email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ngalam Hebak Siap Dideklarasikan, Merawat Malang sebagai Ruang Bersama

by Syaiful Arif
21 September 2026

JAVASATU.COM- Gerakan budaya Ngalam Hebak dijadwalkan dideklarasikan pada 27 September 2026 di Sasana Krida Budaya Celaket, Kota Malang. Gerakan ini membawa semangat “Malang Kabeh, Kabeh untuk Malang” dengan gagasan menjadikan Malang sebagai ruang bersama yang terbuka, inklusif, dan dapat diisi kontribusi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Ilustrasi Ngalam hebak. (Gambar ini dibuat menggunakan AI)

Ngalam Hebak digagas sejumlah tokoh dari berbagai unsur, mulai dari kepolisian, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku budaya hingga media massa.

Para penggagasnya antara lain Kapolresta Malang Kota Kombespol Danang Setiyo Pambudi Sukarno, Ketua Umum Perkumpulan Ilmuwan Sosial Humaniora Indonesia (PISHI) Dr. Wadji, M.Pd., akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Rinikso Kartono, M.Si., akademisi Universitas Brawijaya (UB) Dr. Ahmad Imron Rozuli, SE, M.Si. yang juga Dekan FISIP UB, tokoh masyarakat sekaligus pelaku budaya Hanan Djalil, serta sejumlah pelaku media massa di Malang.

Salah satu penggagas Ngalam Hebak, Dr. Wadji, M.Pd., mengatakan gerakan tersebut tidak sekadar mengajak masyarakat mencintai Kota Malang. Lebih dari itu, Ngalam Hebak ingin membangun kesadaran bahwa Malang merupakan ruang bersama yang dapat dirawat dan dikembangkan oleh siapa pun.

“Ngalam Hebak ini semangatnya adalah Malang Kabeh, Kabeh untuk Malang. Kita ingin menggali identitas, merawat budaya, tetapi juga membangun Malang sebagai ruang bersama,” kata Wadji, Senin (21/9/2026).

Menurut Wadji, semangat ruang bersama tersebut juga berarti tidak membangun batas antara warga lokal dan pendatang. Setiap orang yang hidup, berkarya maupun beraktivitas di Malang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi kota.

Karena itu, Ngalam Hebak membawa pesan “Berkontribusi untuk Ngalam, tanpa merasa paling Ngalam.” Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan bahwa kecintaan terhadap Malang tidak harus diwujudkan dengan merasa lebih memiliki dibandingkan orang lain.

“Menjadi bagian dari Ngalam bukan berarti merasa paling Ngalam. Justru yang penting adalah bagaimana kita berkontribusi untuk Ngalam,” ujar Wadji.

Semangat tersebut kemudian dituangkan dalam sejumlah komitmen Ngalam Hebak. Komitmen itu antara lain mengenal dan menjaga sejarah Ngalam sebagai bagian dari sejarah dan kebudayaan Nusantara, serta merawat budaya lokal yang mencakup Osob Kiwalan atau boso walikan, bahasa, sastra, seni, tradisi dan kearifan lokal.

Ngalam Hebak juga mendorong masyarakat bangga menjadi bagian dari Malang tanpa merasa lebih unggul atau lebih berhak. Malang diharapkan menjadi ruang bersama yang terbuka tanpa diskriminasi berdasarkan asal, suku, agama, profesi, generasi maupun latar belakang.

Komitmen lainnya adalah menghormati martabat manusia dengan menolak penghinaan, diskriminasi, kekerasan dan intoleransi. Masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga Malang agar tetap aman, damai, rukun dan nyaman.

Gerakan ini juga mendorong setiap orang memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, pendidikan, ekonomi, budaya, teknologi, lingkungan maupun pengabdian kepada masyarakat.

Hubungan antara warga lokal dan pendatang, khususnya generasi muda, juga menjadi bagian dari komitmen tersebut. Ngalam Hebak mendorong pergaulan dan dialog terbuka agar perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun Malang.

Di sisi lain, masyarakat diajak menghormati daerah dan budaya lain. Kecintaan terhadap Malang tidak dimaksudkan untuk merendahkan daerah maupun kebudayaan lain, tetapi menjadikan identitas lokal sebagai kekuatan untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan kemanusiaan.

Salah satu wujud pelestarian identitas lokal yang mendapat perhatian adalah Osob Kiwalan atau boso walikan, yang menjadi salah satu ciri khas bahasa Malang.

Ngalam Hebak mendorong boso walikan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi tetap dikenal dan digunakan dalam kehidupan masyarakat, terutama oleh generasi muda.

Dalam rangkaian deklarasi, bahkan direncanakan terdapat kawasan yang mendorong pengunjung, pembeli maupun penjual menggunakan Osob Kiwalan atau boso walikan dalam aktivitas mereka.

