Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang, Kerugian Ditaksir Rp900 Juta

Sugi Hartono by Sugi Hartono
9 September 2026

JAVASATU.COM- Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Malang memastikan seluruh pasien dalam kondisi aman setelah terjadi kebakaran di area dapur gizi rumah sakit, Rabu (9/9/2026) sore. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Direktur RSSA Malang bersama jajarannya saat jumpa pers pada Rabu 9 September 2026. (Foto: Sugi Hartono/Javasatu.com)

Direktur RSSA Malang, Prof. (Adj). Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B Subsp. Onk. (K), FINACS, FICS, MMRS, mengatakan kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.50 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.40 WIB atau dalam waktu kurang dari satu jam.

“Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada pukul 14.50 WIB di dapur gizi RSSA. Dengan sistem tanggap darurat rumah sakit, yaitu aktivasi kode merah atau code red, serta bantuan luar biasa dari tim Pemadam Kebakaran Kota Malang dengan tujuh mobil pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.40,” kata Bachtiar saat jumpa pers di RSSA Malang, Rabu (9/9/2026) malam.

Bachtiar menyampaikan, manajemen RSSA berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu penanganan kebakaran. Ia memastikan insiden tersebut tidak berdampak langsung terhadap pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah sekitar 50 menit, kurang dari satu jam, api sudah berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini dan tidak ada dampak langsung terhadap pasien-pasien yang sedang menjalani perawatan di RSSA,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, manajemen RSSA masih melakukan investigasi bersama pihak terkait. Namun, dugaan sementara api berasal dari hubungan pendek arus listrik di bagian atap ruang dapur.

“Penyebab dari kebakaran sampai saat ini tentu kami masih melakukan proses investigasi dan kami juga akan dibantu oleh pihak terkait untuk memastikan penyebabnya. Namun, sementara ini api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik yang berada di atap ruang dapur,” jelas Bachtiar.

Area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 300 meter persegi. Sementara itu, total kerugian akibat insiden tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp900 juta.

“Area yang terdampak sudah kami hitung, sementara ini sekitar 300 meter persegi dengan kerugian yang timbul atas kejadian ini diperkirakan sekitar Rp900 juta,” katanya.

Manajemen RSSA juga memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan. Dua lokasi rawat inap terdampak secara tidak langsung akibat asap, yakni ruang rawat inap khusus anak atau pediatri dan ruang rawat inap khusus wanita.

Pasien anak sempat dipindahkan ke ruangan yang lebih aman dari lokasi terdampak. Setelah kondisi dinyatakan aman, pasien kemudian kembali ke ruang perawatan sebelumnya.

Sementara itu, seluruh pasien di ruang rawat inap khusus wanita juga telah kembali ke ruang perawatan semula sekitar pukul 16.00 WIB.

“Terdapat dua lokasi rawat inap yang terdampak secara tidak langsung, yaitu oleh asap, bukan oleh api. Ada ruang rawat inap khusus anak pediatri dan ruang rawat inap khusus wanita. Untuk ruang rawat inap khusus anak telah dipindahkan ke ruangan yang lebih aman dan saat ini sudah kembali seperti semula di ruangan rawat sebelumnya,” terang Bachtiar.

“Sedangkan pasien-pasien yang berada di ruang inap khusus wanita telah kembali seluruhnya ke ruang perawatan semula pada pukul 16.00 WIB,” lanjutnya.

Kebakaran di area dapur juga membuat RSSA mengambil langkah antisipasi terhadap layanan makanan bagi pasien. Untuk sementara, rumah sakit akan bekerja sama dengan pihak katering agar kebutuhan makanan pasien tetap terpenuhi dengan tetap memperhatikan standar pelayanan dan gizi.

“Karena lokasi kebakaran adalah dapur yang tentu kami perlukan untuk memastikan pelayanan makanan pasien tetap berjalan sebagaimana mestinya, sementara waktu RSSA akan bekerja sama dengan pihak katering dengan tetap memperhatikan standar pelayanan gizi,” ujarnya.

Bachtiar menegaskan, insiden kebakaran tersebut tidak mengganggu pelayanan RSSA secara keseluruhan. Pelayanan terhadap pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan yang akan berobat pada Kamis (10/9/2026) dan hari-hari berikutnya dipastikan tetap berjalan.

“Manajemen RSSA memastikan kejadian ini tidak mengganggu pelayanan terhadap pasien, baik pasien-pasien yang sedang dirawat maupun pasien-pasien rawat jalan yang akan berobat besok dan selanjutnya di RSSA,” tegasnya.

Manajemen RSSA juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, termasuk tim pemadam kebakaran yang mengerahkan tujuh unit kendaraan hingga api berhasil dikendalikan. (har/arf)

Tags: Jawa TimurKebakaranKota MalangPemprov JatimPeristiwarssa malang
Previous Post

Satreskrim Polres Malang Ungkap 44 Kasus 3C, Raih Peringkat I Polda Jatim

Next Post

Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

Related Posts

Tawuran Maut di Banyumanik Semarang, Polisi Sita 6 Klewang dan Busur Panah
Peristiwa

Tawuran Maut di Banyumanik Semarang, Polisi Sita 6 Klewang dan Busur Panah

12 Oktober 2026
CCTV Ungkap Pergerakan Mahasiswa UB Sebelum Jatuh dari Lantai 6
Peristiwa

CCTV Ungkap Pergerakan Mahasiswa UB Sebelum Jatuh dari Lantai 6

10 September 2026
Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Ungkap Kronologi
Peristiwa

Mahasiswa UB Jatuh dari Lantai 6, Polisi Ungkap Kronologi

10 September 2026
Tercebur Tambak Sedalam 7 Meter, Warga Menganti Gresik Ditemukan Tewas
Peristiwa

Tercebur Tambak Sedalam 7 Meter, Warga Menganti Gresik Ditemukan Tewas

21 Agustus 2026
Cemburu, Mahasiswa di Malang Tusuk Teman hingga Tewas
Peristiwa

Cemburu, Mahasiswa di Malang Tusuk Teman hingga Tewas

20 Agustus 2026
Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka
Peristiwa

Pohon Mahoni 25 Meter Tumbang di Malang, 8 Orang Terluka

2 Agustus 2026
Next Post
Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

Bukan Sekadar Layani BBM, Operator SPBU Malang Raya Ditempa soal Karakter

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com