JAVASATU.COM- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, mengingatkan para murid baru untuk menjauhi segala bentuk perundungan atau bullying saat mengunjungi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Ngasem, Kabupaten Kediri, Senin (13/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mas Dhito menegaskan bahwa sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Karena itu, ia meminta para siswa tidak melakukan perundungan, baik secara fisik maupun verbal.
“Saya juga ingatkan jangan melakukan bullying, baik secara fisik ataupun verbal,” kata Mas Dhito di hadapan murid baru.
SMP Negeri 2 Ngasem merupakan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri yang berdiri pada 2023. Tahun ajaran ini, sebanyak 128 siswa kelas VII mengikuti kegiatan MPLS selama lima hari sebagai bagian dari pengenalan lingkungan sekolah, kurikulum, guru, serta pembentukan karakter sejak hari pertama masuk sekolah.
Selain mengingatkan soal bullying, Mas Dhito juga mendorong para siswa agar lebih fokus belajar dan mengurangi penggunaan gawai secara berlebihan. Menurutnya, kedisiplinan dan semangat belajar menjadi bekal penting untuk meraih prestasi.
“Kalau guru sedang ngajar perhatikan, kalian sudah SMP, kalau ada kendala lapor,” pesannya kepada para siswa.
Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga berdialog dengan siswa kelas VIII. Ia menyoroti masih banyak pelajar SMP yang membawa sepeda motor ke sekolah meski belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan pemerintah daerah agar keselamatan pelajar tetap terjaga.
“Ini yang menjadi dilema dan persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan orang tua murid di seluruh Kabupaten Kediri,” ujar Mas Dhito.
Pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 2 Ngasem diharapkan menjadi awal terbentuknya budaya sekolah yang ramah, aman, dan bebas dari perundungan, sehingga para siswa dapat belajar dan berkembang dalam lingkungan yang kondusif. (kur/arf)