“Kita ingin budaya itu tetap hidup dan digunakan. Salah satunya melalui boso walikan yang menjadi ciri khas bahasa Malang. Jadi bukan hanya menjadi cerita tentang masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Wadji.

BacaJuga :

WNA Swiss Dilaporkan Hilang di Bawean, Telepon Mati hingga Ditemukan Selamat

Kopsyah Mitra Usaha Ideal Gresik Buka Bisnis Percetakan di Sidayu

Rangkaian deklarasi Ngalam Hebak juga akan diisi dengan kegiatan seni dan budaya. Sejumlah pertunjukan dari Malang, Banyuwangi dan Bali direncanakan hadir.

Penyanyi asal Banyuwangi Demy juga dijadwalkan tampil. Sementara pada malam hari, kegiatan akan diisi dengan pertunjukan pencak silat.

Pelaku UMKM turut dilibatkan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mempertemukan gerakan budaya dengan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga ruang bersama yang dibangun tidak hanya berkaitan dengan seni dan kebudayaan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk bergerak dan berkembang.

Keseluruhan komitmen tersebut bermuara pada upaya menjadikan identitas lokal sebagai kekuatan yang mempererat masyarakat, bukan menjadi pembatas.

“Kenali sejarahnya, rawat budayanya, hormati warganya, jaga kotanya, dan kontribusikan Ngalam untuk Indonesia dan dunia. Itu semangat yang ingin kita bangun melalui Ngalam Hebak,” ujar Wadji.

Deklarasi Ngalam Hebak pada 27 September 2026 di Sasana Krida Budaya Celaket diharapkan menjadi awal gerakan bersama untuk merawat Malang sebagai ruang yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Identitas budaya tetap dijaga, sementara setiap orang diberi ruang untuk berkontribusi tanpa harus merasa paling memiliki Malang. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Boso WalikanbudayaKota MalangMalang RayaNgalam HebakPolresta Malang Kota

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ngalam Hebak Siap Dideklarasikan, Merawat Malang sebagai Ruang Bersama

WNA Swiss Dilaporkan Hilang di Bawean, Telepon Mati hingga Ditemukan Selamat

Kopsyah Mitra Usaha Ideal Gresik Buka Bisnis Percetakan di Sidayu

KNPI Kabupaten Sukabumi dan Pemuda Hijrah Gelar Santunan dan Wakaf Al-Qur’an

KKI Jatim Seleksi Atlet untuk Piala Panglima TNI

BKM Baitul Amin Kampung Wonobungkah Siapkan Dakwah Digital dan Ekonomi Umat

15.965 Pelari Padati Monas di TNI Run 2026

Turun dari Pesawat, Wadanyon OPM Abdon Kisamdu Diamankan TNI

Anak Kelas 1 SD Ikut Sunatan Massal Gratis Kodim Wonosobo

SKEIM Rilis “Sail Prayers”, Bawa Pesan Beda Opini Bukan Kesalahan

Prev Next

POPULER HARI INI

KKI Jatim Seleksi Atlet untuk Piala Panglima TNI

KKI Jatim Bekali Atlet dan Pelatih Pemahaman Perwasitan

Jembatan Sasak Beureum Sumedang Ditargetkan Rampung 28 Desember

BKM Baitul Amin Kampung Wonobungkah Siapkan Dakwah Digital dan Ekonomi Umat

15.965 Pelari Padati Monas di TNI Run 2026

BERITA LAINNYA

Ngalam Hebak Siap Dideklarasikan, Merawat Malang sebagai Ruang Bersama

WNA Swiss Dilaporkan Hilang di Bawean, Telepon Mati hingga Ditemukan Selamat

Kopsyah Mitra Usaha Ideal Gresik Buka Bisnis Percetakan di Sidayu

KNPI Kabupaten Sukabumi dan Pemuda Hijrah Gelar Santunan dan Wakaf Al-Qur’an

KKI Jatim Seleksi Atlet untuk Piala Panglima TNI

BKM Baitul Amin Kampung Wonobungkah Siapkan Dakwah Digital dan Ekonomi Umat

15.965 Pelari Padati Monas di TNI Run 2026

Turun dari Pesawat, Wadanyon OPM Abdon Kisamdu Diamankan TNI

Anak Kelas 1 SD Ikut Sunatan Massal Gratis Kodim Wonosobo

SKEIM Rilis “Sail Prayers”, Bawa Pesan Beda Opini Bukan Kesalahan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Nazali Lempo Siap Jika Dipercaya Pimpin Kejaksaan Agung

Jembatan Sasak Beureum Sumedang Ditargetkan Rampung 28 Desember

Pemkot Malang Akan Telusuri Ulang 39 Bidang Aset di Ciptomulyo

KKI Jatim Bekali Atlet dan Pelatih Pemahaman Perwasitan

HUT ke-81 TNI, Ada TNI Fair hingga Parade 520 Alutsista di Monas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved