email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 21 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Membangun Akuntabilitas Fiskal Melalui Pengawasan Publik di Era Digital

by Redaksi Javasatu
23 Oktober 2025
ADVERTISEMENT
Dela Amanda Putri. (Foto: Dok. Pribadi)

OPINI

Membangun Akuntabilitas Fiskal Melalui Pengawasan Publik di Era Digital

Oleh: Dela Amanda Putri, Mahasiswi FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Dalam tata kelola fiskal modern, pengawasan publik menjadi salah satu pilar utama untuk menjaga integritas dan akuntabilitas keuangan negara. Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, tata kelola keuangan publik dituntut semakin transparan, adaptif, dan partisipatif.

Ilmu administrasi publik memandang pengawasan bukan sekadar fungsi teknis, tetapi juga alat koreksi dan penegak integritas fiskal. Pérez-Durán (2023) menegaskan bahwa akuntabilitas publik memiliki tiga dimensi, yakni, vertikal, horizontal, dan sosial yang masing-masing menuntut sinergi antara lembaga pengawas, pemerintah, dan masyarakat.

(Gambar kiriman Dela Amanda Putri)

Dengan semakin kompleksnya pengelolaan keuangan negara, tantangan yang muncul tidak hanya terkait korupsi dan penyalahgunaan kewenangan, tetapi juga lemahnya mekanisme pertanggungjawaban dan legitimasi publik terhadap kebijakan fiskal. Oleh karena itu, pengawasan publik berperan sebagai sistem check and balance yang memperkuat kredibilitas pemerintah dan menjaga keberlanjutan fiskal nasional.

Meski pengawasan publik memiliki peran strategis, sistem yang berjalan di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala mendasar.

Fragmentasi akuntabilitas antarinstansi. Seperti ditemukan Li et al. (2024), pengawasan sering dilakukan secara terpisah sehingga hasilnya tidak terintegrasi.

Minimnya transparansi dan partisipasi sosial dalam pelaporan fiskal. Masyarakat belum sepenuhnya dilibatkan sebagai bagian dari kontrol eksternal (Pérez-Durán, 2023).

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Keterlambatan digitalisasi audit. OECD (2025) mencatat belum semua lembaga pengawas mampu menerapkan audit berbasis real-time untuk mendeteksi risiko keuangan lebih cepat.

Pergeseran fokus pengawasan. Liston-Heyes & Juillet (2021) menyoroti bahwa pengawasan lebih sering menitikberatkan pada kepatuhan administratif, bukan pada evaluasi kinerja dan risiko strategis.

Kesenjangan antara konsep ideal dan praktik di lapangan inilah yang menyebabkan banyak kebijakan fiskal kehilangan legitimasi publik karena minimnya transparansi dan akuntabilitas.

1. Konsep dan Fungsi Pengawasan Fiskal Publik

Secara akademik, pengawasan publik dipahami sebagai instrumen penting dalam menjaga efisiensi dan keadilan fiskal. Allen et al. (2021) menegaskan bahwa pengawasan efektif mampu mencegah korupsi, memastikan kepatuhan, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Pengawasan publik tidak hanya soal audit keuangan, tetapi juga mencakup monitoring program dan evaluasi kinerja untuk memastikan setiap rupiah anggaran digunakan sesuai sasaran. Stiglitz (2021) menyebut transparansi fiskal sebagai prasyarat keberlanjutan sistem keuangan negara, karena masyarakat akan lebih percaya pada pemerintah yang terbuka dan responsif terhadap pengawasan.

(Gambar kiriman Dela Amanda Putri)

2. Sinergi Antaraktor dalam Sistem Pengawasan Publik

Stewart & Connolly (2024) menekankan bahwa pelaporan fiskal yang konstitutif dapat mengubah praktik pemerintahan secara menyeluruh. Artinya, pengawasan harus melibatkan kolaborasi lintas lembaga — mulai dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat Jenderal di tiap kementerian, hingga lembaga antikorupsi seperti KPK.

Ketiganya berperan menjaga keseimbangan agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan anggaran. Di sisi lain, media dan masyarakat sipil turut berperan membangun tekanan moral dan politik agar pertanggungjawaban publik tetap terbuka.

Tran et al. (2020) menemukan bahwa semakin kuat mekanisme pengawasan, semakin besar pula kemungkinan laporan fiskal merefleksikan kondisi sebenarnya tanpa manipulasi.

