JAVASATU.COM- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan 200 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta benih jagung senilai Rp 1,8 miliar di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Kamis (5/11/2026).
Kodim 0808/Blitar turut mendukung penyaluran bantuan tersebut untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan.

Kunjungan kerja Mentan itu dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan. Selain penyaluran jagung dan benih, kegiatan juga diisi transaksi pembelian telur ayam, penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penanaman benih jagung bersama Koperasi Produsen Peternak Inspirasi Blitar.
Bantuan benih jagung senilai Rp 1,8 miliar dikirim menggunakan tujuh truk. Sementara bantuan jagung SPHP sebanyak 200 ton diangkut dengan 18 truk untuk mendukung kebutuhan pakan peternak.
Dalam kegiatan tersebut, Mentan bersama jajaran pejabat daerah juga menyerahkan bantuan traktor kepada kelompok tani. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman benih jagung di lahan pertanian setempat.
Mentan Andi Amran Sulaiman meminta Pemerintah Kabupaten Blitar mengidentifikasi dan menyiapkan lahan potensial untuk pengembangan tanaman jagung. Pemerintah pusat, menurutnya, siap menyalurkan bantuan benih gratis secara berkelanjutan.
Pengembangan jagung tersebut diarahkan untuk menjamin kepastian pasar bagi petani, menjaga ketersediaan pakan ternak, serta memperkuat peran koperasi dalam rantai pasok pangan.
Amran juga menyebut alokasi anggaran bantuan sektor pertanian untuk Provinsi Jawa Timur pada 2026 mencapai lebih dari Rp 3 triliun. Anggaran tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan produksi pangan, menjaga efisiensi harga pakan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.
Dia meminta bantuan pemerintah dikawal agar tepat sasaran. Amran juga mendorong kolaborasi antara petani, peternak, koperasi, TNI, dan pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan mengatakan, kunjungan Mentan menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara petani jagung dan peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar.
Menurut Virlani, hubungan langsung antara petani dan peternak dapat membantu membangun rantai pasok yang lebih efisien. Petani diharapkan memperoleh harga jual yang layak, sedangkan peternak bisa mendapatkan pasokan pakan dengan harga lebih terjangkau.
Dia menambahkan, bantuan jagung pakan melalui program SPHP diharapkan dapat menekan biaya operasional peternak di Kabupaten Blitar.
Kodim 0808/Blitar, lanjut Virlani, siap mendukung dan mengawal program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah pusat maupun daerah agar manfaatnya dirasakan petani dan peternak. (ich/arf)





