email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Air Cucian Pusaka Talaga Manggung Majalengka Diburu Warga, Ada dari Sumedang

by Eko Widiantoro
3 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Air bekas cucian pusaka dalam tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung diburu warga. Salah satunya Yayah (53), warga Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, yang rela datang bersama rombongan menggunakan sekitar lima mobil ke Museum Talaga Manggung, Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Majalengka.

Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Sedot Ribuan Pengunjung. (Foto: Eko/Javasatu.com)

Yayah datang bukan sekadar untuk menyaksikan prosesi pencucian ratusan pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung. Ia juga berharap bisa mendapatkan air bekas pencucian pusaka yang diyakini masyarakat memiliki nilai keberkahan.

“Saya sudah mengikuti tradisi ini selama bertahun-tahun. Air bekas pencucian pusaka ini kami maknai sebagai simbol doa dan harapan, mudah-mudahan usaha pertanian keluarga diberi kelancaran dan hasil panen yang melimpah,” ujar Yayah.

Bagi warga seperti Yayah, perjalanan dari Sumedang ke Majalengka menjadi bagian dari upaya mengikuti tradisi yang telah diyakininya selama bertahun-tahun.

“Saya datang bersama rombongan karena ingin ikut menyaksikan tradisi ini dan mendapatkan airnya. Semoga membawa kebaikan dan keberkahan untuk keluarga,” katanya.

Tradisi Nyiramkeun Pusaka digelar di Museum Talaga Manggung, Senin (3/8/2026), bertepatan dengan masuknya Bulan Safar. Ritual tahunan ini telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari dua abad.

Dalam prosesi tersebut, ratusan benda pusaka seperti senjata, perlengkapan kerajaan hingga benda bersejarah dibersihkan menggunakan air yang berasal dari sembilan mata air. Sumber air itu yakni Gunung Bitung, Situ Sangiang, Cikiray, Wanaperih, Lemahabang, Regasari, Ciburuy, Cicamas dan Nunuk.

Air yang digunakan untuk mencuci pusaka kemudian menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian warga. Pengunjung dari sejumlah daerah seperti Sumedang, Cirebon, Indramayu hingga Banten datang mengikuti rangkaian tradisi tersebut.

BacaJuga :

MUI Jatim Siapkan AI Mu’awin Berbasis Fatwa dan Islam Wasathiyah

Ngalam Hebak 2026 Ajak Warga Rawat Boso Walikan Malang, 27 September Deklarasi

Anggota DPR RI sekaligus tokoh keturunan Talaga Manggung, Tubagus Hasanuddin, mengatakan Nyiramkeun Pusaka bukan sekadar ritual adat. Tradisi tersebut menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dipertahankan masyarakat Talaga.

“Saya melihatnya ini yang tidak terpisahkan dari budaya yang memang sudah dilaksanakan turun-temurun selama lebih dari 250 tahun,” ujar Hasanuddin.

Hasanuddin juga menegaskan bahwa masyarakat tidak memuja benda pusaka dalam tradisi tersebut. Pusaka dipandang sebagai peninggalan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan harus dilestarikan.

“Kita tidak menyembah pusaka atau terlalu mengagung-agungkan pusaka, tetapi menghormati bahwa ini adalah produk warisan nenek moyang kita yang harus dilestarikan. Nilai pelestarian itu sekarang bahkan bisa dikombinasikan dengan kegiatan ekonomi seperti pemberdayaan UMKM,” katanya.

Nyiramkeun Pusaka berkaitan dengan peringatan masuk Islamnya Raden Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum yang diyakini terjadi pada hari Senin di Bulan Safar. Tradisi tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap Sunan Talaga Manggung yang memiliki peran dalam sejarah Kerajaan Talaga Manggung.

Prosesi diawali pembacaan petuah Sunda yang dibawakan seniman asal Ciamis, Godi Suwarna. Selanjutnya, ratusan pusaka dibersihkan menggunakan air dari sembilan sumber mata air tersebut.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan pemerintah daerah mendorong pelestarian Nyiramkeun Pusaka karena tradisi tersebut memiliki nilai budaya sekaligus potensi wisata.

“Kami senantiasa mendorong dan mendukung pengembangan pelestarian kebudayaan serta pemanfaatan kebudayaan, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Eman.

Selain menjaga tradisi leluhur, ramainya Nyiramkeun Pusaka turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kedatangan pengunjung memberi peluang bagi pedagang kuliner, pelaku UMKM dan sektor jasa di sekitar kawasan Museum Talaga Manggung. (eko/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kabupaten MajalengkaPusakaTradisi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Amaris Hotel 19 Tahun, Ada Reels Competition Berhadiah Liburan Gratis

Musorprov KONI Jabar 2026, Pemimpin Dituntut Mampu Satukan Kekuatan Olahraga

Polwan Malang Kota Tembus IAWP Bali 2026, Wakili Jajaran Polres Polda Jatim

Pemkot Malang Siapkan Tambahan Rp50 Miliar, Masih Tunggu Verifikasi

MUI Jatim Siapkan AI Mu’awin Berbasis Fatwa dan Islam Wasathiyah

Ngalam Hebak 2026 Ajak Warga Rawat Boso Walikan Malang, 27 September Deklarasi

TNI Raih 4 Rekor MURI di HUT ke-81, Libatkan Puluhan Ribu Masyarakat

Moreno Soeprapto Minta Maaf soal Video Call saat Rapat DPR

Ngalam Hebak Siap Dideklarasikan, Merawat Malang sebagai Ruang Bersama

WNA Swiss Dilaporkan Hilang di Bawean, Telepon Mati hingga Ditemukan Selamat

Prev Next

POPULER HARI INI

KKI Jatim Seleksi Atlet untuk Piala Panglima TNI

Ngalam Hebak Siap Dideklarasikan, Merawat Malang sebagai Ruang Bersama

Moreno Soeprapto Minta Maaf soal Video Call saat Rapat DPR

Manten Gethek, Saat Sungai Serayu Jadi Pengantin

Kopsyah Mitra Usaha Ideal Gresik Buka Bisnis Percetakan di Sidayu

BERITA LAINNYA

Amaris Hotel 19 Tahun, Ada Reels Competition Berhadiah Liburan Gratis

Musorprov KONI Jabar 2026, Pemimpin Dituntut Mampu Satukan Kekuatan Olahraga

Polwan Malang Kota Tembus IAWP Bali 2026, Wakili Jajaran Polres Polda Jatim

Pemkot Malang Siapkan Tambahan Rp50 Miliar, Masih Tunggu Verifikasi

MUI Jatim Siapkan AI Mu’awin Berbasis Fatwa dan Islam Wasathiyah

Ngalam Hebak 2026 Ajak Warga Rawat Boso Walikan Malang, 27 September Deklarasi

TNI Raih 4 Rekor MURI di HUT ke-81, Libatkan Puluhan Ribu Masyarakat

Moreno Soeprapto Minta Maaf soal Video Call saat Rapat DPR

Ngalam Hebak Siap Dideklarasikan, Merawat Malang sebagai Ruang Bersama

WNA Swiss Dilaporkan Hilang di Bawean, Telepon Mati hingga Ditemukan Selamat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Nazali Lempo Siap Jika Dipercaya Pimpin Kejaksaan Agung

Jembatan Sasak Beureum Sumedang Ditargetkan Rampung 28 Desember

Pemkot Malang Akan Telusuri Ulang 39 Bidang Aset di Ciptomulyo

KKI Jatim Seleksi Atlet untuk Piala Panglima TNI

KKI Jatim Bekali Atlet dan Pelatih Pemahaman Perwasitan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved