JAVASATU.COM- Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang melepas 941 wisudawan dalam Wisuda ke-43 Program Sarjana (S1) dan Magister (S2), Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “UIBU.. I Always Miss U”, UIBU mengemas momentum kelulusan sebagai perayaan sekaligus bentuk perpisahan emosional antara lulusan dan almamater.

Wisuda digelar di Ijen Suites Convention and Hall, Jalan Ijen Nirwana Raya Blok A No. 16, Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Rangkaian acara diikuti wisudawan, keluarga, sivitas akademika, dan tamu undangan dalam suasana khidmat sekaligus meriah.
Rektor UIBU Malang, Dr. Nurcholis Sunuyeko, mengatakan tema “UIBU.. I Always Miss U” menggambarkan ikatan emosional yang tetap dibawa mahasiswa setelah menyelesaikan masa studi dan meninggalkan kampus.
“Wisuda hari ini adalah perayaan atas perjuangan panjang para mahasiswa. Ada proses belajar, ada kerja keras, ada doa orang tua, dan ada dukungan banyak pihak yang mengantarkan mereka sampai pada titik ini. Karena itu, kami ingin wisuda menjadi momentum yang membahagiakan sekaligus meninggalkan kesan yang kuat bagi para lulusan,” ujar Nurcholis.
Sebanyak 941 wisudawan yang dikukuhkan berasal dari tiga fakultas dan satu program pascasarjana, yakni Fakultas Eksaktan dan Keolahragaan, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Teknik, serta Magister Pendidikan Olahraga.
Dari jumlah tersebut, 104 wisudawan berasal dari program pascasarjana. Jumlah itu meningkat dibandingkan pelaksanaan wisuda sebelumnya yang rata-rata berada di kisaran 30–40 wisudawan pascasarjana.
“Pada wisuda kali ini ada 104 wisudawan dari program pascasarjana. Ini meningkat dibandingkan sebelumnya yang rata-rata sekitar 30 sampai 40 wisudawan pascasarjana,” kata Nurcholis.
Tema “UIBU.. I Always Miss U” tidak hanya menjadi slogan dalam wisuda. Tema tersebut menjadi gambaran hubungan emosional antara lulusan dan kampus setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Para lulusan meninggalkan lingkungan akademik dengan membawa ijazah, pengalaman, nilai, prestasi, serta kenangan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UIBU.
Salah satu hal yang menjadi ciri pelaksanaan wisuda UIBU adalah wisudawan yang telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dapat langsung menerima ijazah pada hari wisuda. Kebijakan tersebut menjadi bentuk apresiasi kampus kepada lulusan dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
“Ketika mahasiswa sudah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya, kami ingin mereka menerima haknya pada hari yang sama. Mereka datang sebagai mahasiswa dan pulang sebagai lulusan yang membawa ijazahnya. Ini menjadi bentuk penghargaan kami kepada mereka dan kepada orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka,” ujar Nurcholis.
Perayaan kelulusan kemudian dibuat lebih meriah dengan menghadirkan Guyon Waton sebagai bintang tamu. Penampilan grup musik tersebut menjadi bagian dari konsep wisudatainment yang dikembangkan UIBU untuk melengkapi rangkaian prosesi akademik.
Kehadiran Guyon Waton memberikan ruang bagi para wisudawan dan keluarga untuk menikmati suasana perayaan setelah melewati proses pendidikan yang panjang. Prosesi wisuda tetap berlangsung dalam suasana khidmat, sementara hiburan menjadi bagian dari perayaan kebahagiaan para lulusan.
“Kami ingin wisuda menjadi momentum yang membahagiakan sekaligus meninggalkan kesan yang kuat bagi para lulusan. Setelah menjalani proses akademik, mereka bisa merayakan kelulusan bersama keluarga dalam suasana yang lebih meriah,” kata Nurcholis.
Di balik perayaan tersebut, UIBU juga menyoroti berbagai capaian mahasiswa selama menjalani pendidikan. Sejumlah mahasiswa dan lulusan tercatat meraih prestasi akademik maupun nonakademik hingga tingkat nasional dan internasional.
Prestasi tersebut meliputi bidang akademik, olahraga, seni, kreativitas, organisasi, serta berbagai kompetisi lainnya. Kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Prestasi mahasiswa adalah kebanggaan bagi UIBU. Kami ingin mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang sesuai potensinya. Ada yang unggul di bidang akademik, ada yang berprestasi di olahraga, seni, organisasi, dan bidang lainnya,” tutur Sam Rektor, sapaan akrab Dr. Nurcholis Sunuyeko.
Dari sisi akademik, sejumlah program studi UIBU telah memperoleh predikat Baik Sekali, di antaranya program studi di bidang pascasarjana, Pendidikan Jasmani dan Rekreasi, Pendidikan Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Ekonomi, serta Fakultas Teknik.
Sementara itu, Program Studi Sejarah dan Sosiologi pada tahun ini berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul.
“Predikat unggul ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab yang berat. Kami berharap para alumni, khususnya dari Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, ikut memberikan andil dan kontribusi sebesar-besarnya kepada program studi agar predikat tersebut tetap dipertahankan,” ujar Nurcholis.
UIBU juga mendorong lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi mampu menciptakan lapangan usaha. Dari sekitar 53 ribu lulusan UIBU, sekitar 7 persen disebut memilih menjadi wirausaha.
Karena itu, kampus terus mendorong penguatan kelas entrepreneurship untuk mempersiapkan mahasiswa dan lulusan menghadapi dunia kerja sekaligus membangun usaha mandiri.
“Semua hal yang terkait dengan dunia kerja, ikhtiar, dan usaha diarahkan supaya mahasiswa dan lulusan bisa menjadi insan-insan entrepreneur,” katanya.
Momentum wisuda juga dimanfaatkan UIBU untuk menyampaikan pesan kepedulian sosial. Kampus memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran di Kalimantan.
Sam Rektor mengatakan kebahagiaan atas kelulusan tetap harus berjalan bersama kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Wisuda adalah momentum kebahagiaan, namun kita juga ingin tetap memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Gempa di NTT dan kebakaran di Kalimantan mengingatkan kita bahwa kebahagiaan harus berjalan bersama kepedulian. Kami ingin nilai kemanusiaan itu terus hidup di lingkungan UIBU,” tuturnya.
Selain melepas para lulusan, Nurcholis menyampaikan apresiasi kepada orang tua, wali, suami, istri, dan anak para wisudawan yang selama ini memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan keluarga, baik secara material maupun spiritual.
“Tanpa panjenengan semua, tanpa saudara-saudara semua, ini tidak akan terwujud. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua, istri, dan suami yang telah mendarmabaktikan dukungan selama empat tahun untuk program sarjana dan dua tahun untuk program pascasarjana,” ujarnya.
Nurcholis berpesan agar para lulusan tetap menjaga semangat dan nama baik almamater setelah kembali ke tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pihak menyampaikan berbagai hal positif mengenai UIBU kepada masyarakat luas.
“Kalau ada yang jelek-jelek, sampaikan kepada kami. Tetapi yang baik-baik, tolong diberitakan kepada seluruh khalayak di Indonesia maupun secara internasional,” pungkasnya. (dop/arf)