email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Rumah Dokter Berprestasi di Sumberpucung Malang ‘Dieksekusi’

by Agung Baskoro
16 Januari 2024

JAVASATU.COM-MALANG- Proses ‘eksekusi’ atau pengosongan rumah dinas seorang Dokter senior di Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang menegangkan. Pihak kuasa hukum mencoba mempertahankan hak-haknya namun pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tetap saja harus mengosongkan rumah tersebut.

(Foto: Agung Baskoro/Javasatu.com)

Adapun dalih yang mereka pertahankan adalah dengan adanya surat kepemilikan surat tanah yang telah setujui Bupati terdahulu (M.Said) menjadi kepemilikan atas nama dr. Ibnu Fadjar.

Pj Sekda Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah yang hadir untuk memimpin ‘eksekusi’ tersebut menjelaskan pengosongan Rumah Dinas (Rumdin) Kepala Puskesmas (Kapus) Sumberpucung dilakukan sebagai langkah dalam mengamankan aset negara dalam hal ini Pemkab Malang.

“Jadi tolong dibedakan ini bukan bukan eksekusi atas perintah pengadilan tapi sekali lagi ini adalah operasi penertiban aset milik pemerintah Kabupaten Malang yang berada di desa jatiguwi kecamatan Sumberpucung. Pelaksanaan ini sudah dilakukan proses-proses sebelumnya, apakah negosiasi, kemudian SOP dari teman-teman satpol surat peringatan 1 2 3 dan seterusnya,” tegas Nurman, Selasa (16/1/2024).

Rumdin perlu pengosongan, karena sejak tahun 1982 telah ditempati oleh dr. Ibnu Fadjar mantan Kapus Sumberpucung. Sedangkan saat ini yang bersangkutan sudah purna tugas, namun masih saja menempati.

Seharusnya berdasarkan aturan yang ada setelah atau sudah tidak menjabat Kapus, harus keluar dari Rumdin tersebut. Namun hal itu tidak dilakukan, justru berlanjut menempati hingga dilakukan pengosongan yang dilakukan Pemkab Malang.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai langka mengamankan aset, yang dimiliki oleh Pemkab Malang berdasarkan sertifikat yang ada pada bagian aset,” terang, Nurman.

Namun hal itu tidak diindahkan oleh dr. Ibnu Fadjar, dimana pada tanggal 26 oktober 2022 Pemkab Malang mengundang kepada yang bersangkutan namun tidak datang. Karena menganggap bahwa Rumdin tersebut miliknya, akhirnya pihak Satpol PP sebagai OPD penegak Peraturan Daerah (Perda) melakukan langkah lebih lanjut dengan memberikan surat teguran sebanyak tiga kali tertanggal 21/12/2022 kedua 10/1/2023 dan ketiga tanggal 30/1/2023.

“Namun semua itu tidak ditanggapi oleh yang bersangkutan hingga terlaksananya, tindakan pengosongan yang dilakukan oleh Satpol PP Pemkab Malang,” imbuh Nurman.

Pj Sekda Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah. (Foto: Agung Baskoro/Javasatu.com)

Sementara itu Kuasa Hukum dr.Ibnu Fadjar yakni Zaidi Susanto mengungkapkan, pihaknya akan melakukan upaya gugatan hukum. Karena apa yang dilakukan Pemkab Malang atas pengosongan rumah tersebut penuh dengan rekayasa dan tidak benar atas alasan yang mereka berikan sudah sesuai SOP.

“Karena atas apa yang dilakukan tidak adanya komunikasi yang dilakukan Pemkab Malang pada kliennya,” ujar Zaidi.

BacaJuga :

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Keris Jadi Pemersatu Nusantara, DPRD Kaltim Ajak Generasi Muda Peduli

Zaidi menambahkan, pihaknya akan segera melakukan konfirmasi atas apa yang dilakukan Pemkab Malang. Terlebih tentang tambahan waktu satu Minggu untuk mengosongkan sendiri, tidak dikabulkan oleh Pemkab Malang.

“Kami akan lakukan upaya hukum karena ini negara hukum, prinsipnya kami merasa teraniaya. Kami akan melakukan langka hukum baik perdata maupun pidana,” tutup Zaidi Susanto. (Agb/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: berita videoDesa JatiguwiEksekusikecamatan sumberpucungNurman Ramdansyahpemkab malangpj sekda kabupaten malang

Comments 24

  1. Rini Listyani says:
    2 tahun ago

    Kami juga pernah menempati perumahan Bea&Cukai mulai th 1985- 1997, kami tinggalkan rumah dinas tsb sebelum pensiun karena kami sdh nerasa bersyukur sekali diberi rezeki oleh Allah SWT bisa beli rumah yang sederhana dikampung alhamdulilah

    Balas
  2. Gondesss says:
    2 tahun ago

    Mental TUMAN KRASAN…

    Balas
    • @diana_dr says:
      2 tahun ago

      Klo kita bijak dan tahu kronologi serta history hal ini pasti tidak akan pernah ada kata TUMAN KRASAN. Bagaiamana jika hal kronologi dengan history ini terjadi di kalangan orang² terdekat anda… Makanya mikirrr….

