Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

DPRD Kota Malang Soroti SILPA dan BPJS dalam Pengesahan P-APBD 2026

Sugi Hartono by Sugi Hartono
15 September 2026

JAVASATU.COM- DPRD Kota Malang menyoroti dua persoalan dalam pengesahan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026, yakni potensi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat. Dewan meminta Pemkot Malang memastikan anggaran yang telah ditetapkan benar-benar terealisasi dan tidak mengorbankan hak masyarakat.

Sorotan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita seusai rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD 2026, Selasa (15/9/2026).

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menandatangani berita acara pengesahan P-APBD 2026. (Foto: Sugi Hartono/Javasatu.com)

Amithya mengatakan, potensi SILPA harus ditekan dengan memastikan program-program yang telah masuk dalam P-APBD berjalan sesuai target. DPRD terutama mencermati realisasi program infrastruktur yang hingga kini terlihat masih rendah.

“Kalau dijalankan dengan baik dan memang ada percepatan pelaksanaan program, khususnya yang banyak belum terealisasi itu infrastruktur, harapan kami ini betul-betul karena persoalan teknis, bukan karena persoalan tidak dikerjakan,” kata Amithya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, rendahnya realisasi anggaran infrastruktur belum tentu mencerminkan tidak adanya pekerjaan di lapangan. Pasalnya, proyek konstruksi umumnya menggunakan mekanisme pembayaran secara bertahap atau termin.

“Kalau pekerjaan infrastruktur, pembayarannya kan sekian persen turun, sekian persen turun. Jadi sebetulnya pekerjaan itu sudah dikerjakan, tetapi belum selesai sehingga pembayarannya mengikuti termin,” ujarnya.

DPRD akan memantau pelaksanaan program setelah P-APBD 2026 disahkan. Amithya memastikan penambahan maupun pergeseran anggaran dalam perubahan APBD telah diarahkan berdasarkan skala prioritas.

“Semuanya sudah by priority, jadi tidak ada kemudian yang buang ke sini saja. Semuanya sudah berdasarkan prioritas. Kami berharap itu bisa dilaksanakan dengan baik selama tiga bulan ini,” tegasnya.

Selain SILPA, DPRD menyoroti persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan. Amithya mengungkapkan adanya aduan warga yang hendak menjalani operasi tetapi kepesertaan BPJS-nya tiba-tiba berstatus nonaktif.

Setelah ditelusuri, warga tersebut ternyata berstatus sebagai pekerja penerima upah dari perusahaan. Persoalannya, perusahaan tempatnya bekerja disebut belum memenuhi kewajiban pembayaran kepesertaan BPJS.

“Saya habis kundapil dan ada aduan bahwa ada masyarakat yang mau operasi menggunakan BPJS, ternyata BPJS-nya dalam kondisi nonaktif. Setelah diperiksa, statusnya penerima upah dari perusahaan. Setelah kembali ke perusahaan, ternyata perusahaan ini belum membayarkan,” ungkap Amithya.

Atas temuan tersebut, DPRD meminta Pemkot Malang melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Malang. Pemerintah dinilai perlu memastikan pemberi kerja memenuhi kewajibannya terhadap seluruh pekerja.

“Saya minta kepada pemerintah kota untuk melakukan evaluasi khusus di perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Malang, merapikan administrasinya dan memberikan kewajiban perusahaan kepada para pekerja yang ada di dalamnya,” ujarnya.

Amithya juga mendorong Pemkot Malang melakukan pencocokan data perusahaan dan pekerja dengan data perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Langkah itu dinilai penting untuk mengetahui kondisi riil tenaga kerja sekaligus memastikan kepesertaan BPJS sesuai ketentuan.

“Paling tidak harus memonitor dan mengevaluasi seluruh pemberi kerja yang ada di wilayah Kota Malang. Bisa dilihat secara existing berapa perusahaan, kemudian dicocokkan dengan izinnya di OSS,” katanya.

Menurut Amithya, penataan data kepesertaan BPJS memang diperlukan untuk memastikan anggaran pemerintah tepat sasaran. Namun, proses cleansing data tidak boleh berujung pada hilangnya hak masyarakat yang memang memenuhi syarat mendapatkan perlindungan melalui BPJS.

“Saya berharap dengan cleansing ini, dengan kita merampingkan anggaran ini, tidak kemudian akhirnya menonaktifkan masyarakat yang memang haknya ada di situ. Himbauan saya kepada seluruh perusahaan harus membayarkan kewajibannya kepada seluruh pekerja,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan Pemkot Malang terus melakukan efisiensi dan evaluasi anggaran. Ia optimistis SILPA pada 2027 dapat ditekan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saya optimis insyaallah di tahun 2027 SILPA-nya tidak sebesar saat ini. Targetnya mungkin Rp200 miliar ke bawah,” kata Wahyu.

Tambahan informasi, rapat paripurna tersebut diisi penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Kota Malang, pengambilan keputusan DPRD, penyampaian pendapat akhir Wali Kota Malang, serta penandatanganan keputusan DPRD dan berita acara. (har/arf)

Tags: DPRD Kota MalangKota Malangpemerintahanpemkot malang
Previous Post

Curi Rp40 Juta di Toko Bangunan Gresik, Residivis Dibekuk di Lakarsantri

Next Post

Wali Kota Malang Optimistis SILPA 2027 Lebih Rendah

Related Posts

Bupati Gresik Apresiasi Pengabdian Achmad Washil Selama 5 Tahun 1 Bulan
Pemerintahan

Bupati Gresik Apresiasi Pengabdian Achmad Washil Selama 5 Tahun 1 Bulan

28 Oktober 2026
Edy Hadisiswoyo Jabat Pj Sekda Gresik Maksimal Tiga Bulan
Pemerintahan

Edy Hadisiswoyo Jabat Pj Sekda Gresik Maksimal Tiga Bulan

28 Oktober 2026
Ketua DPRD Kota Malang Soroti APBD dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pemerintahan

Ketua DPRD Kota Malang Soroti APBD dan Penyerapan Tenaga Kerja

28 Oktober 2026
DPRD Kota Malang Soroti Jalan, Drainase, dan PJU di Wilayah Perbatasan
Pemerintahan

DPRD Kota Malang Soroti Jalan, Drainase, dan PJU di Wilayah Perbatasan

27 Oktober 2026
Bakorwil Malang Verifikasi 1.392 Bidang Aset Pemprov Jatim Senilai Rp7,66 Triliun
Pemerintahan

Bakorwil Malang Verifikasi 1.392 Bidang Aset Pemprov Jatim Senilai Rp7,66 Triliun

27 Oktober 2026
Pemkab Gresik Libatkan TNI-Polri, Data 442 Ribu KK untuk Bansos Digital
Pemerintahan

Pemkab Gresik Libatkan TNI-Polri, Data 442 Ribu KK untuk Bansos Digital

26 Oktober 2026
Next Post
Wali Kota Malang Optimistis SILPA 2027 Lebih Rendah

Wali Kota Malang Optimistis SILPA 2027 Lebih Rendah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com