JAVASATU.COM- Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, membahas penerapan KMA 736 dan KMA 737 dalam rapat koordinasi menyambut tahun ajaran 2026/2027. Salah satu perhatian utama dalam rakor tersebut yakni memastikan guru bersertifikat pendidik tidak mengalami kendala dalam pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Rakor digelar di Rumah Makan Perahu Pecah, Kecamatan Panceng, Gresik, Selasa (28/7/2026). Kegiatan diikuti seluruh kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Dukun bersama Pengawas Madrasah Kecamatan Dukun.
“Mengawali tahun ajaran baru ini tentu ada semangat baru untuk kita semua. Rapat dinas dan rakor tersebut adalah bagian dari pendampingan lembaga binaan,” kata Pengawas Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Dukun, Suprianto, S.Pd.I., M.Pd.
Suprianto menjelaskan, KMA 737 menjadi salah satu materi penting yang disosialisasikan kepada kepala madrasah. Regulasi tersebut berkaitan dengan kesesuaian sertifikat pendidik dan kualifikasi akademik dengan bidang tugas guru.
Sementara KMA 736 berkaitan dengan pemenuhan beban kerja guru bersertifikat pendidik. Pemahaman terhadap kedua ketentuan tersebut dinilai penting agar administrasi guru dan madrasah berjalan sesuai ketentuan.
“Penyesuaian KMA tersebut diharapkan tidak menimbulkan masalah dalam pencairan TPG ke depannya. Oleh karena itu, lembaga harus teliti betul dalam mengisi EMIS GTK 4.0,” ujarnya.
Menurut Suprianto, ketelitian dalam pengisian data EMIS GTK 4.0 menjadi bagian penting dalam memastikan administrasi madrasah berjalan baik. Karena itu, kepala madrasah diminta melakukan pengecekan data secara cermat, khususnya yang berkaitan dengan guru bersertifikat pendidik.
Selain membahas KMA 736 dan KMA 737, rakor juga menjadi forum koordinasi untuk menyampaikan informasi terbaru dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. Berbagai masukan dari kepala madrasah dibahas untuk ditindaklanjuti melalui program kerja KKMI Kecamatan Dukun.
Ketua KKMI Kecamatan Dukun, Nurus Shobah, S.S., mengatakan sinergi antar kepala madrasah dan pengawas diperlukan untuk memastikan program kerja KKMI berjalan efektif. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk membahas persoalan administrasi dan kebutuhan madrasah di lapangan.
“Mari bersama-sama menyukseskan program KKMI, baik yang berkaitan dengan penyelesaian administrasi maupun program kerja hasil Raker KKMI Kecamatan Dukun. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kemajuan madrasah di Kecamatan Dukun,” kata Shobah.
Rakor mengusung tema “Bersama Melangkah, Pendidikan Berkah untuk Madrasah: Sinergi Hati, Kuatkan Potensi Menuju Madrasah Berprestasi”.
Selain membahas regulasi dan administrasi, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi serta silaturahmi antar kepala madrasah. (hoo/arf)