JAVASATU.COM- Biaya khitan yang bisa mencapai Rp1 juta bahkan lebih menjadi kendala bagi sebagian keluarga kurang mampu di Gresik. Kondisi itu turut dirasakan enam anak jalanan yang biasa beraktivitas di kawasan Terminal Gubernur Suryo.

Keinginan keenam anak tersebut untuk menjalani khitan akhirnya terwujud setelah mereka mendapat layanan khitan gratis dalam kegiatan yang digelar Takmir Masjid Baitussalam, Kelurahan/Kecamatan Kebomas, Gresik, bekerja sama dengan UPZ PLN NP UP Gresik, Lazis PLN, dan Nurul Hayat.
“Bagi kami, bisa membantu meringankan beban orang tua binaan, terkait untuk khitan yang biayanya bisa mencapai Rp1 juta bahkan lebih, apalagi masih menerima bingkisan berupa kaos, alat sekolah dan tas, serta pengobatan hingga sembuh,” ujar pembimbing anak jalanan, Ustazah Iin Budiarti, Minggu (13/9/2026).
Iin mengatakan, keinginan untuk khitan itu disampaikan sejumlah anak binaannya sejak libur sekolah. Mereka merupakan anak-anak yang sehari-hari beraktivitas sebagai pengamen, pengemis, dan pedagang asongan di kawasan Terminal Gubernur Suryo.
Namun, keterbatasan biaya membuat rencana tersebut belum terlaksana. Iin kemudian berkoordinasi dengan sesama pembina, mencari tenaga khitan sekaligus mengupayakan dukungan dari para donatur.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Enam anak jalanan bisa mengikuti khitan gratis bersama 26 anak lainnya dari sejumlah desa dan kelurahan di Gresik. Total terdapat 32 anak yang mengikuti kegiatan khitan massal tersebut.
Kepala Nurul Hayat Gresik, Solihul Amin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga yang mengalami kesulitan biaya untuk mengkhitankan anaknya.
“Bagi kami ini adalah sebuah langkah untuk membantu warga masyarakat yang kesulitan mengkhitankan puteranya terkait biaya, dan kami hanya menyalurkan para muzakki serta dermawan untuk mewujudkan keinginan untuk toharoh atau bersuci bagi anak-anak,” terang Amin.
Selain mendapatkan layanan khitan tanpa biaya, para peserta juga menerima uang saku dan seperangkat perlengkapan sekolah. Khusus bagi anak-anak binaan Iin, bantuan tersebut juga mencakup kaos, tas, alat sekolah serta pengobatan hingga sembuh.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara Takmir Masjid Baitussalam, UPZ PLN NP UP Gresik, Lazis PLN dan Nurul Hayat untuk membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan khitan anak.
Dari 32 peserta khitan massal, enam di antaranya merupakan anak jalanan Terminal Gubernur Suryo yang sebelumnya terkendala biaya untuk mewujudkan keinginan mereka menjalani khitan. (bas/arf)