JAVASATU.COM- Rumi, trio bentukan eks Angkasara, resmi memasuki babak baru dengan merilis maxi single perdana bertajuk “Rumi” pada 4 September 2026. Mengusung karakter pop kreatif, Rumi memadukan sejumlah pengaruh musik seperti city pop, R&B, soul, jazz, funk, dan disco.

Rumi beranggotakan Agnesia Puji Karisma Putri (Agnes), Pramatatya Marta Mahendra (Tata), dan Mohamad Isra’ Ardiansyah (Bom Bom). Ketiganya sebelumnya tergabung dalam Angkasara, kuartet yang hadir sejak 2018.
“Melalui maxi single ini, kami mencoba berkenalan dengan teman-teman audiens atau pendengar melalui demo perkenalan kami di Bandcamp. Pendengar juga boleh memanggil kami Rumi. Musik kami menggabungkan pop dengan berbagai aliran lain seperti city pop, R&B, soul, jazz, dan lainnya. Karena itu, mungkin kami bisa menyebut musik yang kami bawakan sebagai pop kreatif,” ujar Agnes, Sabtu (29/8/2026).
Perubahan identitas tersebut bermula pada akhir 2025 ketika ketiganya mengeksplorasi konsep baru untuk Angkasara. Mereka sempat berencana mengubah arah musik menjadi city pop tanpa mengganti nama grup. Setelah mendapat sejumlah masukan, mereka akhirnya memilih melakukan rebranding, baik dari sisi musik maupun konsep.
Dari proses tersebut lahir nama Rumiko, yang kemudian diperkenalkan sebagai Rumi pada Januari 2026. Sebelum merilis maxi single, Rumi memperkenalkan diri melalui demo “hi! Rumiko” di Bandcamp pada Maret 2026.
Di dalam maxi single tersebut, Rumi juga memperkenalkan lagu “Irama Lantai Dansa”. Lagu ini memadukan unsur irama salsa dengan lirik yang santai dan mudah dipahami.
“Di sisi lain, kami ingin mengajak teman-teman untuk ikut masuk ke dalam cerita yang kami tuangkan menjadi sebuah lagu. Dalam ‘Irama Lantai Dansa’, kami mencoba menggabungkan sedikit unsur irama salsa yang menjadi salah satu daya tarik lagu ini, disertai lirik yang santai dan mudah dipahami pendengar. Yang penting, jangan lupa ikut berdansa,” tambah Agnes.
Secara musikal, Rumi banyak mendapat pengaruh dari city pop Jepang dan pop kreatif Indonesia. Ketiga personel juga membawa referensi musik masing-masing, yang kemudian diramu menjadi karakter baru Rumi.
“Selain city pop Jepang dan pop kreatif Indonesia, Rumi juga banyak mengeksplorasi gaya permainan gitar funk serta sedikit memasukkan unsur jazz dan disco. Berbagai pengaruh tersebut kemudian kami olah dan sesuaikan dengan karakter Rumi, sehingga menghasilkan warna musik yang kami rasa cukup merepresentasikan Rumi untuk saat ini,” jelas Tata.
Pengerjaan maxi single berjalan bersamaan dengan proses produksi album perdana Rumi. Proses tersebut dimulai pada Januari 2026 melalui workshop yang menghasilkan sembilan lagu. Setelah melalui proses seleksi, delapan lagu dipilih untuk masuk ke album perdana.
“Untuk pengerjaan maxi ini bersamaan dengan pengerjaan album yang nantinya akan dirilis. Kami mulai kira-kira di bulan Januari 2026 dengan workshop dan menghasilkan sembilan lagu. Dalam proses pengerjaannya, akhirnya kami memilih delapan lagu yang nantinya akan masuk dalam album pertama Rumi,” tuturnya.
Proses produksi berlanjut pada Februari hingga April 2026 melalui tahap final guide dan perekaman seluruh instrumen hingga vokal di Paraduta Record. Tahap editing, mixing, dan mastering kemudian dilakukan di RA2 Studio pada Mei hingga Agustus 2026.
Workshop menjadi bagian penting dalam proses kreatif Rumi. Selain menyusun materi album, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi ketiganya untuk kembali berkumpul setelah Angkasara hiatus sekaligus membangun visi musikal baru bersama produser Decky Anugrah Pratama Putra dan KVLTURA LAB.
“Hal menarik dari workshop tersebut adalah untuk pertama kalinya kami kembali berkumpul dalam satu waktu dan tempat dengan visi yang sama untuk mengerjakan album pertama Rumi. Selain bonding dan brainstorming bersama produser serta tim untuk menentukan arah album, kami juga berhasil menciptakan sembilan lagu dalam sehari,” jelas Bom Bom.
Menurut Bom Bom, sebagian besar materi lagu berangkat dari cerita personal para personel yang kemudian membentuk karakter atau sosok bernama RUMIKO.
“Bagi kami, proses yang spontan dan menyenangkan ini menjadi pengalaman baru sekaligus mengembalikan keseruan bermusik bersama setelah Angkasara hiatus,” lanjutnya.
Maxi single “Rumi” menjadi salah satu langkah awal menuju album perdana grup tersebut. Sejumlah materi album kini memasuki tahap mixing dan mastering.
Setelah album dirilis, Rumi menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, mulai dari tur, produksi merchandise, live session seluruh album hingga showcase.
“Setelah merilis maxi single ini, mungkin akan ada rencana merilis full albumnya. Saat ini beberapa materi untuk album sudah masuk ke tahap mixing dan mastering, jadi prosesnya juga sedang berjalan. Setelah itu kami berencana juga untuk tour, tapi untuk titiknya masih belum bisa dipastikan,” pungkas Bom Bom.
Rumi juga menyiapkan merchandise, live session full album, serta showcase sebagai bagian dari rangkaian perjalanan mereka setelah maxi single dirilis.
Maxi single “Rumi” akan tersedia di berbagai platform streaming mulai 4 September 2026, menjadi pembuka perjalanan baru trio tersebut sekaligus pengantar menuju album perdana mereka. (dic)