email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ngantor di Desa Doudo Panceng, Bu Min Kagum Ini

by Sudasir Al Ayyubi
11 Maret 2022

JAVASATU.COM-GRESIK- Kegiatan ngantor di desa Wakil Bupati Gresik, Hj. Aminatun Habibah terus berlanjut. Kali ini Bu Min sapaan akrab Wakil Bupati itu ngantor di Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Gresik, Kamis (10/3/2022).

(Foto: Istimewa)

Saat memasuki desa Doudo hingga berhenti di halaman kantor desa, Bu Min langsung kagum melihat lingkungan desa yang bersih dari sampah.

Kondisinya, tak hanya bersih, namun disepanjang jalan desa yang dilalui Bu Min, tampak berbagai tanaman baik tanaman hias hingga tanaman obat tertata rapi di pelataran. Tentu hal itu membuat lingkungan desa Doudo tampak asri.

“Begitu masuk lingkungan desa Doudo, saya, yang saya lihat adalah lingkungannya yang bersih dan asri. Sepertinya adem dilihat,” kata Bu Min.

Kedatangan Bu Min itu disambut langsung oleh Kepala Desa Doudo, Soetomo. Hadir pula camat Panceng beserta muspika setempat.

Usai mendengar sekilas pandang desa Doudo, Bu Min tertarik untuk berkeliling desa guna melihat secara aktifitas warganya.

Sekitar 100 meter dari kantor desa, Bu Min menjumpai sebuah rumah yang di dalamnya terdapat aktivitas pengelolaan kacang mente. Lantas Bu Min masuk ke dalam rumah tersebut dan melihat kegiatan didalamnya.

Tampak didalam rumah tersebut sedang ada proses pengolahan kacang mente mulai dari kupas kulit hingga dijadikan produk olahan makanan camilan.

“Berapa produksi kacang mente dalam satu bulan?,” tanya Bu Min kepada Nuryati, salah seorang ibu yang sedang mengupas kulit kacang.

BacaJuga :

Pelaku Pembacokan di Gresik Ditangkap di Malang Usai Kabur

ASN Gresik Dimudahkan Nabung Haji

“Sekitar 50 kilo Bu Min,” jawabnya.

“Terus untuk harganya berapa perkilo Bu Nur,” tanya Bu Min lagi.

“Satu kilo kacang mente goreng biasanya kita jual dengan harga Rp. 150 ribu Bu Min,” jawabnya.

Bu Min menilai, pengelolaan kacang mente ini menjadi salah satu potensi desa yang bagus.

Bu Min berharap agar usaha yang digeluti ini dapat terus meningkat, sehingga potensi peningkatan ekonomi desa dapat terwujud.

Tak jauh dari rumah pengelolaan mente, Bu Min menjumpai home industri pembuatan minuman dan makanan berbahan aloevera atau lidah buaya.

Bu Min menyempatkan diri singgah sejenak dan mencicipi peyek lidah buaya dan minuman lidah buaya.

“Rasanya segar, peyeknya juga renyah. Cocok dipasarkan keluar desa Doudo,” katanya.

Selanjutnya, Bu Min juga meninjau wisata alam Telaga Rena. Di sana merupakan wisata edukasi. Pengunjung yang ingin berkunjung ke Telaga Rena, akan disuguhi pemandangan yang eksotis khas pedesaan.

Kata Bu Min, telaga tersebut juga cocok dijadikan sebagai lokasi outbond bagi para pelajar.

Bu Min berharap, potensi desa Doudo dan prestasi yang ditorehkan serta kondisi lingkungan yang asri tersebut dapat dijadikan sebagai desa percontohan di Gresik. (Bas/Nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Aminatun HabibahDesa DoudoKecamatan PancengNgantor di DesaWabup Gresik

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Dosen Universitas Al-Qolam Malang Evaluasi Program KKN di Desa Kaumrejo

Dispussipda Kota Malang Gembleng 60 Penulis untuk Antologi Budaya Lokal

Madas Nusantara Kritik Penertiban Alfamart, Indomaret dan Warung Madura

Yamaha Surya Inti Putra Jemput Bola, Servis Motor Bisa di Rumah Konsumen

15 Dapur MBG di Kabupaten Malang Disuspend, Gerindra Dukung Evaluasi BGN

Putri Zulhas Kembali Mangkir, PN Jaktim Siapkan Eksekusi Paksa Rumah Rp 30 Miliar

Obat dalam Pembalut Digagalkan Masuk Lapas Malang

Polres Gresik Kerahkan Ratusan Personel Amankan Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf 

Ribuan Jemaah Padati Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf di Gresik

GP Ansor Dukun Diajak Istikamah Jaga Tradisi Aswaja di Era Digital

Prev Next

POPULER HARI INI

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

Ribuan Jemaah Padati Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf di Gresik

Eksekusi Rumah di Malang Diwarnai Dugaan Perbedaan Putusan Pengadilan

Prabowo Ganti Kepala BGN, Gerindra Kota Kediri: Demi Program MBG Lebih Baik

Dugaan Monopoli Proyek Pemkab Malang, Publik Tunggu Langkah Inspektorat

BERITA LAINNYA

Dosen Universitas Al-Qolam Malang Evaluasi Program KKN di Desa Kaumrejo

Dispussipda Kota Malang Gembleng 60 Penulis untuk Antologi Budaya Lokal

Madas Nusantara Kritik Penertiban Alfamart, Indomaret dan Warung Madura

Yamaha Surya Inti Putra Jemput Bola, Servis Motor Bisa di Rumah Konsumen

15 Dapur MBG di Kabupaten Malang Disuspend, Gerindra Dukung Evaluasi BGN

Putri Zulhas Kembali Mangkir, PN Jaktim Siapkan Eksekusi Paksa Rumah Rp 30 Miliar

Obat dalam Pembalut Digagalkan Masuk Lapas Malang

Polres Gresik Kerahkan Ratusan Personel Amankan Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf 

Ribuan Jemaah Padati Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf di Gresik

GP Ansor Dukun Diajak Istikamah Jaga Tradisi Aswaja di Era Digital

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

Pembangunan Jembatan Aramco Blora Masuk Tahap Akhir

Matvey Safonov Siap Bersaing Raih Posisi Utama di PSG

Road Race Malang Tekan Balap Liar, Ajang Berburu Talenta Pembalap Muda

Pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampus UNY di Blora Segera Dimulai

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved