Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Ratusan Sapi di Malang Barat Mengalami Luka Membusuk

Agung Baskoro by Agung Baskoro
2 September 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Diketahui, masyarakat di wilayah Malang Barat (Kabupaten Malang) yakni Pujon, Ngantang dan Kasembon masih saja dipusingkan dengan permasalahan ternak sapi. Kini masyarakat di situ ternak sapinya banyak yang mengalami luka hingga membusuk.

Salah satu peternak M.Khoirun, Kamis (1/9/2022) saat temui menjelaskan, hingga saat ini dampak wabah PMK masih saja dirasakan terutama bagi peternak yang sapinya mati. Sedang saat ini banyak sapi yang menghadapi pemulihan kesehatan, namun ada sapi yang mengalami luka hingga memborok atau membusuk.

“Sapi yang kena borok awalnya kena PMK, nah itu selesai langsung efeknya muncul borok. Habis terkena PMK muncul borok. Itu rata-rata muncul di tempong (paha sapi) nya,” ujar Khoirun, pria yang juga Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi Golkar ini.

Kondisi tersebut terjadi sejak dulu awal muncul PMK hingga saat ini. Namun menurutnya, hal tersebut tidak berhubungan dengan vaksinasi PMK yang disuntikan ke ternak sapi.

ADVERTISEMENT

“Jadi sapi yang memborok itu sesaat setelah terkena PMK. Jadi sapi itu memborok sudah sejak sebelum vaksin. Mulai sebelum vaksin, bukan terkait masalah vaksinnya,” terang Khoirun.

Permasalahan itu sangat dirasakan peternak, yang jelas berdampak pada ekonominya.

“Sapi nya sudah bisa memproduksi susu tapi (jumlahnya) berkurang dan belum optimal. Bahasanya peternak itu ambruk. Ada juga yang sampai mati,” jelas dia.

Sedang upaya yang dilakukan Khoirun dan peternak lainnya, adalah dengan pengobatan gratis dan membuat obat racikan yang berbahan tradisional dan bahan kimia.

Ia tak bisa menyebutkan ada berapa banyak sapi yang terkena luka tersebut. Namun menurutnya, ada sekitar 500 peternak dengan jumlah sapi yang diperkirakan mencapai 1.000 ekor yang telah ia lakukan pengobatan.

“Kalau peternaknya ada 500 an, mungkin jumlah sapinya antara 500 (ekor) sampai 1.000 an,” pungkas Khoirun. (Agb/Saf)

 

Tags: Kecamatan KasembonKecamatan NgantangKecamatan PujonPMK Kabupaten MalangSapi Luka
Previous Post

Jaga Kondusifitas, Kapolres Gresik Silaturahmi dengan Perguruan Silat

Next Post

Sapi Yang Mengalami Luka Membusuk di Malang Barat Munculnya Tiba-tiba

Related Posts

Kematian Ibu di Gresik Naik Jadi 16 Kasus, GEMMA KIA Diluncurkan
Berita

Kematian Ibu di Gresik Naik Jadi 16 Kasus, GEMMA KIA Diluncurkan

23 Oktober 2026
91 Gerai Koperasi Merah Putih di Gresik Belum Dibangun
Berita

91 Gerai Koperasi Merah Putih di Gresik Belum Dibangun

23 Oktober 2026
Prof Ahmad Barizi: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Sains Modern
Berita

Prof Ahmad Barizi: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Sains Modern

22 Oktober 2026
Inisiator Hari Santri Gus Thoriq Usulkan Doa untuk Indonesia, Ini Isinya
Berita

Inisiator Hari Santri Gus Thoriq Usulkan Doa untuk Indonesia, Ini Isinya

22 Oktober 2026
Hari Santri Nasional, Laskar Fisyabilillah Indonesia Soroti Peran Santri Jaga NKRI
Berita

Hari Santri Nasional, Laskar Fisyabilillah Indonesia Soroti Peran Santri Jaga NKRI

22 Oktober 2026
Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang
Kabupaten Malang

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang

26 April 2026
Next Post

Sapi Yang Mengalami Luka Membusuk di Malang Barat Munculnya Tiba-tiba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com