JAVASATU.COM- Band Can A Rock memilih mundur dari Festival Mbois 11 Malang Menyala yang digelar 21–23 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil setelah muncul polemik mural “Malang The Glory Land” di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang, yang ditimpa tulisan “Malang Menyala Bersama”.

Vokalis Can A Rock, Hadiaz, menilai persoalan mural bukan semata soal perubahan tulisan. Ia mempersoalkan proses perubahan yang disebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak yang memiliki keterikatan dengan karya tersebut, termasuk korwil Aremania.
“Ini yang salah panitia, bukan musisinya,” tegas Hadiaz, Jumat (21/8/2026).
Menurut Hadiaz, setiap perubahan terhadap mural yang memiliki keterkaitan dengan komunitas Aremania seharusnya dibicarakan terlebih dahulu. Komunikasi dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga penghormatan terhadap karya yang sudah ada.
“Kalau mau diapiki, ditambah, atau tulisannya diganti, seharusnya koordinasi dengan korwil dulu, bisa ditanya setuju atau tidak. Kalau tidak setuju, ya jangan dilakukan,” ujarnya.
Hadiaz mengaku terkejut ketika mengetahui mural di Jalan Arif Rahman Hakim telah berubah. Ia mengatakan komunikasi dengan panitia Festival Mbois 11 sebelumnya hanya membahas konsep penampilan dan kebutuhan teknis pertunjukan.
“Harusnya koordinasi dulu, saya sebagai musisi kalau tiba-tiba melihat itu di tembok, akhirnya juga kaget,” katanya.
Bagi Hadiaz, mural tersebut bukan sekadar tulisan di dinding. Karya itu dinilai telah menjadi bagian dari ekspresi dan identitas komunitas Aremania yang selama ini melekat dengan kultur Kota Malang.
“Ini seolah-olah tidak menghargai teman-teman yang membuatnya. Padahal saya sendiri juga suka dan menghargai karya Aremania, itu sudah melekat,” ujar Hadiaz.
Atas polemik tersebut, Can A Rock memastikan tidak akan tampil dalam Festival Mbois 11. Hadiaz berharap persoalan ini menjadi evaluasi bagi penyelenggara agar keputusan yang menyangkut karya, simbol, dan identitas komunitas tidak dilakukan sepihak.
Meski mundur dari Festival Mbois 11, Can A Rock tetap menjalankan aktivitas bermusik. Hadiaz menyebut bandnya dijadwalkan tampil di Singosari pada 27 Agustus 2026.
Polemik mural tersebut membuat persoalan Festival Mbois 11 berkembang dari sekadar perubahan tulisan menjadi perdebatan mengenai penghormatan terhadap karya dan pentingnya komunikasi dengan komunitas yang memiliki keterikatan terhadap karya tersebut. (saf)