Javasatu,Malang- Penyebab putusnya jembatan Kali Wader di desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang diduga dipicu tumpukan sampah.

Hal itu dikuatkan dari pantauan media ini di lapangan, terlihat tumpukan sampah yang terdiri dari potongan kayu dan pohon pisang yang menutup aliran air sungai di jembatan tersebut.
Akibatnya, luapan air sungai saat hujan deras semalam yang disertai sampah menjadikan arus air terhambat dan menggerus bagian pondasi di sisi kanan kiri jembatan.
Hal ini dibenarkan Kepala Dusun Balearjo Wediawu desa Purwodadi Dwi Setyo yang menjelaskan bahwa luapan air sungai yang cukup besar disertai sampah menjadikan sampah tersebut menumpuk di bagian bawah jembatan yang putus.
“Kemarin memang intensitas hujan cukup tinggi selama dua jam, sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, akibatnya air sungai di Kaliwader ini meluap disertai sampah penduduk pemukiman dan sampah perkebunan terutama sisa -sisa potongan ranting kayu, dan potongan pohon pisang” kata Dwi Setyo saat dikonfirmasi, Kamis (17/6/2021).
Ia menilai, sebenarnya konstruksi jembatan yang dibangun sejak tahun 2018 tersebut masih sangat kokoh.
Namun akibat luapan air sungai Kali Wader saat hujan yang disertai sampah tersebut menyebabkan jembatan tersebut putus.
Dwi Setyo menambahkan bahwa, jembatan Kali Wader tersebut merupakan jembatan satu-satunya yang menjadi akses utama menuju wisata Pantai Bolu-Bolu , Wediawu dan Lenggoksono (Bowele).
Akibat putusnya jembatan tersebut, saat ini sekitar 25 Keluarga terpaksa melintasi jalan alternatif yang notabene merupakan salah satu tambak milik warga.
“Kami berharap Pemerintah segera memperbaikinya, meski saat ini masyarakat yang bermukim di sekitar wisata pantai masih bisa menggunakan jalan alternatif yang berada di kawasan usaha tambak milik warga. Tapi jika akses tersebut ditutup ya kita gak ada alternatif jalan lainnya” pungkas Dwi Setyo. (Saf/Arf)