JAVASATU.COM- Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir meninjau lokasi banjir di Dukuh Babadan, Desa Sipait, Kecamatan Siwalan, Sabtu (17/1/2026). Banjir merendam pemukiman sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) dan memicu langkah tanggap darurat.

Jajaran Forkopimda langsung menyiapkan tiga posko pengungsian di Kecamatan Siwalan, termasuk di Masjid Babadan. Sekitar 120 warga telah dievakuasi ke posko dengan fasilitas layanan kesehatan, trauma healing untuk anak-anak, dan dapur umum untuk kebutuhan konsumsi warga.
“Kami hadir langsung untuk mengecek kondisi Dukuh Babadan. Posko kesehatan dan trauma healing telah kami siapkan untuk anak-anak. Dapur lapangan juga sudah berjalan untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata AKBP Rachmad C. Yusuf.
Kapolres mengingatkan masyarakat tetap waspada karena curah hujan diprediksi masih tinggi. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Siwalan.
“Jika rumah terdampak parah, segera mengungsi ke posko. Jangan memaksakan bertahan jika kondisi membahayakan,” tegasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir menambahkan, kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama. Tenaga kesehatan disiagakan, dapur umum beroperasi, dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dilakukan agar anak-anak tetap belajar dari rumah.
“Kepala Desa diminta memantau situasi 24 jam penuh. Jika air meningkat, segera laporkan dan bersiap dievakuasi demi keselamatan bersama,” ujar Abdul Munir.
Hadirnya Kapolres dan Ketua DPRD memberi dorongan moral bagi warga Dukuh Babadan. Bantuan berupa bahan pokok dan makanan terus disalurkan untuk meringankan beban warga selama berada di posko pengungsian. (wan//arf)