JAVASATU.COM- Penyanyi rock Indonesia Sylvia Saartje memasuki usia 70 tahun dengan tetap aktif berkarya. Lebih dari lima dekade berkiprah di dunia musik, perempuan yang akrab disapa Jipi itu masih tampil di panggung dan menyiapkan karya baru.

Di usia yang tak lagi muda, Sylvia mengaku berusaha menjalani hidup dengan ikhlas, bersyukur, dan mengikuti alur kehidupan. Sikap tersebut menjadi salah satu prinsip yang ia pegang untuk tetap bersemangat menjalani aktivitasnya.
“Rahasia di usia 70 masih energik. Ikhlas, apa adanya, mengalir sesuai kehendak Tuhan. Selalu banyak syukur,” ujar Sylvia Saartje dalam jumpa pers di Soendari Batik & Art Malang, Senin (14/9/2026) malam.
Energi tersebut juga terlihat dari produktivitasnya dalam bermusik. Sylvia tengah menyiapkan single terbaru berjudul “I Remember” yang akan diperkenalkan dalam Intimate Concert 70th Anniversary di Dewa 19 Lounge, ALANA Hotel Kota Malang, Sabtu (19/9/2026).
“Tahun 2026 ini, saya merilis karya yang berjudul ‘I Remember’,” kata Jipi.
Menariknya, proses pembuatan single tersebut berlangsung sangat singkat. Sylvia mengatakan lagu itu menjadi salah satu karya yang paling cepat dibuatnya selama berkarier di dunia musik.
“Bikin lagu single hanya tiga jam, dan menjadi yang tercepat dalam bermusik hingga saat ini,” ungkap Jipi.
“I Remember” juga membawa pesan yang lebih luas. Lagu tersebut disebut berkaitan dengan penyandang disabilitas, penyanyi remaja, serta representasi perempuan Indonesia.
“Cerita tentang single I Remember, bercerita tentang lagu untuk disabilitas, untuk penyanyi remaja, mewakili perempuan Indonesia,” kata Sylvia.
Sylvia Saartje sendiri telah menjalani perjalanan panjang di industri musik Indonesia. Sejak masih berstatus pelajar, ia disebut telah berani membawakan musikalitas sekelas “The Great Gig in the Sky”.
Namanya kemudian semakin dikenal pada era 1970-an melalui album “Biarawati”, “Jakarta Blue Jeansku”, serta sejumlah karya lainnya. Perjalanan tersebut membuat Majalah Aktual menobatkannya sebagai “The First Lady Rocker Indonesia”.
“Tentu saya berterima kasih atas support dari seluruh pihak terkait,” ujar Sylvia.
Memasuki usia 70 tahun, Sylvia juga tidak menutup diri terhadap perkembangan musik. Ia justru berkolaborasi dengan musisi dari generasi berbeda dalam konser perayaan ulang tahunnya di Malang.
“Kolaborasi dengan musisi generasi saat ini, ada energi yang menyatu, ada energi positif,” tuturnya.
Bagi Sylvia, usia bukan alasan untuk berhenti berkarya. Ia tetap mempertahankan karakter musiknya sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan generasi sekarang.
“Musik rock zaman dulu belum banyak warna. Aku dari klasik rock. Ini ciri khas aku,” ujarnya.
Menurut Sylvia, perubahan musik dari masa ke masa merupakan hal yang wajar. Namun, seorang musisi tetap harus memiliki kejujuran dalam menciptakan dan membawakan karya.
“Bermusik harus jujur dari sendiri, harus memiliki prinsip” tegasnya.
Dalam Intimate Concert 70th Anniversary, Sylvia Saartje akan tampil bersama Iksan Skuter, Elizabeth Natalia, dan Kidnep Flanella. Norman Duarte dipercaya sebagai music composer, sedangkan Isa Aprillia menjadi music director.
“Ini kolaborasi dengan musisi Malang, musisi generasi saat ini, dengan musisi yang berbeda generasi,” kata Isa Aprillia.
Konser akan membawakan sekitar 10 lagu, termasuk kolaborasi seluruh artis dalam lagu “Biarawati”. Sementara itu, Band Swasti Nada dijadwalkan tampil sebagai penampil pembuka.
“Total akan membawakan 10 lagu. Kami lebih menekankan konsep intimate, agar bisa bertemu langsung dengan penggemar. Harapannya, ke depan bisa ada project yang lebih besar berupa album,” ujar Isa.

Intimate Concert 70th Anniversary, Sylvia Saartje dipersembahkan Soendari Batik & Art Malang. Owner Soendari Batik & Art sekaligus inisiator acara, Satrya Paramanandana, mengatakan kegiatan itu menjadi bentuk apresiasi generasi muda terhadap perjalanan Sylvia Saartje sebagai legenda musik Indonesia.
“Batik Soendari ingin mengangkat tokoh seni di Indonesia, khususnya di Kota Malang”, kata Satrya.
Konser dikemas dalam konsep intimate dengan tiga pilihan invitation package, yakni Silver Rp300 ribu, Gold Rp500 ribu, dan Platinum Rp1 juta.
Selain pertunjukan musik, acara juga menghadirkan merchandise dan display memorabilia Sylvia Saartje, termasuk sejumlah pakaian yang pernah digunakannya saat manggung.
“Acara ini dipersembahkan oleh Soendari Batik & Art sebagai sebuah bentuk apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, kiprah, karya dan pengaruh Sylvia Saartje dalam memberikan inspirasi perjuangan hidup untuk menjadi legenda,” terang Satrya.
Satrya mengatakan, perayaan 70 tahun Sylvia Saartje di Malang bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan perjalanan bermusik melalui karya dan kolaborasi lintas generasi. (saf)