JAVASATU.COM- Suasana di NK Cafe pada Sabtu (4/4/2026) tampak berbeda dari biasanya. Sebuah tonggak sejarah baru dalam dunia wirausaha muda tercipta melalui peluncuran BloomBite, sebuah produk healthy cookies yang diinisiasi oleh Afshiena Chuancantya. Gadis cilik yang baru duduk di bangku kelas 2 SD Islam Almaarif 02 Singosari ini resmi menyandang gelar CEO termuda.

Peluncuran BloomBite Cookies di NK Cafe Malang. (Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com)
Keberhasilan Afshiena, atau yang akrab disapa Siena, bukan terjadi dalam semalam. Produk ini merupakan hasil kerja keras selama hampir dua tahun di bawah naungan program Global Kids & Youth for United Nations (GKUN) dan Sustainable Bussiness Development & Innovation Center (SBDI). Sejak akhir 2025, Siena telah diarahkan untuk menggali potensi dan minatnya hingga mengerucut pada industri makanan sehat.
Lahirnya BloomBite dipicu oleh pengamatan jujur seorang anak terhadap lingkungan sebayanya. Siena sering merasa menjadi “penonton” saat teman-temannya mengonsumsi jajanan instan yang mengandung penyedap rasa dan pengawet. Alih-alih merasa minder karena harus menjaga pola makan, ia justru melihat itu sebagai peluang bisnis untuk mengajak teman-temannya hidup lebih sehat.
Siena memiliki prinsip yang sangat kuat terkait visinya ini. Dalam sesi wawancara, ia menegaskan alasan di balik penciptaan produknya.
“Teman-temanku kebanyakan suka makan ciki-ciki. Kalau aku enggak bisa ikut mereka (jajan sembarangan), maka mereka yang harus ikut aku (makan sehat). Jadi, aku ciptakan cookies yang teman-temanku juga suka,” ungkapnya dengan penuh percaya diri.
Dari sisi teknis produk, BloomBite bukanlah kukis sembarangan. Produk ini benar-benar memegang standar clean eating. Komposisinya bebas dari tepung terigu (menggunakan oat), tanpa gula rafinasi (menggunakan gula aren organik), serta tanpa susu sapi (menggunakan susu almond). Hal ini menjadikan BloomBite aman dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa yang memiliki alergi gluten atau sedang menjalani diet.
Ibunda Siena, Rahayuningtyasworo, menjelaskan bahwa seluruh konsep produk ini murni berasal dari pemikiran putrinya. Orang tua hanya berperan sebagai fasilitator yang menyediakan kebutuhan teknis dan dukungan moral.
“Saya tidak menentukan mau bisnis apa atau pakai merek apa. Semua konsep dari anak. Saya bagian eksekusi idenya. Bahkan ide memberikan bunga di atas kue itu murni dari Siena karena namanya BloomBite,” jelas Rahayu.
Proses pendampingan yang dilakukan oleh mentor internasional, Mr. Jaren dari Belanda, juga sangat krusial. Siena diajarkan untuk memiliki value dalam setiap produk yang ia buat. Ia tidak hanya diajak berjualan, tetapi memahami segmentasi pasar. Dalam hal ini, BloomBite menyasar orang tua dan anak-anak yang memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan atau memiliki masalah alergen.
Menariknya, Siena juga sudah diajarkan tentang literasi keuangan sejak dini. Ia mengetahui bahwa biaya riset dan pengembangan (R&D), pengurusan izin PT, sertifikasi Halal, hingga HAKI membutuhkan modal yang tidak sedikit. Siena bahkan menginvestasikan uang tabungan pribadinya sebesar Rp1.000.000 sebagai modal awal, sementara sisanya dianggap sebagai pinjaman dari orang tuanya.
Keseriusan Siena dalam berbisnis terlihat dari pemahamannya terhadap target penjualan. Ia menyadari bahwa untuk mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP), ia harus mampu menjual sebanyak 1.069 pak BloomBite.
“Waktu lihat nominal modal, Siena bilang: ‘Wah Mama, hutangku banyak sekali’. Tapi itu justru menumbuhkan tanggung jawabnya untuk serius dalam pemasaran,” tambah Rahayu sambil tersenyum.

(Foto: Julian Sukrisna/Javasatu.com)
Siena sendiri adalah sosok yang sangat terbuka terhadap masukan namun tetap kritis. Ia memiliki jadwal screen time yang ketat dan sistem poin untuk mendisiplinkan diri. Karakter yang kuat ini memudahkannya dalam membangun personal branding sebagai anak yang peduli kesehatan, sehingga proses pemasaran produk ke depan diperkirakan akan jauh lebih organik.
Selain aktif di dunia bisnis, Siena tetaplah seorang anak yang memiliki beragam hobi, mulai dari memanah hingga menggambar. Ketertarikannya pada dunia visual membuatnya bercita-cita menjadi seorang komikus. Bahkan, dalam waktu dekat ia berencana meluncurkan buku berjudul “Dream Big, Start Small” yang sejalan dengan semangat sehat yang ia usung dalam produk BloomBite.
Ke depan, pemasaran BloomBite akan diperluas melalui media sosial, marketplace, hingga rencana ekspor ke pasar Eropa dibantu oleh jaringan SBDI. Dengan legalitas yang sedang diproses lengkap, BloomBite siap bersaing sebagai produk premium yang membuktikan bahwa usia delapan tahun bukanlah penghalang untuk menciptakan dampak besar bagi kesehatan masyarakat. (jup)