JAVASATU.COM- Soendari Batik & Art Malang berupaya mengenalkan perjalanan dan karya penyanyi rock Indonesia Sylvia Saartje kepada generasi muda.
Upaya itu diwujudkan melalui Intimate Concert 70th Anniversary Sylvia Saartje di Dewa 19 Lounge, ALANA Hotel Kota Malang, Sabtu (19/9/2026).

Owner Soendari Batik & Art sekaligus inisiator acara, Satrya Paramanandana, mengatakan konser tersebut menjadi bentuk apresiasi generasi muda terhadap perjalanan Sylvia Saartje yang telah lebih dari lima dekade berkiprah di dunia musik Indonesia.
“Batik Soendari ingin mengangkat tokoh seni di Indonesia, khususnya di Kota Malang,” kata Satrya, dalam jumpa pers di Soendari Batik & Art Malang, Senin (14/9/2026) malam.
Sylvia Saartje yang akrab disapa Jipi kini memasuki usia 70 tahun. Meski demikian, ia masih aktif tampil di panggung dan menyiapkan karya baru.
Bagi Soendari Batik & Art, perjalanan panjang Jipi tidak hanya menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia, tetapi juga penting untuk dikenalkan kepada generasi sekarang melalui pertemuan dan kolaborasi antargenerasi.
“Acara ini dipersembahkan oleh Soendari Batik & Art sebagai sebuah bentuk apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, kiprah, karya dan pengaruh Sylvia Saartje dalam memberikan inspirasi perjuangan hidup untuk menjadi legenda,” terang Satrya.
Dalam konser tersebut, Sylvia akan berkolaborasi dengan sejumlah musisi dari generasi berbeda, yakni Iksan Skuter, Elizabeth Natalia, dan Kidnep Flanella. Norman Duarte dipercaya sebagai music composer, sedangkan Isa Aprillia menjadi music director.
“Ini kolaborasi dengan musisi Malang, musisi generasi saat ini, dengan musisi yang berbeda generasi,” kata Isa Aprillia.
Konser akan membawakan sekitar 10 lagu. Salah satunya “Biarawati” yang akan dibawakan melalui kolaborasi seluruh artis. Sementara Band Swasti Nada dijadwalkan menjadi penampil pembuka.
“Total akan membawakan 10 lagu. Kami lebih menekankan konsep intimate, agar bisa bertemu langsung dengan penggemar. Harapannya, ke depan bisa ada project yang lebih besar berupa album,” ujar Isa.
Selain pertunjukan musik, Soendari Batik & Art juga menghadirkan merchandise dan display memorabilia Sylvia Saartje.
Sejumlah pakaian yang pernah digunakan Sylvia saat tampil di panggung juga akan dipamerkan.
Langkah tersebut membuat konser tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan jejak perjalanan Sylvia Saartje kepada penonton dari generasi yang berbeda.
Sylvia Saartje telah lebih dari lima dekade berkiprah di musik Indonesia. Kariernya dimulai sejak masih pelajar dan semakin dikenal pada era 1970-an melalui karya seperti “Biarawati” dan “Jakarta Blue Jeansku”. Kiprahnya membuat Majalah Aktual menjulukinya “The First Lady Rocker Indonesia”.
Di usia 70 tahun, Sylvia tetap aktif berkarya dan berkolaborasi dengan musisi lintas generasi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menghadirkan energi positif sekaligus mempertemukan karakter musik dari generasi berbeda.
Tahun ini, Sylvia menyiapkan single “I Remember” yang proses pembuatannya hanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Lagu tersebut membawa pesan tentang penyandang disabilitas, penyanyi remaja, dan representasi perempuan Indonesia.
Sebagai penyanyi yang tumbuh dari classic rock, Sylvia tetap mempertahankan karakter musiknya meski perkembangan musik terus berubah. Ia menilai kejujuran dan prinsip menjadi hal penting bagi seorang musisi dalam berkarya.
Memasuki usia 70 tahun, Sylvia juga berusaha menjalani kehidupan dengan ikhlas, apa adanya, dan penuh rasa syukur.
Intimate Concert 70th Anniversary Sylvia Saartje dikemas dengan tiga pilihan invitation package, yakni Silver Rp300 ribu, Gold Rp500 ribu, dan Platinum Rp1 juta. (saf)