      Balas
  3. gagahsuasawan says:
    2 tahun ago

    Kok di kabupaten malang..dikota malang juga demikian..itu rumah dinas untuk militer aktif..di rampal dan sekitarnya..yg menempati adalah anak turunnya. Kasihan militer aktif yg seharusnya itu haknya. Harusnya pangti turun tangan lihat itu jangan budeg saja.

    Balas
  4. Tinton wahyu says:
    2 tahun ago

    Lebih kearah tak tahu diri,dan sadar diri ya mnrt sy..
    Nah itulah pentingya mendahulukan adab dr pd akhlak.

    Dinas mlai 1982 kok masi gtu” aja,
    Niat buruk memang itu..gk tahu malu.

    Pelajaran bgi kta,bahwa sekolah tinggi dan ijazah tinggi itu hny bukti dia pernah sekolah.
    Belum tentu pernah berfikir..

    Dr sini faham…

    Balas
  5. Shinta says:
    2 tahun ago

    Saya rasa hal ini tidak terjadi di sbr pucung saja. Di daerah lain pasti ada, hanya saja pemerintahnya blm ganti jadi dibiarin saja sekan rahasia umum, entah ada apanya. Di tempat saya juga ada oknum yg rumah dinasnya yg tetap dipakai padahal sudah pensiun, malah dipermax habis2an itu rumahnya. Semua pegawai menghormati beliau. Lokasi saya di jatim juga

    Balas
  6. James says:
    2 tahun ago

    Teraniaya apanya.. pensiun ya pindah..

    Balas
  7. Gopar says:
    2 tahun ago

    Seharusnya siapapun ketika menjabat difasilitasi Rumdin, ketika tidak menjabat ya seharusnya ya harus pindah, kan pejabat kapus sdh ganti yg baru ya rumdisnya ditempati pejabat baru donnnk. Kadung penak urip nk rumdis lanjut terus, pengalaman saya sendiri diasrama 5 thn. Dlm pikiran saya diasrama enak, PLN, PDAM, PBB gratis ketika blm pensiun. Alhamdulilah setelah pindah Dinas klg mengikuti dan tinggal dirumah kontrakan 2 thn, sebelah kontrakan ada tanah seluas +- 277 m2 minta 20 juta. Alhamdulilah skrg jadi rmh istanaku.

    Balas
    • Anabul says:
      2 tahun ago

      Pemda malang sudah melakukan perbuatan melawan hukum dengan adanya eksekusi tanpa perintah pengadilan. Ini saja sudah cukup memenangkan pensiunan ini, ditambah adanya adanya surat kepemilikan surat tanah yang telah setujui Bupati terdahulu (M.Said) menjadi kepemilikan atas nama dr. Ibnu Fadjar.. sebaliknya digugat saja pemdanya, jangan rakyat terus yang ditindas. Pantau jalannya peradilan.

      Balas
      • #diana_rosadi says:
        2 tahun ago

        Sepakat #anabul…pihak pemkab merasa memberikan peringatan 1, 2, 3 tolong tunjukkan jika memberikan peringatan itu semua. Padahal dr. Ibnu Fajar tidak pernah menerimanya. Klo pihak pemkab ada history secara administratif, tolong tunjukkan biar sama² dokumen yg berargumentasi… bukan omongan aja….

        Balas
    • #diana_rusadi says:
      2 tahun ago

      Sepakat #anabul…pihak pemkab merasa memberikan peringatan 1, 2, 3 tolong tunjukkan jika memberikan peringatan itu semua. Padahal dr. Ibnu Fajar tidak pernah menerimanya. Klo pihak pemkab ada history secara administratif, tolong tunjukkan biar sama² dokumen yg berargumentasi… bukan omongan aja….

      Balas
  8. Godo says:
    2 tahun ago

    Seharus nya sebagai yang bersangkutan sudah faham lah

    Balas
    • gagahsuasawan says:
      2 tahun ago

      Dimana2 begitu

      Balas
  9. manukcluthak says:
    2 tahun ago

    note, mestinya nyimak dulu kenapa mempertahankan yg disebut rumah dinas’ ada apa ini, atau begitu gobloknya orang yg berprestasi ini?? nah sesuai informasi ybs, dikarenakan terbitnya surat hak kepemilikan atas tanah tersebut yg telah disetujui oleh bupati terdahulu .nah kita simak saja prosesnya, bijaklah dalam komentar.

