ingin menghadirkan kembali pengalaman bermain secara langsung dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan bagi keluarga yang berkunjung ke Taman Dolan Batu,” kata Ketua Pelaksana Festival Dolanan, Muhammad Farelino.
Festival yang digagas tim Wavvy Creative tersebut menghadirkan berbagai permainan tradisional, seperti engklek, congklak, egrang, bakiak, bentengan, gobak sodor, hingga bekel. Seluruh permainan dapat diikuti peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Sebelum mengikuti permainan, peserta mendapatkan sesi edukasi bersama Mbah Jo yang memperkenalkan sejarah, filosofi, serta cara memainkan setiap permainan tradisional. Kegiatan itu bertujuan agar peserta tidak hanya bermain, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Selain permainan rakyat, festival juga dimeriahkan penampilan Laskar Angin Percussion, pertunjukan Teater Sinden FISIP UMM bertajuk “Kalah Menang, Sing Penting Dolan Bareng”, serta penampilan Miben Voice yang membawakan lagu-lagu tradisional Jawa seperti Padang Bulan, Cublak-Cublak Suweng, dan Prau Layar.
Puncak acara ditandai dengan prosesi Lentera Malam. Para peserta menuliskan harapan pada secarik kertas sebelum menerbangkan lentera bersama sebagai simbol harapan agar permainan tradisional dan nilai kebersamaan tetap lestari di tengah perkembangan teknologi.
Dosen Pembimbing Praktikum Brand Activation Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji, mengatakan Festival Dolanan menjadi bentuk implementasi pembelajaran mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga memberikan manfaat sosial melalui pelestarian budaya.
“Festival ini menjadi upaya untuk mengingatkan kembali permainan-permainan tradisional yang dahulu pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun kini mulai terlupakan oleh generasi muda. Harapannya, budaya bermain bersama dapat kembali dikenal dan diwariskan kepada anak-anak saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Owner Taman Dolan Batu, Miftah Hadi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UMM yang menghadirkan kegiatan sejalan dengan konsep wisata edukasi berbasis budaya yang dikembangkan Taman Dolan Batu.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi momen yang mampu mempererat hubungan keluarga melalui pengalaman bermain, belajar, dan menikmati budaya bersama di Taman Dolan Batu,” katanya.
Festival Dolanan mendapat sambutan antusias dari pengunjung. Banyak keluarga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak mereka.
Selain menjadi sarana rekreasi, festival ini juga memperkuat peran mahasiswa UMM dalam mengajak masyarakat menjaga kelestarian budaya melalui pengalaman bermain yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. (arf)