3. Transformasi Digital dalam Pengawasan Fiskal

OECD (2025) memperkenalkan konsep digitalisasi audit yang memungkinkan pengawasan berbasis real-time. Dengan teknologi ini, lembaga pengawas dapat mendeteksi anomali transaksi anggaran secara langsung tanpa menunggu laporan manual.

Digitalisasi menjadi game changer dalam tata kelola fiskal karena meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi. Selain itu, masyarakat dapat ikut mengawasi melalui sistem pelaporan daring (online) dan open data, sehingga akuntabilitas sosial tumbuh secara alami.

Dengan pendekatan ini, pengawasan tidak lagi bersifat vertikal semata, tetapi juga horizontal (antarinstansi) dan sosial (oleh publik). Sistem pengawasan menjadi lebih adaptif terhadap risiko fiskal sekaligus memperkuat legitimasi politik pemerintah.

(Gambar kiriman Dela Amanda Putri)

4. Pengawasan Sebagai Simbol Legitimasi Fiskal

Ilmuwan administrasi publik memandang lembaga pengawas sebagai simbol integritas dan legitimasi fiskal. Tanpa pengawasan yang kredibel, kebijakan fiskal mudah dipersepsikan sebagai alat politik semata.

Liston-Heyes & Juillet (2021) menyebut bahwa fokus pengawasan modern telah bergeser dari sekadar memeriksa keuangan menuju analisis risiko dan kinerja. Dengan demikian, pengawasan bukan hanya menjawab “apakah uang digunakan dengan benar”, tetapi juga “apakah uang digunakan secara efektif dan bermanfaat bagi publik”.

Pengawasan fiskal publik merupakan fondasi utama integritas keuangan negara. Dalam tata kelola fiskal modern, pengawasan telah berevolusi menjadi instrumen strategis untuk menjamin efisiensi, transparansi, serta legitimasi kebijakan fiskal.

Pengawasan publik yang efektif mencegah korupsi, menjamin penggunaan anggaran sesuai sasaran, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, sinergi antara lembaga internal, badan pemeriksa eksternal, dan masyarakat sipil mutlak diperlukan untuk menciptakan sistem check and balance yang kokoh.

Selain itu, transformasi digital dan partisipasi publik merupakan tonggak penting reformasi pengawasan fiskal di era modern. Pemanfaatan teknologi seperti real-time audit, blockchain, dan open data memungkinkan deteksi dini penyimpangan sekaligus memperluas ruang transparansi.

Pada akhirnya, pengawasan publik yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi akan memperkuat legitimasi fiskal sekaligus menjamin keberlanjutan pembangunan nasional yang bersih dan akuntabel. (*)

*Artikel ini untuk tugas perkuliahan

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Untag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Tes Urine Polres Gresik, Seluruh Pejabat Utama Dinyatakan Negatif Narkoba

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

Muslimat NU Sidayu Bagi 600 Takjil di Ramadan 1447 Hijriah

HUT ke-18 Gerindra, PAC Lowokwaru Kota Malang Lakukan Gerakan ASRI

GRIB Jaya Soroti Proyek Eks Bioskop Irama Malang

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

Kejari Kabupaten Malang Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Prev Next

POPULER HARI INI

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

HUT ke-18 Gerindra, PAC Lowokwaru Kota Malang Lakukan Gerakan ASRI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kantor MUI Kecamatan Gresik Capai 50 Persen, Pengurus Galang Dana

Kejari Kabupaten Malang Tahan Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI

BERITA LAINNYA

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Demo Damai 20 Kampung di Ilu Minta Bandara Dibuka, TNI-Polri Kawal Ketat

Publik Apresiasi Tes Urine Serentak Kapolri: Tegaskan Integritas Polri

Kasum TNI: Penanganan Bencana Sumatra Berlanjut hingga Rekonstruksi

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Cabai Rawit Merah di Pasar Jumapolo Karanganyar Tembus Rp99 Ribu

TNI dan Warga Bangun Jalan Rabat Beton di Desa Sumber Blora

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

Yayasan Diduga Lakukan Kecurangan, Warga Demo SPPG Bandar Lor Kediri

Sengketa Lahan WTP dan Supit Urang Malang Diseret ke Ombudsman hingga KPK

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d