email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 3 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ketua Ekraf Majalengka H. Baya: Generasi Muda Harus Jaga Warisan Nyiramkeun Pusaka Talaga

by Eko Widiantoro
3 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung dinilai bukan sekadar ritual tahunan, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Majalengka sekaligus Dewan Masyarakat Adat Danghyang Rundayan Talaga, H. Baya, meminta tradisi tersebut tidak tergerus perkembangan zaman.

H. Baya, Ketua Komite Ekraf Majalengka sekaligus Dewan Adat Masyarakat Danghyang Rundayan Talaga, memperkenalkan kain tenun Gadod kepada budayawan asal Banten. (Foto: Eko Widiantoro/Javasatu.com)

Pesan itu disampaikan H. Baya saat menghadiri prosesi Nyiramkeun Pusaka di Museum Talaga Manggung, Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Senin (3/8/2026).

“Alhamdulillah, senang sekali budaya masyarakat Talaga masih terjaga. Ini harus terus dikembangkan dan dijaga. Apalagi dengan adanya museum ini, generasi muda bisa belajar sejarah dan budaya leluhurnya. Mudah-mudahan ke depan budaya semakin maju, Majalengka Langkung Sae dan Jawa Barat Istimewa,” ujar H. Baya.

Menurut H. Baya, Museum Talaga Manggung memiliki peran penting sebagai ruang belajar sejarah dan budaya lokal. Keberadaan museum dinilai dapat membantu generasi muda memahami peninggalan Kerajaan Talaga Manggung sekaligus mengenal tradisi yang masih bertahan hingga kini.

Saat prosesi berlangsung, H. Baya turut mendampingi sejumlah tamu undangan, termasuk tokoh budaya dari Banten, untuk mengenalkan koleksi pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung.

Dia juga memperkenalkan Kain Gadod, kain tenun khas Desa Nunuk yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Menurutnya, keberadaan berbagai warisan budaya tersebut menunjukkan kekayaan sejarah masyarakat Talaga yang perlu terus dirawat.

“Budaya ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Mereka perlu mengetahui sejarah dan warisan leluhurnya agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.

BacaJuga :

Hutan Jati Situbondo Terbakar, Petugas Padamkan Api Pakai Ranting

Air Cucian Pusaka Talaga Manggung Majalengka Diburu Warga, Ada dari Sumedang

H. Baya menilai Nyiramkeun Pusaka juga memiliki fungsi sebagai ruang edukasi sekaligus penguat identitas masyarakat Talaga. Tradisi tersebut menjadi pengingat perjalanan sejarah masyarakat Talaga yang memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Talaga Manggung.

Selain aspek budaya, Nyiramkeun Pusaka dinilai memiliki potensi untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah dapat menggerakkan aktivitas UMKM, pedagang kuliner dan sektor jasa di sekitar lokasi kegiatan.

“Kalau budaya terus dirawat dan dikembangkan, dampaknya bukan hanya untuk pelestarian sejarah. Kegiatan seperti ini juga bisa menjadi daya tarik wisata dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, Nyiramkeun Pusaka kembali menarik masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga Banten. Ratusan benda pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung dibersihkan menggunakan air dari sembilan mata air yang memiliki nilai historis.

Tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun selama lebih dari 250 tahun dan menjadi salah satu agenda budaya masyarakat Talaga setiap Bulan Safar.

Tokoh budaya adat dari Banten, Rd Srihartono Abdulghani, turut mengapresiasi pelaksanaan Nyiramkeun Pusaka. Ia menilai tradisi tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dirawat bersama.

“Alhamdulillah saya sangat senang bisa mengikuti acara ini. Budaya seperti ini harus menjadi aset dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Sebagai masyarakat Banten yang juga bagian dari budaya Sunda, saya sangat mengapresiasi tradisi ini,” kata Srihartono. (eko/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: budayaEkrafKabupaten MajalengkaTradisi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TransNusa Buka Rute Manado-Ternate, Terbang Dua Kali Sehari

Ketua Ekraf Majalengka H. Baya: Generasi Muda Harus Jaga Warisan Nyiramkeun Pusaka Talaga

Ifan Seventeen Ubah “Apa Kabar” Jadi Lebih Emosional, Ini Bedanya

Bupati Malang Lantik 166 Pejabat, Tekankan Integritas dan Kerja 5K

Hutan Jati Situbondo Terbakar, Petugas Padamkan Api Pakai Ranting

Air Cucian Pusaka Talaga Manggung Majalengka Diburu Warga, Ada dari Sumedang

BRI Malang Sosialisasikan Otentikasi Pensiunan, Cegah Kejahatan Perbankan

Nelayan Situbondo Hilang saat Melaut, Jasadnya Ditemukan Mengapung

Proyek Irigasi di Sumberpucung Malang “Tak Bertuan”, DPUSDA: Bukan Punya Kami

Mensos Apresiasi Gresik Jangkau Siswa Sekolah Rakyat dari Keluarga Miskin

Prev Next

POPULER HARI INI

Tong Tong Night Market Malang Masuk KEN 2026

Harga Daging Sapi di Pasar Besar Malang Tembus Rp155 Ribu Per Kilo

Gus Kikin Dorong Ekonomi Pancasila Jadi Jalan UMKM Naik Kelas

Dulux Raih Top Brand Award 2026, Unggul di Cat Interior dan Eksterior

Air Cucian Pusaka Talaga Manggung Majalengka Diburu Warga, Ada dari Sumedang

BERITA LAINNYA

TransNusa Buka Rute Manado-Ternate, Terbang Dua Kali Sehari

Ketua Ekraf Majalengka H. Baya: Generasi Muda Harus Jaga Warisan Nyiramkeun Pusaka Talaga

Ifan Seventeen Ubah “Apa Kabar” Jadi Lebih Emosional, Ini Bedanya

Bupati Malang Lantik 166 Pejabat, Tekankan Integritas dan Kerja 5K

Hutan Jati Situbondo Terbakar, Petugas Padamkan Api Pakai Ranting

Air Cucian Pusaka Talaga Manggung Majalengka Diburu Warga, Ada dari Sumedang

BRI Malang Sosialisasikan Otentikasi Pensiunan, Cegah Kejahatan Perbankan

Nelayan Situbondo Hilang saat Melaut, Jasadnya Ditemukan Mengapung

Proyek Irigasi di Sumberpucung Malang “Tak Bertuan”, DPUSDA: Bukan Punya Kami

Mensos Apresiasi Gresik Jangkau Siswa Sekolah Rakyat dari Keluarga Miskin

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Orang Tua di Malang Dilaporkan Anak, Otje: Berharap Konflik Berakhir Damai

Tiga Jalan Protokol Kota Batu Ditutup Minggu 2 Agustus 2026, Ini Rinciannya

Survei DKN: Mayoritas Warga Malang Raya Dukung Trans Jatim Koridor 2, Angkot Feeder Jadi Solusi

14,95 Ton Timah Ilegal Digagalkan di Pangkal Balam, Potensi Kerugian Rp9,76 Miliar

TransNusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur, Jakarta Terbang Tiga Kali Sehari

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved