JAVASATU.COM- Sekitar 1.800 anggota Pramuka Garuda Kota Malang dikukuhkan dalam apel peringatan Hari Pramuka ke-65 di Stadion Gajayana, Sabtu (12/9/2026) pagi. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, predikat Pramuka Garuda tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan di seragam, tetapi harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan.

Wahyu yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Malang memimpin langsung rangkaian kegiatan bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Malang.
“Hari ini saya selaku Ketua Mabicab Kota Malang bersama Kwarcab Kota Malang menyelenggarakan apel dalam rangka Hari Ulang Tahun Pramuka yang ke-65 dan juga pengukuhan Pramuka Garuda,” ujar Wahyu.
Apel tersebut menjadi momentum khusus karena untuk pertama kalinya digelar di Stadion Gajayana. Kegiatan juga dirangkai dengan momentum satu tahun Stadion Gajayana.
Wahyu mengatakan, peringatan Hari Pramuka tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Nilai-nilai kepramukaan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk membentuk generasi muda yang mandiri, disiplin, tangguh, peduli dan mampu bekerja sama.
“Harapan kami, dengan apel ini memberikan semangat dan motivasi kepada semua Pramuka yang ada di Kota Malang,” katanya.
Pengukuhan 1.800 Pramuka Garuda menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Menurut Wahyu, predikat Pramuka Garuda merupakan hasil dari proses pembinaan sekaligus membawa tanggung jawab yang lebih besar.
“Mereka yang dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda tentu punya tanggung jawab yang besar,” tegas Wahyu.
Karena itu, para Pramuka Garuda diminta mampu menunjukkan kedisiplinan dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai kepramukaan, kata Wahyu, tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus tercermin melalui perilaku.
“Mereka harus bisa menjadi contoh, harus juga disiplin dan tetap menjadi Pramuka sejati,” lanjutnya.
Wahyu berharap para Pramuka Garuda dapat menjadi cerminan gerakan Pramuka di tengah masyarakat. Dengan begitu, pengukuhan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab untuk terus berkarya dan memberikan manfaat.
“Harapannya menjadi cerminan bagi masyarakat bahwa Pramuka sejati adalah seperti ini. Makanya kita kukuhkan dia sebagai Pramuka Garuda,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wahyu juga mengaitkan gerakan Pramuka dengan tema Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, yakni “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, tema tersebut menunjukkan bahwa Pramuka memiliki ruang untuk ikut mengambil bagian dalam agenda pembangunan, termasuk membangun kesadaran generasi muda terhadap ketahanan pangan.
Pramuka, kata Wahyu, bukan hanya berkutat pada kegiatan di alam terbuka maupun latihan keterampilan. Gerakan tersebut juga menjadi wadah untuk menempa tanggung jawab, kepedulian, keberanian mengambil peran dan kemampuan bekerja sama.
“Belajar untuk mandiri, belajar bekerja sama, belajar menghadapi tantangan, dan yang tidak kalah penting belajar untuk peduli serta berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.
Pramuka Kota Malang Raih Penghargaan Usai Jamnas
Wahyu juga menyampaikan capaian Pramuka Kota Malang dalam Jambore Nasional (Jamnas) di Cibubur beberapa waktu lalu. Kontingen Kota Malang dipercaya menjadi bagian dari perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur.
Atas kiprah tersebut, Pramuka Kota Malang turut mendapatkan penghargaan dari Kwarda Jawa Timur.
“Karena kemarin kita juga mengikuti Jamnas dan alhamdulillah kita menjadi wakil dari Kwarda Jawa Timur. Akhirnya mendapatkan penghargaan dari Kwarda Jawa Timur karena mewakili Kwarda Jawa Timur untuk Jamnas di Cibubur,” ungkapnya.
Wahyu berharap capaian tersebut menjadi pemacu pembinaan Pramuka di Kota Malang agar semakin kuat. Ia ingin gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter, integritas dan semangat pengabdian.
“Dari gerakan Pramuka akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter, integritas dan semangat pengabdian. Inilah yang kita butuhkan untuk menyongsong masa depan, baik untuk Kota Malang maupun Indonesia,” pungkasnya.
Spirit Stadion Gajayana untuk Pramuka
Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo menjelaskan alasan Stadion Gajayana dipilih sebagai lokasi apel dan pengukuhan Pramuka Garuda.
Menurut Ginanjar, perjalanan panjang Stadion Gajayana yang sarat sejarah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para anggota Pramuka Kota Malang.
“Kita ingin spirit Gajayana menginspirasi adik-adik Pramuka Kota Malang. Bagaimana stadion ini dengan perjalanan panjang penuh sejarah tetap berdiri kokoh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ginanjar.
Ginanjar berharap nilai ketangguhan dan keberlanjutan yang dimiliki Stadion Gajayana dapat menjadi teladan bagi anggota Pramuka untuk terus berkarya. Pramuka juga diharapkan tetap menjadi salah satu pilar organisasi kepemudaan di Kota Malang.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Sekretaris 1 Kwarda Jawa Timur Kiagus Firdaus, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, serta jajaran lainnya. (har/arf)