JAVASATU.COM- Sejumlah warga membuka paksa portal pintu masuk Bendungan Lahor, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, sebagai bentuk penolakan terhadap retribusi yang selama ini diberlakukan. Aksi tersebut terjadi sejak Senin (30/3/2026) dan hingga Rabu (1/4/2026) akses Malang–Blitar masih bisa dilalui tanpa pungutan biaya.

Salah satu warga, Hadi Wiyono atau yang akrab disapa Pak Dur, menilai penarikan retribusi tidak memiliki dasar yang jelas.
“Pertimbangannya tidak boleh ada retribusi karena itu bukan aset milik pemerintah daerah, tapi milik BUMN,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).
Pantauan di lokasi, tidak ada petugas yang berjaga di loket pintu masuk. Bahkan, sebuah banner bertuliskan “Portal Gratis untuk Seluruh Rakyat Indonesia” terpasang di atas loket. Kondisi ini membuat seluruh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, bebas melintas tanpa pembayaran.
Pak Dur menyebut, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap kebijakan retribusi yang dinilai tidak transparan.
“Semua warga kecewa, hasil retribusi ke mana dan untuk apa? Itu yang dipertanyakan,” katanya.
Ia menegaskan, warga berharap portal tetap dibuka tanpa pungutan ke depan.
“Tuntutannya jelas, tidak boleh ada retribusi,” tegasnya.
Menurutnya, penolakan tidak hanya datang dari warga Sumberpucung, tetapi juga dari beberapa kecamatan lain yang terdampak kebijakan tersebut.
“Kalau tetap diberlakukan, warga tidak akan tinggal diam,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak Perum Jasa Tirta I selaku pengelola Bendungan Lahor belum memberikan keterangan resmi terkait aksi pembukaan portal dan penolakan retribusi tersebut. (agb/nuh)
Sebetulnya kalau seperti yg sdh berjalan lama bayar pakai uang tunai 1,000,- mungkin masyarakat tidak muncul emosi mendadak seperti ini,,,tapi semenjak dirubah cara bayar pakai e-tol itw yg juga ikut membuat masyarakat emosi,,,kenapa hanya lewat begitu saja kok harus pakai e-tol,,,??? Tidak semua orang itw memilikinya,,,apakah kita harus putar balik jauh lagi lewat jalur bis untuk menuju ke malang,,,??? Terimakasih salam sejahtera dan sehat selalu utk seluruh WNI,,Amin YRA,,,
Uang retribusi jg bisa buat memperbaiki jalan jg, menurut saya sebagai warga karangkates tahun demi tahun kaya gak ada perubahan, jalan pun banyak yg rusak
Bendungan gak ada indah2 nya sama sekali tiap tahun, kl pun berbayar seharusnya buatlah taman2 bunga2 yg terawat dan selalu bersih dengan mengambil jasa karyawan warga area bendungan paling nggak, ya itung2 mambuka lapangan pekerjaan secara shift jangan kan rumput yg tinggi2 sperti gak enak dipandang, tiru tata2 kotaw besar cara perawatan taman dengan mepekerjakan warga area bendungan paling nggak, imbasnya kl pemandangan bagus kan yg mampir banyak buat berwisata dan umkm yg jualan kena dampak untungnya jg
Sebenarnya kami yg beberapa kali lewat situ TDK masalah sih jika ditarik 1000 rupiah saja.. tapi akhir² ini jadi ribet cara bayarnya hrs pakai e tol segala, ini yg bikin ruwet..
Aneh memang, pejabat selalu saja berpikirnya bagaimana cara untuk mendapatkan uang dari rakyat lewat pungutan², sama sekali tidak pernah berpikir untuk mensejaterahkan rakyatnya
Syukur kapok dibuka warga. Setiap lewat harus pakai e toll… Jadi selama ramadhan lewat arah timur atau barat. Biar mampus petugasnya tidak dapat uang lagi.
Karena mmg bukan jalan umum., juga bukan jln.milik pemkab malang…..kami faham itu. Mangkanya kami rela bayar kalo lewat situ. Lbh cepat dan lbh aman
Jalan berbayar ya Om, hasil retribusi itu ratusan juta per hari ya Om,
Saya gak faham Uangnya masuk kantong siapa ya Om ? Kalo untuk perawatan jalan brp juta per bulan?
Jembatan Suramadu yg lewat laut bisa gratis, masa ini lewan jln bendungan berbayar
Haaaaaa silahkan anda bebas berkomentar
Pengelolanya GOBLOX,,, saya dari dulu lewat tidak Sudi bayar,, uang retribusi hanya utk kadang korupsi,,,
Iya benar ini. Itu alih2 setiap yg lewat diharuskan membeli tiket bendungan, padahal hanya lewat aja karena merupakan jalan alternatif yang aman. Daripada lewat luar jalannya berkelok-kelok
Yang istirahat aja silahkan ditarik parkir.
Bendungannya juga gitu2 aja. Ya silahkan dikelola untuk ada permainan2 air, biar lebih menarik dan orang2 berhenti menikmati pemandangan, keindahan serta buat istirahat
Nah….
Ini cocog..
Hidup rakyat.
Kenapa jika ada yg mudah malah di persulit, lha wong sepedah roda dua kok suruh pakai e tol..
Sangat setuju , khusus sepeda roda dua gratis lebih baik, apalagi roda dua ojol,