JAVASATU.COM- Polisi masih menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut yang melibatkan Toyota Hiace dan truk Hino di KM 76.600A Tol Malang-Pandaan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kecelakaan yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 18.15 WIB itu menewaskan tiga penumpang Hiace dan melukai lima orang lainnya.

Rekaman CCTV menjadi salah satu fokus penyelidikan guna memastikan rangkaian peristiwa sebelum tabrakan terjadi. Selain itu, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti.
“Petugas telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti. Penanganan serta penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab dan rangkaian kejadian kecelakaan tersebut,” kata Kasihumas Polres Malang, AKP M. Budiono, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Toyota Hiace yang dikemudikan AW melaju dari arah utara ke selatan di lajur kiri dengan membawa delapan penumpang. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut menabrak bagian belakang truk Hino yang dikemudikan AG yang melaju searah di depannya.
Polisi menduga pengemudi Hiace tidak mampu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Meski demikian, dugaan tersebut masih akan dicocokkan dengan hasil analisis rekaman CCTV dan keterangan para saksi.
“Diduga pengemudi Hiace kurang bisa menjaga jarak aman dengan kendaraan yang berada di depannya. Saat jarak sudah dekat, terjadi tabrak belakang,” ujar Budiono.
Selain menelusuri rekaman CCTV, penyidik juga mengevaluasi sejumlah faktor lain yang berpotensi memengaruhi kecelakaan, termasuk kondisi penerangan di lokasi kejadian. Namun, hingga kini polisi belum menyimpulkan faktor utama penyebab kecelakaan.
“Untuk faktor kendaraan, kondisi jalan, dan cuaca sejauh ini tidak ditemukan berpengaruh terhadap kecelakaan. Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” jelas Budiono.
Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang Hiace meninggal dunia, yakni Octavivin Tristianto (40), Burhanuddin (46), dan Ahdan Wal Mutaq (10), yang seluruhnya berasal dari Sulawesi Selatan. Jenazah para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Sementara itu, lima penumpang lainnya, yakni Erniawati (40), Putri (28), Yusdalifah (42), M. Yusuf Sulaiman (2), dan Bilqis Nurfara (8), mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Lawang Medika. (dop/arf)