email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 15 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

by Redaksi Javasatu
15 Januari 2026
Ilustrasi

OPINI

Belajar dari Isra Mikraj

(Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

Oleh: Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE – Dosen Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia Purworejo

Di tengah derasnya arus informasi serta dinamika sosial-politik yang kian kompleks, bangsa Indonesia menghadapi satu persoalan mendasar, yakni krisis kepercayaan. Kepercayaan publik terhadap para pemimpin dan institusi negara kerap diuji oleh berbagai peristiwa yang mempertanyakan integritas, konsistensi, serta keteladanan moral. Dalam konteks inilah peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 16 Januari 2026 menemukan relevansi sosialnya, bukan semata sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai momentum refleksi kepemimpinan.

Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang menuntut keimanan dan kepercayaan penuh umat kepada Rasulullah SAW. Kisah perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha tidak hanya menguji kepercayaan umat pada masa itu, tetapi juga menegaskan kualitas pribadi Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa amanah. Dalam peristiwa Mi’raj tersebut, Nabi menerima perintah salat, sebuah amanah agung yang menjadi fondasi pembentukan karakter umat Islam hingga hari ini.

Konsep amanah menempati posisi sentral dalam ajaran Islam. Al-Qur’an dengan tegas memerintahkan agar amanah disampaikan kepada yang berhak dan keadilan ditegakkan (QS. An-Nisa: 58). Amanah bukan sekadar kejujuran administratif, melainkan kesanggupan moral untuk memikul tanggung jawab dengan penuh kesadaran spiritual. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai al-Amīn, sosok yang terpercaya bahkan sebelum beliau diangkat sebagai rasul. Inilah teladan kepemimpinan yang berakar pada integritas, bukan pada pencitraan.

Salat sebagai buah utama dari peristiwa Isra Mikraj sejatinya memiliki dimensi sosial yang kuat. Al-Qur’an menyatakan bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-‘Ankabut: 45). Hal ini menegaskan bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual personal, tetapi membentuk kesadaran etis dalam kehidupan publik. Seorang pemimpin yang menjaga salat secara substansial semestinya tercermin dalam sikap adil, rendah hati, serta konsisten antara ucapan dan tindakan.

Namun, dalam realitas Indonesia hari ini, jarak antara nilai ideal dan praktik kepemimpinan masih terasa lebar. Rendahnya kepercayaan publik menunjukkan bahwa banyak jabatan dipersepsikan sebagai kekuasaan, bukan sebagai amanah. Ketika keteladanan memudar, masyarakat menjadi semakin skeptis, dan ruang publik pun dipenuhi kecurigaan serta polarisasi. Dalam situasi semacam ini, pesan Isra Mikraj hadir sebagai pengingat bahwa kepemimpinan sejati selalu berpijak pada nilai-nilai transenden.

BacaJuga :

OPINI: Evaluasi Efektivitas Program Banyuwangi Hijau Melalui Digitalisasi Kebijakan Fiskal

OPINI: Indonesia di Persimpangan Kebijakan Fiskal dan Energi

Sebagai bangsa yang religius, Indonesia sejatinya memiliki modal spiritual yang kuat. Namun, modal tersebut hanya akan bermakna apabila nilai-nilai agama diterjemahkan ke dalam etika kepemimpinan yang nyata. Di sinilah peran kaum intelektual dan akademisi menjadi sangat penting. Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter yang amanah, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual harus bermuara pada tanggung jawab sosial. Kenaikan derajat seseorang, termasuk seorang pemimpin, tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar amanah yang mampu ditunaikan. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan pemimpin yang layak dipercaya.

Pada akhirnya, peringatan Isra Mikraj hendaknya menjadi cermin bagi kita semua, terutama para pemegang amanah publik. Krisis kepercayaan tidak dapat diselesaikan dengan retorika semata, melainkan dengan keteladanan nyata. Dari Isra Mikraj, kita belajar bahwa kepemimpinan yang amanah lahir dari kesadaran spiritual yang kokoh dan komitmen moral yang konsisten. Dari sanalah harapan pemulihan kepercayaan publik dapat tumbuh kembali. (*)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Isra MikrajOpini

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

SPPG B3 di Kota Malang Menyasar Dua Ribu Lebih Penerima Manfaat

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Babinsa Dampingi Posyandu Balita di Blora, Dukung Pencegahan Stunting

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

SPPG Rampal Celaket Layani Ratusan Penerima Program B3 Kota Malang

Mesin KEBI BI Malang Tingkatkan Pendapatan Petani Senggreng Malang

Proyek Pasar Ngadiluwih Belum Rampung, Pemkab Kediri Akan Tegur Kontraktor

Bupati Gresik Apresiasi AKBP Rovan dan Sambut Kapolres AKBP Ramadhan

Laporan Warga via 110, Polisi Bongkar Lokasi Diduga Judi Sabung Ayam di Kalipare

Dankodaeral X Makan Sepiring Berdua dengan Siswa TK Hangtuah Jayapura

Prev Next

POPULER HARI INI

Dua Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Pemkot Malang Diadukan ke DPRD

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pemagaran Lahan di Supit Urang, Warga dan Pemkot Malang Berselisih

BERITA LAINNYA

Babinsa Dampingi Posyandu Balita di Blora, Dukung Pencegahan Stunting

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

Proyek Pasar Ngadiluwih Belum Rampung, Pemkab Kediri Akan Tegur Kontraktor

Dankodaeral X Makan Sepiring Berdua dengan Siswa TK Hangtuah Jayapura

OPINI: Evaluasi Efektivitas Program Banyuwangi Hijau Melalui Digitalisasi Kebijakan Fiskal

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

TNI Raih Predikat A Pelayanan Prima di Indeks Pelayanan Publik 2025

Kota Kediri dan Kota Madiun Satukan Kekuatan Ekonomi Antardaerah

LAKSI Mendukung Kinerja BNN Bongkar Pabrik Narkoba di Tangerang

Jembatan Gantung Garuda Wonosobo Progres 95 Persen Rampung 15 Januari

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Dua Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Pemkot Malang Diadukan ke DPRD

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

Jumlah Desa Mandiri di Blora Naik Dua Kali Lipat dalam Setahun

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d