JAVASATU.COM- Bupati Malang HM Sanusi berencana menaikkan insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Rp 250 ribu menjadi Rp 500 ribu.
Rencana tersebut disampaikan saat menghadiri Gebyar Santri Aswaja dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Taman Rekreasi Sengkaling, Kecamatan Dau, Senin (2/11/2026).

Sanusi mengatakan, rencana kenaikan insentif itu telah dikoordinasikan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang agar segera ditindaklanjuti.
Kenaikan tersebut ditujukan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi guru PAUD dalam mendidik anak sejak usia dini.
“Para guru dan pengurus tidak perlu merasa khawatir. Pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik,” ujar Sanusi.
Selain membahas kesejahteraan guru, Sanusi menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini.
Menurutnya, guru PAUD dan orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai agama, tata krama, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada anak-anak.
Ia mengingatkan para kepala sekolah dan guru IG PAUD Muslimat NU agar terus membiasakan anak-anak mengaji dan menerapkan perilaku yang baik.
“Kepada para kepala sekolah dan para guru IG PAUD Muslimat, teruslah ajari anak-anak kita mengaji dan tata krama yang baik. Para guru dan pengurus tidak perlu merasa khawatir, karena siapa saja yang menolong agama Allah, kehidupannya akan dijamin dan dicukupi oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Muhammad ayat 7,” tuturnya.
Sanusi juga meminta pendataan dilakukan bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang. Pendataan tersebut bertujuan memperkuat alokasi bantuan bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama agar dukungannya dapat ditingkatkan dan dianggarkan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas” itu, Sanusi mengapresiasi Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (IG PAUD) Muslimat NU Kabupaten Malang sebagai penggagas acara.
Menurutnya, Gebyar Santri Aswaja tidak hanya menjadi kegiatan peringatan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan berbasis nilai keagamaan dan akhlak mulia.
Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan penampilan Senam Aswaja yang melibatkan anak-anak usia dini. Acara itu turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur Nyai Hj. Masrurah Wahid, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim dan Pemkab Malang, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang.
Hadir pula Camat Dau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Malang, jajaran PAC Muslimat NU se-Kabupaten Malang, pengurus dan guru IG PAUD, panitia penyelenggara, serta wali murid.
Sanusi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah, termasuk bantuan penyediaan seragam bagi guru PAUD Muslimat NU.
Ia mengajak keluarga besar Muslimat NU dan para guru PAUD menerapkan prinsip ibda’ binafsik, memperkuat kemandirian, menjaga persatuan, dan meningkatkan kebersamaan dalam pengabdian kepada masyarakat.
Di akhir kegiatan, Khofifah bersama Sanusi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang menyerahkan bantuan kipas angin kepada seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Malang. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Muslimat NU di wilayah Kabupaten Malang. (har/arf)






