JAVASATU.COM- Seorang warga disabilitas yang hidup sebatang kara di Perumahan Bumi Banjararum, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, akhirnya diserahkan ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan, Rabu (4/3/2026) pagi. Penyerahan dilakukan sebagai tindak lanjut pengajuan warga kepada Dinas Sosial.

Proses tersebut terlaksana berkat dukungan dan fasilitasi dr. Puguh Puji Pamungkas, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, serta Syaiful Rosyid, anggota DPRD Kabupaten Malang.. Atas bantuan keduanya, proses administrasi dan koordinasi lintas instansi dapat diselesaikan hingga penyerahan resmi dilaksanakan.
Kegiatan dihadiri perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Malang, Kecamatan Singosari, Pemerintah Desa Banjararum, Ketua RT/RW, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta unsur terkait lainnya.
Ketua RT 03 RW 11, Sudarno, mengatakan warga berinisal W itu telah lama hidup sendiri tanpa keluarga. Dua saudaranya sudah tidak lagi tinggal di lokasi tersebut.
“Yang bersangkutan sudah lama hidup sebatang kara. Untuk kebutuhan sehari-hari selama ini ditopang warga RT 3. Karena kondisinya disabilitas dan sakitnya sudah kompleks, warga berinisiatif mengajukan ke Dinas Sosial setempat agar tidak terlantar,” ujar Sudarno.
Menurutnya, kondisi W mengalami gangguan penglihatan yang semakin rabun serta keterbatasan komunikasi. Selama bertahun-tahun, kebutuhan hidupnya bergantung pada kepedulian warga sekitar.
Ia menambahkan, pengajuan ke Dinas Sosial setempat sempat mengalami kendala, namun akhirnya mendapat tindak lanjut hingga proses rujukan ke UPT RSBL Pasuruan di bawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dapat direalisasikan.
“Berharap dengan dirawatnya yang bersangkutan di fasilitas sosial, kebutuhan kesehatan dan kesejahteraannya dapat terpenuhi secara lebih layak,” ungkapnya.
Petugas penerima dari RSBL Pasuruan, Andi Riski, memastikan pihaknya akan memberikan perawatan maksimal.
“Kami akan merawat sebaik mungkin. Namun ada kewajiban keluarga atau pihak terkait untuk berkunjung minimal satu bulan sekali,” katanya. (san/arf)