JAVASATU.COM- Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Annahdlah MWCNU Dukun, Kabupaten Gresik, mulai mematangkan persiapan bimbingan manasik haji 2027. Sebanyak tujuh kali pertemuan disiapkan untuk membekali calon jemaah sebelum menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Persiapan tersebut dilakukan lebih awal agar calon jemaah memahami tata cara ibadah, kondisi perjalanan, hingga aspek kesehatan sebelum keberangkatan. Kegiatan pembinaan berlangsung di Aula KH Hasyim Asy’ari MWCNU Dukun, Jalan Raya Mojopetung 09, Kecamatan Dukun, Sabtu (12/9/2026).
Ketua KBIHU Annahdlah MWCNU Dukun H Afif mengatakan, pembinaan tidak hanya berisi teori mengenai tata cara ibadah haji. Para jemaah juga akan mendapatkan praktik, penjelasan teknis perjalanan, pembekalan kesehatan hingga penguatan spiritual.
“Alhamdulillah persiapan manasik haji tahun 2027 ini sudah kami mulai susun sejak dini agar segala sesuatunya matang dan tertata rapi. Kami bertekad memberikan bimbingan terbaik yang dibimbing para kiai Pengurus MWCNU Dukun yang insyaallah sudah berpengalaman dengan progres terbaik,” ujar Afif.
Menurut Afif, rangkaian manasik akan diarahkan agar setiap jemaah memahami tahapan ibadah secara menyeluruh. Dengan demikian, jemaah tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memiliki gambaran mengenai praktik dan kondisi yang akan dihadapi selama perjalanan haji.
“Tidak hanya sekadar teori, tapi juga praktik, penjelasan teknis perjalanan, serta pembekalan kesehatan dan spiritual. Kami ingin setiap jemaah memahami betul apa yang akan dikerjakan sehingga ibadahnya berjalan lancar, benar sesuai syariat, dan membawa pulang keberkahan serta haji yang mabrur,” katanya.
KBIHU Annahdlah telah mengantongi izin operasional resmi dari Kementerian Agama RI Nomor 56 Tahun 2024. Untuk musim haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi, lembaga tersebut menyiapkan tujuh kali pertemuan manasik bagi calon jemaah yang telah terdaftar dan masuk antrean keberangkatan tahun 2027.
Materi manasik mencakup rukun dan wajib haji, tata cara pelaksanaan ibadah, simulasi pergerakan di lokasi ibadah, hingga pemahaman mengenai rukhsah, murur dan tanazul. Jemaah juga akan mendapatkan penjelasan mengenai ketentuan hadyu dan dam.
Aspek kesehatan menjadi perhatian dalam pembinaan. Pemantauan kondisi kesehatan akan diperkuat, terutama bagi jemaah lanjut usia maupun calon jemaah yang memiliki risiko kesehatan tertentu.
Afif menambahkan, pihaknya juga terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah serta pembimbing kloter. Koordinasi dilakukan agar informasi yang diberikan kepada jemaah tetap mengikuti perkembangan regulasi dan ketentuan terbaru.
“Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan pihak Kementerian Haji dan Umrah serta pembimbing kloter, agar informasi yang disampaikan selalu mutakhir dan sesuai regulasi. Harapan kami, seluruh jemaah Annahdlah dapat berangkat dengan tenang, beribadah dengan khusyuk, pulang selamat, dan menjadi tamu Allah yang diterima amal ibadahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik H Lulus MA mengapresiasi persiapan yang dilakukan KBIHU Annahdlah. Menurutnya, KBIHU memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membantu memastikan kesiapan jemaah sebelum keberangkatan.
“Persiapan yang dilakukan KBIHU Annahdlah ini sangat baik dan patut diapresiasi. KBIHU sebagai mitra strategis pemerintah memiliki peran besar dalam memastikan jemaah tidak hanya berangkat, tetapi benar-benar siap secara ilmu, fisik, mental maupun rohani,” jelas Lulus.
Lulus mengingatkan agar pembinaan manasik tidak berhenti pada pemahaman teknis pelaksanaan ibadah. Jemaah juga perlu memahami makna perjalanan haji, memantapkan niat serta menaati disiplin dan aturan selama perjalanan.
Menurutnya, aspek kesehatan juga harus menjadi perhatian utama. Hal tersebut terutama berlaku bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih dalam menjaga kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah.
“Kami mengingatkan agar pembinaan tidak hanya berhenti pada penjelasan tata cara, tetapi juga memperdalam makna ibadah haji sebagai perjalanan kembali kepada Allah, pemantapan niat, serta pemahaman disiplin dan aturan perjalanan. Kesiapan kesehatan juga harus menjadi perhatian utama, terutama bagi jemaah lanjut usia,” katanya.
Lulus berharap KBIHU Annahdlah terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan terhadap calon jemaah. Sinergi antara KBIHU dan pemerintah juga diharapkan tetap terjaga untuk memastikan jemaah memperoleh informasi dan pendampingan yang memadai.
“Semoga jemaah Annahdlah terus istiqomah, pelayanannya semakin baik, dan seluruh jemaah yang dibimbing dapat menjalankan dengan benar. Selamat dan mabrur. Semoga kerja sama yang terjalin tetap kuat demi pelayanan umat yang berkualitas,” pungkasnya. (hoo/arf)