    Balas
  10. manukcluthak says:
    2 tahun ago

    note, mestinya nyimak dulu kenapa mempertahankan yg disebut rumah dinas’ ada apa ini, atau begitu gobloknya orang yg berprestasi ini?? nah sesuai informasi ybs, dikarenakan terbitnya surat hak kepemilikan atas tanah tersebut yg telah disetujui oleh bupati terdahulu ,nah kita simak saja prosesnya, bijaklah dalam komentar.

    Balas
  11. Oced says:
    2 tahun ago

    Dinas dr 1982 masak tdk bs beli sendiri

    Balas
  12. Dewi says:
    2 tahun ago

    Berprestasi untuk karier. Tp rumdin tetap milik negara. Kecuali sebagai hadiah.

    Balas
  13. Joko Purwanto says:
    2 tahun ago

    Ybs mestinya tahu dan faham sejak awal menempati rumdin ttg hak dan kewajibannya …

    Balas
  14. Abdul Syakur says:
    2 tahun ago

    Berikan waktu satu Minggu untuk mengosongkan sendiri, demi kemanusiaan.

    Balas
    • Heri purwantoro says:
      2 tahun ago

      Sudh ,diperingatkan 3x beda bulan tp tetep aja , soale rumongso enak urip nang kunu lupa nek dipimjami tempat

      Balas
      • #diana_rusadi says:
        2 tahun ago

        Seharusnya ditunjukkan surat² peringatan itu biar sinkron historinya..bukan hanya omong doang… Biarkan masing² dokumentasi yg berbicara dan berargumentasi secara histori

        Balas
  15. Priyo hadi says:
    2 tahun ago

    Namanya rumah dinas , mobil dinas dan semua barang milik dinas , jika sudah pensiun atau dimutasi , semua barang dinas tadi harus dikembalikan kepada pemiliknya.

    Balas
    • Oced says:
      2 tahun ago

      Dinas dr thn 1982 masak tdk bs beli sendiri

      Balas
      • Ari says:
        2 tahun ago

        Pintar tp kalu kikir tamak

        Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Keris Jadi Pemersatu Nusantara, DPRD Kaltim Ajak Generasi Muda Peduli

Analis: Rakernis Divkum 2026 Perkuat Peran Polri Presisi sebagai Pilar Keadilan Humanis

Kementerian Kebudayaan RI Dorong Digitalisasi Keris untuk Generasi Muda

TNI Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Libatkan Ratusan Personel dan Super Puma

Curanmor Sekeluarga di Singosari Terbongkar, Penadah Ikut Diringkus

Camat Gresik Lepas 26 Kafilah MTQ Tingkat Kabupaten 2026, Targetkan Prestasi

Kemarau Mengintai, Bupati Yani Minta PMI Gresik Siaga Air Bersih

LAKSI Dukung Putusan Praperadilan Indra Iskandar, Minta KPK Pulihkan Nama Baik

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Gus-Gus Gresik Hadiri Halalbihalal Asparagus Nasional di Yogyakarta

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

BERITA LAINNYA

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Analis: Rakernis Divkum 2026 Perkuat Peran Polri Presisi sebagai Pilar Keadilan Humanis

TNI Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Libatkan Ratusan Personel dan Super Puma

LAKSI Dukung Putusan Praperadilan Indra Iskandar, Minta KPK Pulihkan Nama Baik

Rakernas Taekwondo 2026 Ditutup, Ketum: Musuh adalah Hadiah Bagimu

Pakar IPB Sebut Daerah Kepulauan Butuh Kebijakan Khusus

Polri Adalah Alat Negara, Analis Nilai MK Tepat Tolak Batas Masa Jabatan Kapolri

Forum Jamsos Ingatkan BPJS Ketenagakerjaan Waspadai Risiko Dana Imbas Konflik Iran-AS

Brimob Polri Tembus 7 Besar Dunia Skydiving, Indonesia Incar Tuan Rumah Asia

Rakernas Taekwondo Indonesia 2026 Dibuka, PBTI Target Prestasi Internasional

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

Internet Rakyat Hadir di Blitar, Tarif Rp100 Ribu per Bulan Kecepatan 100 Mbps

141 PNS Sidoarjo Terima SK Pensiun April-Juni 2026, Pemkab Apresiasi Pengabdian

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved