email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 15 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ketua Ekraf Majalengka H. Baya: Generasi Muda Harus Jaga Warisan Nyiramkeun Pusaka Talaga

by Eko Widiantoro
3 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung dinilai bukan sekadar ritual tahunan, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Majalengka sekaligus Dewan Masyarakat Adat Danghyang Rundayan Talaga, H. Baya, meminta tradisi tersebut tidak tergerus perkembangan zaman.

H. Baya, Ketua Komite Ekraf Majalengka sekaligus Dewan Adat Masyarakat Danghyang Rundayan Talaga, memperkenalkan kain tenun Gadod kepada budayawan asal Banten. (Foto: Eko Widiantoro/Javasatu.com)

Pesan itu disampaikan H. Baya saat menghadiri prosesi Nyiramkeun Pusaka di Museum Talaga Manggung, Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Senin (3/8/2026).

“Alhamdulillah, senang sekali budaya masyarakat Talaga masih terjaga. Ini harus terus dikembangkan dan dijaga. Apalagi dengan adanya museum ini, generasi muda bisa belajar sejarah dan budaya leluhurnya. Mudah-mudahan ke depan budaya semakin maju, Majalengka Langkung Sae dan Jawa Barat Istimewa,” ujar H. Baya.

Menurut H. Baya, Museum Talaga Manggung memiliki peran penting sebagai ruang belajar sejarah dan budaya lokal. Keberadaan museum dinilai dapat membantu generasi muda memahami peninggalan Kerajaan Talaga Manggung sekaligus mengenal tradisi yang masih bertahan hingga kini.

Saat prosesi berlangsung, H. Baya turut mendampingi sejumlah tamu undangan, termasuk tokoh budaya dari Banten, untuk mengenalkan koleksi pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung.

Dia juga memperkenalkan Kain Gadod, kain tenun khas Desa Nunuk yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Menurutnya, keberadaan berbagai warisan budaya tersebut menunjukkan kekayaan sejarah masyarakat Talaga yang perlu terus dirawat.

“Budaya ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Mereka perlu mengetahui sejarah dan warisan leluhurnya agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.

H. Baya menilai Nyiramkeun Pusaka juga memiliki fungsi sebagai ruang edukasi sekaligus penguat identitas masyarakat Talaga. Tradisi tersebut menjadi pengingat perjalanan sejarah masyarakat Talaga yang memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Talaga Manggung.

Selain aspek budaya, Nyiramkeun Pusaka dinilai memiliki potensi untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah dapat menggerakkan aktivitas UMKM, pedagang kuliner dan sektor jasa di sekitar lokasi kegiatan.

“Kalau budaya terus dirawat dan dikembangkan, dampaknya bukan hanya untuk pelestarian sejarah. Kegiatan seperti ini juga bisa menjadi daya tarik wisata dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

BacaJuga :

Kurir Sabu Ditangkap di Menganti, Pemasok dari Surabaya Masih Diburu

HUT ke-81 RI di Lanny Jaya Meriah, Ada Tari Wisisi hingga Tarik Tambang

Pada pelaksanaan tahun ini, Nyiramkeun Pusaka kembali menarik masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga Banten. Ratusan benda pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung dibersihkan menggunakan air dari sembilan mata air yang memiliki nilai historis.

Tradisi tersebut telah berlangsung secara turun-temurun selama lebih dari 250 tahun dan menjadi salah satu agenda budaya masyarakat Talaga setiap Bulan Safar.

Tokoh budaya adat dari Banten, Rd Srihartono Abdulghani, turut mengapresiasi pelaksanaan Nyiramkeun Pusaka. Ia menilai tradisi tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dirawat bersama.

“Alhamdulillah saya sangat senang bisa mengikuti acara ini. Budaya seperti ini harus menjadi aset dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Sebagai masyarakat Banten yang juga bagian dari budaya Sunda, saya sangat mengapresiasi tradisi ini,” kata Srihartono. (eko/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: budayaEkrafKabupaten MajalengkaTradisi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kurir Sabu Ditangkap di Menganti, Pemasok dari Surabaya Masih Diburu

HUT ke-81 RI di Lanny Jaya Meriah, Ada Tari Wisisi hingga Tarik Tambang

Hari Pramuka ke-65, Wabup Gresik Tekankan Pembentukan Generasi Mandiri

HUT ke-25, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih Makam Wali

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Kuasa Hukum Bendahara KONI Majalengka Pertanyakan Barang yang Disita dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah

AKP Agus Yulianto Jabat Kasatresnarkoba Polres Malang, Ini Pesan Kapolres

Semarak HUT ke-81 RI, Polres Gresik Gelar Lomba Tradisional

Omzet Kuliner di Bawah Rp10 Juta Tak Kena PBJT, Ini Penjelasan Bapenda Majalengka

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Prev Next

POPULER HARI INI

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Prabowo Ungkap Mobil Listrik Nasional, Produksi Massal Ditarget 2028

Kurir Sabu Ditangkap di Menganti, Pemasok dari Surabaya Masih Diburu

13 Pengurus DKC Pramuka Kota Batu Dilantik, Punjul: Kepemimpinan Adalah Pengabdian

BERITA LAINNYA

Kurir Sabu Ditangkap di Menganti, Pemasok dari Surabaya Masih Diburu

HUT ke-81 RI di Lanny Jaya Meriah, Ada Tari Wisisi hingga Tarik Tambang

Hari Pramuka ke-65, Wabup Gresik Tekankan Pembentukan Generasi Mandiri

HUT ke-25, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih Makam Wali

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Kuasa Hukum Bendahara KONI Majalengka Pertanyakan Barang yang Disita dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah

AKP Agus Yulianto Jabat Kasatresnarkoba Polres Malang, Ini Pesan Kapolres

Semarak HUT ke-81 RI, Polres Gresik Gelar Lomba Tradisional

Omzet Kuliner di Bawah Rp10 Juta Tak Kena PBJT, Ini Penjelasan Bapenda Majalengka

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Nabung 2 Tahun, Warga Perumahan Banjararum Asri Singosari Berangkat Melali ke Bali

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu di Media Sosial

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved