JAVASATU.COM- SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Kabupaten Gresik, mengajak orang tua membangun komunikasi yang lebih dekat dengan anak, terutama saat memasuki fase remaja. Orang tua diminta tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita ketika menghadapi persoalan.

Pesan tersebut disampaikan Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Yuyun Nazilatul Q, S.Psi., dalam kegiatan sosialisasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan program sekolah di halaman utama sekolah, Sabtu (1/8/2026).
“Masa remaja adalah fase dengan perkembangan psikologis yang sangat rentan dan dinamis. Kami di ruang BK bukan bertindak sebagai polisi sekolah, melainkan sebagai sahabat bagi siswa,” ujar Yuyun.
Menurut Yuyun, perubahan perilaku anak perlu menjadi perhatian orang tua. Karena itu, komunikasi antara keluarga dan sekolah diperlukan agar persoalan yang dihadapi siswa dapat diketahui dan ditangani sejak awal.
“Kami mengajak Bapak/Ibu wali murid untuk aktif berkomunikasi dengan kami apabila mendapati perubahan perilaku atau kendala pada anak, agar kita bisa bersama-sama memberikan pendampingan psikologis yang paling tepat,” katanya.
Yuyun menilai pendampingan anak pada usia remaja tidak cukup hanya dengan mengawasi aktivitas mereka. Orang tua juga perlu membangun hubungan yang membuat anak merasa nyaman untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam sosialisasi KBM dan program sekolah yang diikuti jajaran pendidik, pengurus Yayasan Pendidikan Islam Darussalam, serta wali murid kelas 7 hingga kelas 9.

Kepala SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Harianto, M.Pd., mengatakan pendidikan anak membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, sekolah tidak dapat berjalan sendiri dalam membentuk prestasi sekaligus karakter siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Bapak/Ibu wali murid. Pendidikan anak-anak kita bukanlah tanggung jawab sekolah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang erat antara guru di sekolah dan orang tua di rumah,” ujar Harianto.
Dia berharap komunikasi yang terbangun antara sekolah dan orang tua dapat membantu siswa berkembang secara akademik sekaligus memiliki akhlak yang baik.
“Melalui pertemuan hari ini, kami berharap seluruh program sekolah dapat dipahami dan didukung penuh demi tercapainya prestasi serta akhlak yang mulia bagi anak-anak kita,” katanya.
Selain pembinaan psikologis, sekolah juga memaparkan rancangan KBM, program karakter, kedisiplinan dan kegiatan ekstrakurikuler kepada wali murid.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Fatimatuz Zuhro, S.E., mengatakan pembelajaran tahun ajaran baru dirancang adaptif, inovatif, dan berpusat pada siswa. Sekolah juga meminta orang tua ikut memantau pola dan waktu belajar anak di rumah.
“Untuk tahun ajaran ini, kami telah menyusun rancangan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada siswa. Fokus kami adalah pada pemahaman konsep dan literasi tanpa meninggalkan ketuntasan materi wajib,” jelas Fatimatuz.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ahmad Khusaini, S.Pd., mengatakan pembinaan karakter dan kedisiplinan menjadi bagian dari program sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler juga disiapkan untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.
“Selain fokus pada ranah akademik, kami juga telah menyiapkan berbagai program pembinaan karakter dan ekstrakurikuler untuk mewadahi minat serta bakat siswa. Kedisiplinan adalah kunci kesuksesan,” kata Ahmad.
Perwakilan Yayasan Pendidikan Islam Darussalam, Drs. H. Abdul Hanan, M.M., turut menegaskan komitmen yayasan dalam mendukung proses pendidikan di SMP YPI Darussalam 1 Cerme.
“Yayasan akan terus berupaya maksimal dalam memberikan fasilitas terbaik untuk mendukung kelancaran proses KBM di SMP YPI Darussalam 1. Kami berkomitmen mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual dan akademik, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat dan berakhlakul karimah,” tegas Abdul Hanan.
Sosialisasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pihak sekolah dan wali murid. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustaz Husni F, M.Ag.
Melalui kegiatan tersebut, SMP YPI Darussalam 1 Cerme mendorong hubungan yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga. Kedekatan tersebut dinilai penting agar pendidikan akademik, karakter, dan perkembangan psikologis siswa dapat mendapat pendampingan secara bersama-sama. (bas/arf)