JAVASATU.COM- Koperasi Syariah (Kopsyah) Mitra Usaha Ideal Gresik memperluas lini bisnisnya dengan membuka unit usaha percetakan Ideal Advertising (IA) di Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Minggu (20/9/2026).

Bisnis percetakan tersebut menjadi salah satu langkah Kopsyah Mitra Usaha Ideal dalam mengembangkan kegiatan usaha koperasi. Selain memenuhi kebutuhan internal, Ideal Advertising juga menyasar pasar sekolah, perkantoran, pengusaha UMKM hingga masyarakat umum.
Direktur Kopsyah Mitra Usaha Ideal, Drs. Ec. H. Abd. Muhith, mengatakan keputusan membuka bisnis percetakan berawal dari kebutuhan internal koperasi yang saat ini memiliki 20 kantor cabang.
“Kenapa Kopsyah MUI harus membuat percetakan? Awalnya kita berpikir untuk kebutuhan kantor cabang kita yang terus berkembang. Total sekarang ada 20 kantor, dan itu selalu membutuhkan percetakan untuk iklan dan sebagainya,” ujar Muhith, yang juga Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Syariah MUI Kabupaten Gresik.
Menurut Muhith, kebutuhan percetakan untuk puluhan kantor tersebut kemudian dikembangkan menjadi peluang bisnis. Karena itu, Ideal Advertising tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Kopsyah, tetapi juga melayani kebutuhan percetakan dari berbagai segmen.
“Insyaallah ke depan, percetakan akan terus kita lengkapi. Kami sangat mengharap dukungan dan doanya, agar Kopsyah MUI terus berkembang dan mendapat rida Allah SWT,” katanya.
Ideal Advertising saat ini menyediakan berbagai produk percetakan, antara lain banner, kalender, stempel, nota dan kebutuhan cetak lainnya. Unit usaha tersebut juga telah menggunakan mesin offset dengan spesifikasi generasi terbaru untuk menunjang produksi.
Direktur Unit Usaha Percetakan Kopsyah MUI, Fathul Rois, mengatakan Ideal Advertising siap melayani kebutuhan percetakan dari lingkungan Kopsyah maupun masyarakat.
“Kami akan melaksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” kata Fathul.
Ia menyebut sejumlah segmen yang menjadi sasaran layanan Ideal Advertising, mulai dari Kopsyah MUI, sekolah, perkantoran hingga pelaku UMKM.
“Insyaallah kita bisa memfasilitasi kebutuhan Kopsyah MUI, sekolah, kantor, pengusaha UMKM, dan sebagainya,” tuturnya.
Fathul berharap pengembangan bisnis percetakan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga kita bisa terus menjalankan amanah ini dengan maksimal, sehingga usaha bisa berkembang dengan pesat dan bermanfaat bagi umat,” harapnya.
Di sisi lain, Dewan Pengawas Kopsyah MUI, KH. Chusnan Ali, mengatakan pengembangan unit usaha tersebut merupakan bagian dari perjalanan Kopsyah MUI sejak awal berdiri.
Ia mengingat kembali proses pendirian Kopsyah MUI yang diinisiasi MUI Kabupaten Gresik pada 2012. Sebelum didirikan, proses sosialisasi dilakukan selama sekitar satu tahun hingga pengurus kemudian bertekad membentuk KSPPS MUI.
“Kemudian kami bertekad, bismillah tawakkaltu alallah, la haula wala quwwata illa billah, kami mulai dirikan KSPPS MUI,” ungkap Kiai Chusnan, yang juga Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Gresik.
Sejak awal, lanjut Chusnan, Kopsyah MUI berpegang pada tiga pondasi, yakni tepat secara prosedur, sah secara syariah dan aman secara hukum.
“Tiga pondasi ini terus dibawa, seraya mengikuti perkembangannya. Alhamdulillah, hingga saat ini Kopsyah MUI terus berkembang,” pungkasnya.
Pengembangan Ideal Advertising juga diarahkan untuk mendukung rencana lebih besar Kopsyah MUI, yakni pengembangan tiga jenis koperasi primer, meliputi koperasi simpan pinjam, koperasi produksi dan koperasi konsumsi.
Muhith mengatakan unit percetakan tersebut diharapkan menjadi salah satu bagian dari langkah menuju pembentukan holding Kopsyah MUI.
“Selanjutnya, kami juga terus berusaha agar berdirinya percetakan ini bisa menjadi langkah untuk mendirikan kantor koperasi baru. Harapan kita, setelah berdirinya percetakan ini, kita bisa mendirikan holding Kopsyah MUI,” jelasnya.
Dengan dibukanya Ideal Advertising, Kopsyah Mitra Usaha Ideal Gresik kini menambah lini bisnis di sektor percetakan. Unit usaha tersebut menggabungkan kebutuhan internal koperasi dengan peluang pasar dari sekolah, kantor, UMKM dan masyarakat di wilayah Gresik. (bas/arf)