JAVASATU.COM- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendorong produk ikan asap Desa Martajasah, Kabupaten Bangkalan, agar memiliki daya saing lebih tinggi. Upaya itu dilakukan melalui pelatihan modernisasi pengolahan dan pengemasan ikan asap bagi anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Aman Sentosa.

Pelatihan digelar di Desa Martajasah, Sabtu (12/9/2026). Para peserta mendapat materi mengenai teknik pengasapan yang lebih efisien, pengendalian suhu, kebersihan bahan baku, hingga penggunaan teknologi pengemasan kedap udara atau vacuum sealing.
“Pengolahan yang tepat dan pengemasan yang menarik adalah kunci utama untuk menaikkan kelas produk perikanan lokal. Kami berharap Pokmaswas Aman Sentosa bisa mengimplementasikan ilmu ini secara berkelanjutan agar produk mereka sanggup bersaing di ritel modern maupun marketplace,” tegas Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UTM, Dr. Mahrus Khoirul Umami.
Program tersebut dilatarbelakangi kondisi sebagian pengolah ikan lokal yang masih mengandalkan metode tradisional. Penggunaan teknik dan peralatan sederhana dinilai membuat produk memiliki keterbatasan dalam hal daya simpan maupun daya saing ketika masuk ke pasar yang lebih luas.
Melalui pelatihan tersebut, tim akademisi UTM memberikan pemahaman mengenai pengolahan ikan asap yang lebih terkontrol. Peserta diajarkan cara mengatur suhu selama proses pengasapan serta menjaga kebersihan bahan baku.
Teknik tersebut diarahkan untuk meminimalkan risiko kontaminasi sekaligus membantu meningkatkan daya simpan produk tanpa penggunaan bahan pengawet sintetis. Konsistensi cita rasa juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses pengolahan.
Tidak hanya berhenti pada teknik pengasapan, peserta juga mendapat materi mengenai pengemasan. Tim UTM memperkenalkan teknologi vacuum sealing yang membuat kemasan lebih kedap udara.
Pengemasan tersebut dipadukan dengan pelabelan produk yang informatif. Langkah ini diharapkan membuat produk ikan asap Desa Martajasah lebih menarik bagi konsumen sekaligus memiliki tampilan yang lebih siap untuk dipasarkan di ritel modern maupun marketplace.
Tim pengabdian UTM diketuai Dr. Mahrus Khoirul Umami dengan anggota Prof. Umi Purwandari dan Achmad Fachruddin Syah, Ph.D. Kehadiran para akademisi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat pesisir meningkatkan keterampilan dalam mengolah hasil perikanan sekaligus memberikan nilai tambah terhadap produk lokal.
Ketua Pokmaswas Aman Sentosa, Muhammad Alaydrus, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan memberikan pengetahuan baru bagi anggota kelompok yang selama ini masih mengandalkan cara pengolahan ikan secara tradisional.
“Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi kami. Selama ini pengolahan ikan dilakukan secara tradisional dengan alat seadanya. Dengan adanya bimbingan teknik pengasapan dan pengemasan dari para pakar UTM, kami optimis produk olahan Desa Martajasah bisa menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan warga,” ungkap Alaydrus.
Antusiasme peserta terlihat selama rangkaian pelatihan berlangsung. Alaydrus juga mendampingi para anggota Pokmaswas Aman Sentosa sejak awal kegiatan hingga pelatihan selesai.
Bagi masyarakat Desa Martajasah, pengembangan produk olahan perikanan menjadi salah satu peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil laut. Karena itu, peningkatan keterampilan pengolahan dan pengemasan dinilai penting agar produk tidak hanya dikonsumsi di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Melalui program pendampingan tersebut, UTM berharap transfer pengetahuan kepada masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan. Teknik pengasapan, pengendalian mutu, pengemasan kedap udara dan pelabelan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh Pokmaswas Aman Sentosa.
Sinergi antara akademisi dan masyarakat pesisir juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Produk ikan asap yang sebelumnya diolah dengan cara tradisional didorong memiliki kualitas pengolahan dan tampilan kemasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui skema BIMA Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan program mendapat dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura. (sir/arf)